Aspek-Aspek Perilaku Asertif

Perilaku Asertif

1.                  Pengertian Perilaku Asertif

Menurut Fensterheim dan Baer (Ardiah, 2003) kata asertif berasal dari Bahasa Inggris to assert, yang diartikan sebagai suatu ungkapan sikap positif, dimana sikap positif tersebut dinyatakan dengan tegas atau terus terang.

Perilaku asertif menurut Lloyd (1991), dikatakan sebagai gaya yang wajar, langsung, jujur, penuh respon dalam interaksi individu lain, dapat diekspresikan baik secara verbal maupun dengan menampilkan bahasa tubuh yang serasi. Rimm dan Masters (Rakos, 1991) menyatakan bahwa perilaku asertif adalah suatu perilaku dalam hubungan interpersonal yang bersifat jujur serta mengekspresikan pikiran dan perasaan secara langsung dengan tetap memperhitungkan kondisi sosial yang ada.

Orang yang berperilaku asertif dapat disebutkan sebagai orang yang mempunyai kepercayaan diri, karena orang yang percaya diri selalu bersikap positif pada dirinya sendiri dan orang lain. Sikap ini akan menjadikan seseorang menjadi tegas, jujur dan terbuka, kritis, langsung dan nyaman, akan tetapi mampu menghormati orang lain (Townend, 1991).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku asertif adalah   perilaku dimana individu mampu mengekspresikan pikiran, perasaan dan keinginan secara tepat, jujur, terbuka, bertanggung jawab, langsung mengarah ke tujuan, penuh percaya diri dan teguh pada pendiriannya tanpa adanya perasaan cemas terhadap orang lain, tanpa mengesampingkan dan menyakiti orang lain dan tanpa melanggar hak-hak orang lain.

2.                  Aspek-aspek Perilaku Asertif

Rimm dan Masters (Rakos, 1991) menyatakan bahwa perilaku asertif adalah suatu perilaku dalam hubungan interpersonal yang bersifat jujur serta mengekspresikan pikiran dan perasaan secara langsung dengan tetap memperhitungkan kondisi sosial yang ada.

Alberti dan Emmons (2002) juga menyebutkan beberapa komponen-komponen dari perilaku asertif. Komponen-komponen tersebut adalah:

a.       Kontak Mata (Eye Contact) 

Saat berbicara individu yang asertif menunjukkan kontak mata dengan menatap langsung dengan lawan bicaranya, sehingga akan membantu dalam mengkomunikasikan ketulusan, menunjukkan perhatian dan penghormatan kepada orang lain serta meningkatkan kelangsungan pesan yang disampaikan.

b.      Sikap Tubuh (Body Posture)

Sikap tubuh yang ditunjukkan oleh individu yang asertif adalah sikap tubuh yang aktif dan tegak. Sikap berdiri yang membungkuk dan pasif, menandakan kurangnya keasertifan seseorang.

c.       Jarak atau Kontak Fisik (Distance atau Physical Contact)

Individu yang asertif  mempunyai kemampuan dalam menjaga jarak ketika berinteraksi dengan orang lain. Kedekatan di antara orang-orang yang terlibat pembicaraan akan memiliki dampak yang cukup besar dalam komunikasi. Akan tetapi apabila terlalu dekat mungkin dapat menyinggung perasaan orang lain.

d.      Isyarat (Gesture)

Isyarat yang ditunjukkan oleh individu yang asertif dapat menambah ketegasan, keterbukaan, kehangatan, rasa percaya diri dan spontanitas  dalam berkomunikasi dengan orang lain.

e.       Ekspresi Wajah (Facial Expression)

Dalam berbicara dengan orang lain, individu yang asertif mampu mengekspresikan wajah sesuai dengan pesan atau hal apa yang akan disampaikan.

f.       Nada, Modulasi, Volume Suara

Saat mengungkapkan pikiran dan perasaan secara verbal, individu yang asertif menggunakan intonasi suara yang tepat.

g.  Penetapan Waktu (Timing)

Individu yang asertif mampu menyatakan sesuatu kepada orang lain secara tepat sesuai dengan waktu dan tempat.

g.      Mendengarkan (Listening)

Individu yang asertif mempunyai kemampuan untuk mendengarkan dengan seksama ketika lawan bicaranya sedang berbicara, sehingga  mampu menahan diri untuk tidak mengekspresikan diri sesaat.

h.      Isi (Content)

Individu yang asertif mampu mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan memilih kalimat yang tepat dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Dari uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa aspek-aspek perilaku asertif adalah sebagai berikut: BERSAMBUNG…………………………

Berminat Dengan Skripsi Versi Lengkapnya?
Judul Asli Penelitian : “Pengaruh Pelatihan Resiliensi Terhadap Perilaku Asertif Pada Remaja”
Kondisi : Lengkap + Skala Penelitian
Kode Skripsi : SPS-02
DONASI : Rp.50.000,-

PEMESANAN Melalui SMS
Ketik : SPS-02 (spasi) Email anda
Kirim Ke : 081949785959

PEMBAYARAN
Transfer Donasi Anda Ke :
No Rek : 3185-01-000831-50-7
a/n : Nur Fatimah
BANK RAKYAT INDONESIA (BRI)
Silahkan Konfirmasikan Kepada Kami Setelah Anda Transfer Donasi Anda, Dan File Kami Kirimkan Langsung Ke Email Anda.
DIJAMIN 100% TIDAK ADA PENIPUAN.

About these ads

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: