Penyesuaian Diri Pensiunan

PENYESUAIAN DIRI PADA PENSIUNAN  
Studi Kasus Pada Empat Pensiunan
Masa pensiun yang terjadi pada orang – orang yang telah bekerja di suatu kantor dalam kurun waktu yang lama pasti memberikan efek yang beragam. Ada efek yang baik, yaitu kesenangan akan masa pensiun; dan ada juga efek yang buruk, yaitu ketakutan akan masa pensiun. Seperti pengertian pensiun yang disebutkan oleh Maddox (Kimmel, 1990) bahwa hal ini harus dipahami sebagai tatanan kehidupan sosial dari individu, masa pensiun ini bisa memberi dua macam pengaruh terhadap seseorang. Yaitu, kesenangan dan ketakutan. Kebanyakan, pensiun memiliki arti kebebasan untuk menjemput dan memilih bagaimana caranya seseorang tersebut ingin menghabiskan sisa waktu dalam hidupnya.
Terdapat tiga kelompok reaksi positif pada masa pesiun. Dari ketiga responden dalam penelitian ini, mereka tergolong dalam kelompok armored, yaitu kelompok yang dapat mempertahankan sistem kompleks untuk melawan pasivitas dan persaan tidak berdaya. Setelah masa pensiun, masing – masing responden tetap melakukan aktivitas mereka sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya.
Berbeda dengan ketiga responden tersebut diatas yang termasuk dalam kelompok armored, subjek SB termasuk dalam salah satu contoh dari dimensi pengalaman (Ancok dan Suroso, 2005). Dimensi ini berisikan dan memperhatikan fakta bahwa semua agama mengandung pengharapan – pengharapan tertentu. Dimensi ini berkaitan dengan pengalaman keagamaan, perasaan – perasaan, persepsi – persepsi, dan sensasi – sensasi yang dialami seseorang atau didefinisikan oleh suatu kelompok keagamaan (atau suatu masyarakat) yang melihat komunikasi, walaupun kecil, dalam suatu esensi ketuhanan, yaitu dengan Tuhan, kenyataan terakhir, dengan otoritas transedental. Kenyataan terakhir disini maksudnya bahwa ia akan mencapai suatu kontak dengan kekuatan supranatural.
Selain kelompok armored, responden P, responden S, responden B, dan responden SB juga termasuk dalam kelompok mature, yaitu mereka tidak mengalami hambatan dalam penyesuaian dengan masa-masa pensiun, mereka terbebas dari konflik dan dapat menerima kondisi pensiun secara realistik, mereka mendapatkan kepuasan mengenai aktivitas dan hubungan antar personal, sehingga hidup ini menyenangkan dan bermakna. Untuk responden SB tidak hanya hubungan antar personal yang terjadi, tetapi juga hubungan dengan Tuhan. Sebagai takmir masjid, aktivitas beragama bukan hanya terjadi ketika seseorang melakukan perilaku ritual (beribadah), tapi juga ketika melakukan aktivitas lain yang didorong oleh kekuatan supranatural. Maksudnya, aktivitas yang tak tampak dan terjadi dalam hati seseorang (Ancok dan Soroso, 2005).
Dengan adanya berbagai aktivitas dari keempat responden setelah masa pensiun, dapat membuktikan bahwa mereka masih memiliki semangat untuk melanjutkan hidup. Keempat responden ini menyadari bahwa mereka masih memiliki kemampuan yang bisa dikembangkan meskipun tidak lagi bekerja di kantoran. Disertai dengan adanya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar, membuat keempat responden ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi baru dalam kehidupannya setelah pensiun.
Ada dua kelompok reaksi negatif pada masa pensiun, yaitu kelompok angry man, dan self haters. Kelompok angry man adalah kelompok yang menganggap bahwa pensiun sebagai masa-masa yang menggetirkan, masa-masa yang tidak menyenangkan, dan masa-masa pahit. Kelompok self haters adalah kelompok yang merasa bahwa hidup ini mengecewakan dan gagal. Namun, mereka lebih mengarahkan perasaan kecewa tersebut kepada diri sendiri, marah kepada diri sendiri, dan menyalahkan diri. Mereka rentan terhadap gejala depresi. Keempat subjek dalam penelitian ini tidak termasuk dalam dua kelompok tersebut diatas, karena mereka memiliki pola fikir yang lebih positif terhadap kondisi pensiun yang dijalaninya. Hal ini dibuktikan dengan adanya kegiatan yang mereka lakukan setelah masa pensiun tersebut.
Kemampuan keempat responden dalam menyesuaikan diri setelah masa pensiun dipengaruhi oleh perubahan cara fikir dan cara bersikap mereka. Perubahan cara fikir ini sangat diperlukan untuk menghindari stress yang bisa saja melanda para pensiunan tersebut. Perubahan cara fikir ini juga dapat melahirkan ide – ide baru untuk mensiasati masa pensiun yang terjadi. Para pensiunan dapat mulai berkonsentrasi dengan aktivitasnya yang baru. Dengan adanya perubahan cara fikir ini juga dapat membantu proses penyesuaian diri pada para pensiunan. Peppers (Rybash, J.W., dkk, 1985) pun menyebutkan para pensiunan banyak terlibat dalam berbagai aktivitas – aktivitas untuk meningkatkan kualitas waktu luangnya.
Perubahan cara bersikap juga memiliki peran yang penting bagi para pensiunan. Karena secara otomatis aktivitas mereka berubah total. Dari aktivitas perkantoran yang terjadwal menjadi aktivitas luar kantor yang jauh lebih longgar tenggang waktunya. Eisdofer (Santrock, 1999) mengatakan pada saat seseorang pensiun, mereka tidak lagi memiliki lingkungan yang terstruktur dimana mereka memilikinya pada saat mereka bekerja, jadi mereka perlu untuk menjadi fleksibel dan menelusuri dan mengikuti ketertarikan mereka sendiri. Begitu juga Zarit dan Knight (Santrock, 1999) menyatakan bahwa memiliki ketertarikan terhadap sesuatu dan teman – teman yang tidak terkait dengan pekerjaan dapat memperlancar adaptasi dalam pensiun.
Penyesuaian diri yang terjadi pada keempat pensiunan ini berdasarkan hasil dari wawancara, dapat dipengaruhi cara mereka beradaptasi dengan kehidupan barunya. Diawali dengan pemikiran yang matang tentang langkah apa selanjutnya yang akan mereka tempuh disertai dengan bekal yang ada, maka penyesuaian diri pada keempat pensiunan ini pun berhasil.
Versi Lengkap Softcopy Dapat Dipesan 
About these ads

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: