Antara Kecemasan Dan Kepercayaan Diri Dalam Menghadapi Dunia Kerja

Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Islam Indonesia

Kecemasan timbul karena keadaan dimana individu merasa terancam oleh salah satu hal yang dianggapnya menakutkan dan menyakitkan yang berasal dari luar maupun dari dalam (disini individu mengalami kecemasan menghadapi dunia kerja) sehingga menimbulkan kekhawatiran, kegelisahan yang menganggu ketenangan dan kesehatan yang terkadang menimbulkan kekacauan fisik.
Seperti yang dikemukakan oleh Smith (1968) bahwa kecemasan adalah ketakutan tanpa adanya objek yang jelas. Tanda-tanda kecemasan adalah dalam bentuk rasa khawatir dan perasaan lain yang kurang menyenangkan. Biasanya perasaan ini disertai oleh ketidakpercayaan diri dan  tidak mampu menghadapi masalah. Sehingga dapat dikatakan bahwa  kepercayaan diri mempengaruhi kecemasan yang dimiliki seseorang.
Berkaitan pula dengan salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan yaitu faktor kognitif dimana faktor ini menjelaskan bahwa  kecemasan dititikberatkan pada proses persepsi atau tingkah laku yang mungkin menganggu pertimbangan atau perkiraan seseorang tentang bahaya yang dia hadapi. Seseorang mungkin juga berlebihan dalam mempertimbangkan alam atau kenyataan dari ancaman atau ketidakmampuan dirinya untuk mengatasi ancaman dengan cara yang efektif.
Sehingga peneliti dapat mengartikan bahwa ketika seseorang yang mengalami kecemasan yang dipengaruhi oleh faktor kognitif maka orang tersebut akan mengalami proses persepsi atau tingkah laku yang mungkin menganggu pertimbangan atau perkiraan seseorang tentang bahaya yang dihadapi, secara sederhana orang tersebut mengalami sebuah perubahan dalam hal berpikir dan berperilaku. Begitu juga pada orang yang yang mengalami kecemasan menghadapi dunia kerja dimana orang tersebut dapat kehilangan rasa percaya dirinya. Menghadapi dunia kerja dapat dianggap sebagai sebuah bahaya yang sedang dihadapi sehingga timbulnya kecemasan dan hilangnya kepercayaan diri dianggap sebagai perubahan dalam hal berpikir atau bertingkah laku   
Kepercayaan diri juga termasuk dalam faktor behavioral yaitu kecemasan berfokus pada cara symptom-symptom gangguan kecemasan diperkuat atau dikondisikan. Maksudnya ketika seseorang memiliki rasa percaya diri maka gangguan kecemasan dapat berkurang namun jika kepercayaan diri kurang maka dapat memperkuat kecemasan yang dialami seseorang. Masa kanak-kanak juga dapat berpengaruh dalam pembentukan kepercayaan diri ini namun para peneliti tidak mencari penyebab konflik ketidaksadaran atau pengalaman masa kanak-kanak karena fenomena tersebut tidak dapat diamati secara langsung.
Orang yang percaya diri akan lebih optimis dalam menghadapi tantangan. Jadi menghadapi dunia kerja bukan sesuatu yang menakutkan jika orang tersebut dapat berpikir positif. Percaya diri juga tidak takut dengan persaingan karena keyakinan yang ada pada iri seseorang sehingga tidak sesuatu yang dapat menghambatnya masuk dalam dunia kerja.
About these ads

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: