DENGAN AJARAN AGAMA, AKU MAKIN BAHAGIA STUDI KUALITATIF KUALITAS PERKAWINAN INDIVIDU YANG MENIKAH TANPA PACARAN NON PERJODOHAN

Pendahuluan

Setiap individu tentu butuh dekat dengan individu lain, butuh untuk mendapat rasa aman dan perhatian dari orang lain, butuh untuk berbagi perasaan dan pengalaman dengan orang lain, serta butuh untuk dicintai orang lain, karena manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dan tidak mungkin bisa hidup sendiri. Terutama untuk dapat diterima dan dicintai, maka seorang individu harus bisa menjalin hubungan yang baik dan dekat dengan orang lain.

Perasaan dekat dan cinta kadang-kadang bermula dari sebuah jalinan persahabatan yang telah terjalin cukup lama, namun bisa pula datang dengan tiba-tiba. Perasaan dekat atau cinta yang telah terbina dalam jangka waktu tertentu bisa saja akan meningkat menjadi perasaan saling membutuhkan, menimbulkan kehangatan, dan menumbuhkan rasa nyaman.

Belajar mencintai adalah suatu hal yang penting. Oleh karena itu Hunt (dalam Tucker, 2000) menganjurkan bahwa setiap individu harus mempelajarinya dengan lebih serius jika ingin cintanya terus bersemai. Kedekatan yang penuh cinta dan saling memahami sangat diperlukan dalam membina suatu hubungan, terutama hubungan dalam sebuah ikatan perkawinan.

Tucker (2000) menyatakan bahwa tingginya tingkat perceraian pada pasangan yang menikah usia muda di Amerika Serikat terjadi karena mereka belum belajar banyak tentang bagaimana saling mencintai. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk menikah, biasanya masyarakat Amerika setidak-tidaknya telah mempunyai dua atau tiga hingga sepuluh pengalaman tentang bercinta. Pengalaman bercinta merupakan suatu langkah awal yang diharapkan bisa menjadi pengalaman yang berharga dalam kehidupan perkawinan, karena dengan semakin banyak pengalaman bercinta, maka individu akan bisa lebih memilih orang yang menarik untuk dicintai, lebih mampu mengekspresikan perasaan cintanya, lebih tahu cinta yang sebenarnya, lebih bisa menjalin hubungan dekat dengan orang lain, lebih bisa mengerti orang lain, serta lebih tahu tuntutan pribadi dalam masalah cinta (Tucker, 2000).

Perkawinan adalah peristiwa hidup yang pokok. Setiap individu tentu ingin hidup dengan orang yang dicintai dengan penuh kebahagiaan. Mereka ingin agar keluarga yang mereka bina bisa sehat dan bahagia, sehingga akan membawa kedamaian dan ketentraman serta terbina dalam jangka waktu yang lama. Untuk mencapai sebuah perkawinan yang penuh kebahagiaan, setiap individu harus mempersiapkan segala sesuatu yang kiranya akan dapat menjadikan tujuan perkawinan tercapai. Salah satu persiapan untuk mencapai perkawinan yang bahagia ialah dalam masalah seleksi calon pasangan.

Keinginan untuk mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan agar bisa menuju kehidupan perkawinan yang berbahagia dan langgeng merupakan keinginan besar yang tentunya ingin dicapai oleh setiap individu yang hendak membina rumah tangga. Untuk maksud itulah maka usaha mengenal lebih jauh karakteristik serta sifat calon pasangan sangat diperlukan. Tujuannya ialah agar nanti ketika sudah menikah pasangan tersebut bisa mudah untuk saling memahami, saling menyesuaikan diri, dan sebisa mungkin menghindari konflik-konflik yang bisa terjadi akibat karakteristik pasangannya yang mungkin tidak sesuai dengan harapannya.

Islam pun mengajarkan kepada umatnya yang hendak menikah untuk terlebih dahulu mengenal lebih jauh calonnya sebelum memutuskan untuk mengawininya. Pengenalan awal yang lebih dikenal dengan istilah khitbah atau meminang ini tujuannya ialah agar seseorang yang ingin menikah tahu banyak tentang kelebihan serta kekurangan calon pasangannya

Salah satu cara menyeleksi calon pasangan yang kini banyak ditempuh oleh para remaja ialah dengan pacaran atau dating. Pada saat pacaran, sepasang individu yang saling jatuh cinta biasanya sering menghabiskan waktu berdua, saling berbagi pengalaman dan perasaan, serta merasa saling memiliki. Dari perilaku serta hubungan yang mereka tunjukkan, nampak bahwa sepasang individu yang sedang berpacaran juga mencoba untuk saling mengenal lebih jauh karakter serta sifat masing-masing.

Kualitas pacaran ternyata memiliki dampak yang positif bagi peningkatan kepuasan perkawinan (Nurviki, 2004). Semakin baik kualitas pacaran seseorang, maka akan semakin baik pula kepuasan perkawinan yang akan dirasakannya. Pacaran yang merupakan langkah untuk mengenal pasangannya secara lebih jauh termasuk salah satu hal yang dapat meningkatkan kesuksesan perkawinan (Kompas, 14 Mei 2004).

Saat ini, pacaran merupakan fenomena umum dan tidak asing lagi bagi berbagai kalangan usia. Sebagian besar masyarakat nampaknya meyakini bahwa pacaran merupakan awal yang tepat untuk menuju mahligai perkawinan yang bahagia. Hal tersebut setidaknya nampak dari banyaknya ditemui pasangan yang mengawali perkawinan mereka dengan pacaran.

Pada masa pergaulan bebas saat ini, banyak pola perilaku berpacaran telah menyimpang dari esensi atau maksud dari pacaran sebagaimana dimaksudkan oleh kebanyakan orang. Pacaran saat ini telah menyerupai pola perilaku orang yang sudah menikah. Akibatnya, banyak ditemukan remaja-remaja putri yang sudah tidak perawan lagi meskipun mereka belum menikah. Kejadian ini sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian Wijayanto (2003), yang menyatakan bahwa sebagian besar mahasiswi di Daerah Istimewa Jogjakarta sudah tidak perawan lagi. Begitu pula hasil penelitian yang dilakukan Sahara Indonesia (2000-2002) yang mencatat bahwa 51,1 persen remaja di Bandung telah melakukan hubungan sJustify Fulleksual di tempat kost (Majalah Gemari, edisi Juni 2003).

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: