HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS BERPUASA SUNNAH DENGAN KONTROL DIRI PADA REMAJA

Pendahuluan

Remaja merupakan generasi penerus pembangunan. Untuk itu mereka perlu membekali diri dengan pengetahuan dan ketrampilan yang bermanfaat bagi dirinya maupun masyarakat. Remaja juga perlu berlatih untuk memanfaatkan waktu seefisien mungkin, sehingga nantinya mampu mengisi pembangunan dan memajukan bangsa. Namun pada kenyataannya sekarang ini banyak dijumpai masalah-masalah yang melibatkan remaja, seperti kenakalan remaja, depresi dan juga masalah-masalah penyesuaian diri, atau masalah yang mungkin timbul karena tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan, baik kebutuhan fisik, kebutuhan psikis, maupun kebutuhan sosial. Perilaku menyimpang yang terjadi pada masa remaja bila dibiarkan akan berkembang menjadi perilaku yang mengganggu (Ekowarni, 1993).

Keadaan ini tentu saja mengkhawatirkan, terutama bila dilihat posisi remaja sebagai penerus bangsa. Untuk itu remaja dituntut untuk mengembangkan diri secara optimal agar dapat meneruskan kelangsungan hidup bangsa. Kesenjangan antara harapan dan kenyataan ini dapat diatasi apabila remaja dapat mengatur dan mengarahkan perilakunya yang dapat membawa kearah konsekuensi positif serta mampu mengatasi masalahnya dan bertanggung jawab.

Masalah remaja tersebut tidak terlepas dari kondisi remaja yang berada pada masa kritis. Pada masa ini remaja mengalami ketegangan emosi (Hurlock, 1973). Akibat ketegangan emosi ini remaja sering terlibat dalam berbagai permasalahanan seperti kenakalan remaja, depresi, mal adaptif, masalah karena tidak terpenuhinya kebutuhan fisik, psikis maupun sosial. Contoh kongkrit hal ini adalah dipenuhinya tahanan dari remaja berstatus mahasiswa di ruang tahanan Kepolisian Resort (Polres) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka semua ditahan karena terlibat kasus narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). (Kompas, 8 Maret 20003). Jika diobservasi lebih mendalam, ternyata tidak semua remaja melakukan tindakan menyimpang, meskipun mereka juga mengalami kebingungan, konflik, dan ketegangan. Dengan cara yang bisa diterima masyarakat, mereka juga melakukan aktivitas yang disukai, bersifat positif dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Tidak sedikit di antara mereka yang berprestasi di bidang yang mereka tekuni.

Manusia sebagai individu mempunyai suatu sistem pengaturan diri (self regulation), yang memusatkan perhatian pada pengontrolan diri (self Control). Proses ini menjelaskan bagaimana diri (self) mengatur dan mengendalikan perilaku. Menurut Goldfried dan Merbaum (dalam Lazarus, 1976), pengontrolan diri berarti suatu proses yang menjadikan individu sebagai agen utama dalam membimbing, mengatur, dan mengarahkan bentuk-bentuk perilaku yang dapat membawanya kearah konsekuensi positif.

Pengontrolan diri berkaitan dengan bagaimana individu mengendalikan emosi dalam dirinya. Konsep populer mengatakan bahwa semakin berhasil seseorang menekan ekspresi yang tampak, maka semakin baik pengendalian dirinya. Namun konsep ilmiah mengemukakan pendapat yang berbeda. Menurut konsep ilmiah, pengendalian emosi berarti mengarahkan energi emosi ke saluran ekspresi yang bermanfaat dan dapat diterima secara sosial. Memang konsep ilmiah menekan pengendalian, tetapi bukan berarti penekanan (Hurlock, 1990).

Dari penjelasan di atas dapat dikatakan, bahwa kemampuan mengontrol diri memungkinkan seseorang untuk berperilaku lebih terarah dan dapat menyalurkan dorongan dari dalam dirinya secara benar dan tidak menyimpang dari norma dan aturan yang berlaku di masyarakat. Dalam kaitan dengan remaja, kemampuan mengontol diri dapat membantu remaja mengendalikan diri dan mengatur perilakunya sehingga mencegah mereka dari perbuatan menyimpang. Jadi, untuk dapat mengatasi masalahnya, salah satu kunci pokoknya adalah remaja harus belajar mengontrol diri terhadap perilaku yang dapat mengarah pada konsekuensi negatif serta harus belajar mengendalikan emosi dalam dirinya.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: