HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN

Pendahuluan

Menghadapi era persaingan yang semakin ketat, dunia industri dituntut untuk mengupayakan seoptimal mungkin peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kesuksesan, kegagalan, kemajuan atau kemunduran suatu usaha akan sangat terkait dengan pribadi individu yang terlibat dengan kegiatan tersebut. Sumber daya manusia (SDM) membawa peranan penting dalam keberhasilan suatu usaha. Banyak kompenen yang mendukung terciptanya kesuksesan sebuah perusahaan, salah satunya adalah motivasi kerja dari karyawan perusahaan itu sendiri. Karyawan dengan motivasi kerja tinggi akan memiliki semangat, hasrat, keinginan, dan energi dalam dirinya untuk melaksanakan tugasnya seoptimal mungkin. Handoko (1992) menyatakan bahwa menilai dan memahami seseorang (karyawan), tidak cukup dengan melihat tindakan atau tingkah lakunya. Namun motivasi yang menjadi daya penggerak tingkah laku itu juga harus dicermati, karena ternyata lebih menentukan sebagai daya penggerak tingkah laku. Anoraga (2001) berpendapat untuk menimbulkan pandangan dan sikap yang menghargai kerja sebagai sesuatu yang luhur, diperlukan dorongan atau motivasi. Saputra (dalam Imron, 2002) memberikan suatu pemahaman bahwa eksistensi manusia dapat diperoleh melalui suatu prestasi dari sebuah hasil karya dan kerja. Motivasi kerja karyawan yang tinggi akan membawa dampak yang positif bagi perusahaan dan meningkatkan daya saing karyawan untuk lebih berprestasi.

Memasuki era pasar bebas saat ini, tenaga kerja yang kurang memiliki motivasi kerja yang tinggi tentu akan sulit bersaing dengan tenaga kerja asing. Perusahaan yang memperkerjakan karyawan juga mengharapkan suatu motivasi kerja yang baik daripada karyawannya. Motivasi kerja yang baik ini ditujukan untuk mencapai sasaran-sasaran yang diinginkan oleh perusahaan, misalnya adanya peningkatan hasil kerja karyawan itu sendiri dan semakin besarnya perolehan keuntungan yang dapat diraih oleh perusahaan. Collins (dalam Ibrahim, 1997) mengatakan, kenyataan menunjukan bahwa perhatian dan keterlibatan dalam motivasi pegawai dapat menjadi faktor utama yang dapat membantu bisnis kecil meningkatkan produktivitas untuk memperbaiki perolehan laba. Untuk itu perusahaan tentu akan lebih memilih bahkan mengutamakan tenaga kerja yang memiliki motivasi kerja tinggi dan bila perlu perusahaan akan merekrut tenaga kerja yang lebih berkualitas dalam mengatasi persaingan yang ketat, pada era pasar bebas nanti. Tanpa upaya peningkatan sumber daya manusia, minimal setara dengan tingkat kemampuan sumber daya manusia negara lain, masyarakat Indonesia tidak akan mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang akan beroperasi di Indonesia. Dalam seminar ketenaga kerjaan di Bali, dua pembicaranya Yusril dan Anda V (Bali Post, 2003) mengungkapkan bahwa potensi tenaga kerja Bali dan Indonesia masih kalah dalam penguasaan bahasa dan motivasi kerja. Tenaga kerja Indonesia merasa cukup bekerja kalau hari sudah sore, sementara tenaga kerja luar negeri tak mau berhenti sebelum pekerjaannya tuntas. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Feisal Tamim menyatakan bahwa kondisi pegawai negeri saat ini 60% tidak berkualitas termasuk didalamnya perihal motivasi kerja (Suara Merdeka, 2002).

Berkaitan dengan pelaksanaan penelitian ini, lokasi penelitian yaitu Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha Propinsi Kalimantan Barat memiliki masalah dalam hal realisasai laba/rugi yang diterima perusahaan. Hal ini disinyalir berkaitan dengan unsur motivasi kerja SDMnya. Rendahnya motivasi kerja karyawan pada perusahaan ini terlihat dari sikap kerja dan produktifitas hasil kerja yang rendah. SDM cenderung terlalu santai dan kurang kompetitif dalam melaksanakan pekerjaannya, hal ini ditangkap penulis dalam observasi singkat saat menilik lokasi penelitian. Keadaan ini membuat Perusda Aneka Usaha tidak mampu bersaing dengan pengusaha swasta yang ada di Kalimantan Barat. Hal ini menjadi sangat berpengaruh pada realisasi laba/rugi yang diterima perusahaan. Dari data yang diperoleh, selama 3 tahun berturut-turut dari tahun 2000 sampai 2002 perusahaan mengalami rugi rata-rata 400 juta rupiah setiap tahunnya sebelum dikenakan pajak. Hal ini tentu menjadi permasalahan besar yang harus dipecahkan Perusda Aneka Usaha Propinsi Kalimantan Barat untuk dapat terus bertahan. Sebagai satu-satunya perusahaan yang dikelola oleh pemerintah daerah dan bergerak pada pemberian jasa pelayanaan percetakan, pengadaan barang dan ATK (Alat Tulis Kantor), pelayanan jasa kebersihan, dan pelayanan angkutan sungai, serta beberapa usaha lainnya, seharusnya Perusda Aneka Usaha Propinsi Kalimantan Barat dapat memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pemerintah melalui profit yang dihasilkan.

Uraian di atas menunjukan bahwa unsur manusia memegang peranan yang sangat besar pada kelangsungan hidup dan kesuksesan suatu perusahaan dan nantinya, sebagai pemegang roda perekonomian, kesuksesan perusahaan atau usaha ekonomi akan sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian negara. Untuk itu peningkatan SDM menjadi perlu sekali diperhatikan, tidak hanya pada masalah taraf kecerdasan kognisinya, tetapi juga kecerdasan emosi serta spiritualnya guna mewujudkan SDM yang benar-benar berkualitas. Cooper dan Sawaf (2000) menyatakan bahwa kontribusi IQ terhadap keberhasilan seseorang dalam dunia nyata hanya menyumbang 4% dan lebih dari 90% keberhasilan kemungkinan berhubungan dengan bentuk-bentuk kecerdasan yang lain. Jika 90% lebih keberhasilan seseorang dalam dunia nyata bisa ditentukan oleh bentuk kecerdasan lain, peneliti menduga bahwa motivasi kerja sebagai penggerak dalam perilaku kerja juga berhubungan dengan banyak faktor antara lain adalah faktor kecerdasan spiritual.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: