HUBUNGAN ANTARA NILAI HIDUP DENGAN AGRESIVITAS REMAJA

Pendahuluan

Perkembangan dunia saat ini begitu cepat. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi serta jaringan informasi yang sangat canggih menjadikan kehidupan sangat kompleks. Hal ini akan membawa dampak terhadap perkembangan remaja. Para remaja dalam menghadapi permasalahan-permasalahannya, ada yang mampu memenuhi tuntutan dan kebutuhan diri sendiri, dan ada yang tidak mampu memenuhi tuntutan yang ada dilingkungannya yang sangat cepat bertambah dan berubah. Hal ini dikarenakan remaja berada pada fase perkembangan dan pertumbuhan di mana remaja akan mencari identitas diri.

Perubahan-perubahan sosial yang cepat sebagai konsekuensi modernisasi, industrialisasi dan kemajuan teknologi mengakibatkan perilaku agresif remaja di Indonesia semakin meningkat. Kebanyakan remaja berstatus sebagai pelajar adalah individu yang mengalami transisi dari kehidupan anak-anak menuju kehidupan orang dewasa yang ditandai dengan perubahan dan perkembangan baik segi fisik, psikis, dan sosial (Monks dkk, 1991).

Tindak kekerasan remaja di Indonesia sekarang seperti yang banyak dilansir oleh berbagai media telah mencapai tingkat yang membahayakan. Sebagai contoh, yang dialami AS usia 17 tahun dan NR usia 18 tahun. Keduanya adalah pelajar SMU di Yogyakarta melakukan penganiayaan terhadap JP karena bersenggolan saat mengendarai sepeda motor (Kedaulatan Rakyat, 19 September 2003). Kasus yang dialami oleh YI usia 16 tahun pelajar Sekolah Menengah Umum di Yogyakarta ia dikroyok oleh temannya sendiri karena korban dianggap oleh tersangka sebagai jagoan di sekolahnya (Kedaulatan Rakyat, 1 November 2004). Tawuran pelajar di Semarang 3 luka, 35 diamankan oleh Polisi, terdapat puluhan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Semarang menyerang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah dikarenakan balas dendam (Kedaulatan Rakyat, 1 Mei 2005). Di Jepara salah seorang pelajar Madrasah Aliyah Negeri melakukan penusukan terhadap warga karena sakit hati (Kedaulatan Rakyat, 14 Mei 2005). Di Wates seorang remaja usia 20 tahun melakukan penganiayaan terhadap tetangganya sendiri karena tersinggung (Kedaulatan Rakyat, 1 Oktober 2005). Tawuran antar tiga kelompok pelajar Sekolah Menengah Kejuruan yang terdiri dari Sekolah Menengah Kejuruan Dr. Cipto, Sekolah Menengan Kejuruan Pandanaran dan Sekolah Menengah Kejuruan Majapahit diawali dengan sweeping gabungan antara pelajar dari SMK Dr. Cipto dan pelajar dari SMK Pandanaran dengan sasaran SMK Majapahit diduga karena dendam lama (Kedaulatan Rakyat, 3 Oktober 2005). Inilah citra yang paling buruk terhadap pelajar dan dunia pendidikan sekaligus.

Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan pada tahun 1999 korban meningkat dengan 37 korban tewas. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat (Tambunan, 2001)

Problem-problem sosial yang banyak muncul di kalangan remaja saat ini juga didukung oleh kondisi psikologis dan emosi para remaja itu sendiri. Menurut Daradjat (1974) masa remaja adalah suatu masa dari umur manusia yang paling banyak mengalami perubahan. Perubahan-perubahan yang terjadi itu, meliputi segala segi kehidupan manusia, yaitu jasmani, rohani, pikiran, perasaan dan sosial. Sedemikian besar perubahan itu sehingga kadang menjadikan remaja berperilaku agresif.

Perilaku agresi adalah perilaku yang ditujukan untuk menyakiti makluk hidup lain secara fisik maupun verbal. Para ahli ilmu sosial menggunakan istilah agresi untuk setiap perilaku yang bertujuan menyakiti badan atau perasaan orang lain (Bailey, 1998). Agresi melibatkan setiap bentuk penyiksaan psikologis atau emosional. Remaja lebih menunjukkan perilaku agresif dari pada anak-anak dan orang dewasa, dalam masa yang masih labil, remaja mempunyai kecenderungan yang lebih besar untuk berperilaku agresi.

Perilaku agresi remaja tersebut menurut Santoso (1994) akhir-akhir ini menunjukkan gejala semakin mengalami peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Perilaku tersebut juga semakin tidak pandang bulu dan tidak memilih tempat dan waktu (Sarwono dalam Koeswara, 1988).

Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku agresivitas, di antaranya kelompok sebaya dapat juga mempengaruhi munculnya sikap agresi remaja. Pada masa remaja perkembangan individu ditandai juga dengan terjadinya dua macam gerakan yaitu gerakan memisahkan diri dari orang tua dan menuju ke arah teman sebaya (Monks dkk, 2001). Lingkungan masyarakat di mana individu berada turut pula mempengaruhi terbentuknya sikap agresi remaja.

Nilai-nilai yang berlaku di masyarakat di mana individu tersebut berada dapat digunakannya sebagai dasar untuk membentuk sikapnya. Sementara pada sisi yang lain, sudah sangat sering terdengar berita tentang bagaimana “kerasnya” dunia remaja. Berita tentang perkelahian, tawuran, pemerkosaan dan tindakan lainnya yang bahkan sering kali mengarah kepada tindakan kriminal mudah ditemukan dalam berbagai media cetak maupun media elektronik.

Remaja bisa berperilaku agresi walaupun hanya karena alasan yang sepele, seperti adu pandang dengan remaja lain, kata-kata yang menyinggung ataupun alasan kesetiakawanan. Tampaknya begitu mudah dan begitu bebas seorang remaja untuk mengekspresikan agresinya, dengan mengabaikan nilai-nilai dalam hidupnya. Tanpa ada perasaan malu atau takut remaja melukai fisik maupun perasaan orang lain, atau paling tidak akan membuat ketidakserasian antar remaja satu dengan remaja lain. Padahal remaja hidup dalam lingkungan budaya yang diatur oleh nilai-nilai.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: