HUBUNGAN ANTRA KUALITAS DZIKIR DAN KECEMASAN PADA SANTRI

Pendahuluan

Semua orang pasti pernah merasa cemas. Kecemasan adalah hal normal yang manusiawi, tetapi bagi beberapa orang kecemasan dapat keluar dari pikiran sampai mengacaukan gaya hidup mereka. Beberapa penderita kecemasan mungkin merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak sempurna atau tidak baik, padahal mereka sebenarnya adalah orang-orang yang sangat luar biasa. Mereka memiliki perasaan yang lebih mendalam dari orang lain. Mereka mengkhawatirkan dan peduli akan orang lain lebih dari orang-orang pada umumnya.

Sangat penting untuk diingat bahwa gejala-gejala kecemasan bagaimanapun buruknya bukanlah penyakit kejiwaan, hanya taraf kecemasan yang dialami masing-masing individu berbeda-beda tergantung dari pengaruh serta respon yang diberikan oleh setiap individu (Subandi dalam Sulastri, 2000). Kecemasan tetaplah masalah kecemasan dan tidak akan pernah meningkat sampai ketitik orang menjadi gila. Tidak ada orang yang pernah atau akan pernah menjadi gila karena kecemasan. Dua kondisi itu sangat berbeda dan tidak berhubungan. (http://www.Yakita.or.id/Kecemasan, 3 April 2005).

Kecemasan dapat dan biasa dialami oleh setiap individu dalam kehidupan sehari hari, bahkan terbuka kemungkinan orang-orang yang berada dalam ruang lingkup keagamaan seperti pondok pesantren juga mengalami kecemasan. Pondok pesantren merupakan salah satu tempat pendidikan keagamaan yang populer di Indonesia. Selain sebagai lembaga pendidikan pondok pesantren juga berfungsi sebagai tempat penyiaran agama Islam dan pusat pengembangan jamaah (masyarakat) yang diselenggarakan dalam kesatuan tempat pemukiman dengan masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinanya. Sejarah menunjukkan, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang paling berpengaruh sampai sekarang (Djaelani 1994). Keberadaan pondok pesantren sampai saat ini telah banyak diakui oleh masyarakat dalam kaitanya mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejauh ini sudah banyak di ketahui para tokoh-tokoh berpengaruh yang merupakan hasil dari pendidikan pondok pesantren.

Pondok pesantren merupakan tempat pendidikan bagi para santri didalamnya. Kepribadian seorang santri pada dasarnya adalah pancaran dari kepribadian dari seorang ulama yang menjadi pemimpin dan guru pada setiap pondok pesantren yang bersangkutan. Ulama bagi seorang santri bukan saja berfungsi sebagai guru dan pemimpin, tetapi juga sebagai uswah hasanah (suri tauladan yang baik ). Kharisma dan wibawa seorang ulama mempengaruhi kehidupan setiap santri dalam setiap aspek kehidupanya. Oleh karena itu, apabila seorang ulama telah memerintahkan sesuatu kepada santrinya maka bagi santri itu tidak ada pilihan lain kecuali mentaati perintah itu (Djaelani 1994).

Berdasarkan observasi dan wawancara awal yang dilakukan pada santri pondok pesantren di Kyai Parakan Temanggung, terlihat bahwa kegiatan yang di lakukan para santri sangat padat dan rutin. Kegiatan tersebut dimulai pada saat menjelang sholat shubuh para santri di bangunkan sekitar satu setengah jam sebelum adzan subuh, setelah itu langsung diarahkan untuk kemasjid. Di masjid, para santri melakukan sholat tahajud berjamaah. Setelah selesai tahajud santri mendengarkan tausiah dari ustadz. Biasanya tausiah ini baru selesai adzan subuh berkumandang dan dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah. Kegiatan setelah sholat shubuh adalah mengaji Al-Quran. Setelah itu, para santri mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dimulai sejak pukul tujuh dan baru barakhir pada pukul setengah dua siang. Setelah istirahat sebentar mereka sudah mempersiapkan diri untuk sholat ashar berjamaah. Setelah sholat magrib mereka melakukan hafalan surat. Kemudian seusai sholat isya mereka melakukan belajar .

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: