HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA

Pendahuluan

Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara yang berkembang sedang melaksanakan pembangunan di segala bidang kehidupan. Selain tersedianya sarana dan prasarana pembangunan yang dibutuhkan, kelancaran pembangunan juga tergantung pada kualitas sumber daya manusia. Manusia sebagai salah satu modal dasar pembangunan, termasuk remaja di Indonesia sangat besar jumlahnya dari segi kuantitas. Jumlah remaja yang cukup besar ini menjadi tantangan berat bagi bangsa Indonesia, karena bila dipersiapkan dengan baik dan sejak dini akan memperlancar tercapainya keberhasilan pembangunan. Sebaliknya apabila tidak dipersiapkan dengan baik justru dapat menghambat bahkan dapat menjadi sumber kegagalan pembangunan. Sumber daya manusia berkualitas bukan hanya berbekal ilmu pengetahuan, keahlian, ataupun penguasaan terhadap teknologi saja, tetapi menyangkut pembangunan mental spiritual atau kepribadian. Menurut Masrun dkk, (1986) meningkatnya kualitas manusia meliputi aspek fisik dan non fisik yang keduanya saling berkaitan. Peningkatan kualitas manusia pada dasarnya merupakan peningkatan kualitas non fisik.

Generasi muda, khususnya remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu dipersiapkan sejak dini agar kelak dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, terlebih lagi remaja mengalami storm and stress. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa remaja dirasakan lebih rumit dibandingkan pada masa sebelumnya. Pada masa ini, remaja secara fisik dapat dikategorikan ke dalam kelompok dewasa, namun demikian remaja dianggap belum mampu menyelesaikan tugas orang dewasa. Pertumbuhan psikis pada masa remaja terjadi secara pesat, termasuk masalah emosi. Pergolakan emosi yang terjadi pada masa remaja tidak terlepas dari berbagai macam pengaruh, seperti lingkungan tempat tinggal, keluarga, sekolah, dan teman sebaya serta aktivitas yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Masa remaja yang identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif (Mu’tadin, 2002). Ketidakmampuan remaja untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya menimbulkan berbagai masalah baru, bahkan dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain disekitarnya

Berbagai bukti empirik di tengah-tengah masyarakat menunjukkan semakin banyak remaja yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan obat terlarang, kriminalitas dan kekerasan, kehamilan diluar nikah, tindakan aborsi, seks bebas, serta kenakalan remaja lainnya (Tambunan, 2001; Kompas,2001; Kedaulatan Rakyat, 2004). Contoh di atas hanya beberapa contoh kasus tentang kondisi remaja yang ada di tengah masyarakat dan masih banyak kasus lain yang melibatkan remaja. Kasus tersebut di atas menunjukkan remaja memiliki kecerdasan emosional yang rendah.

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian para ahli (Goleman, 2000) di beberapa negara menunjukkan adanya kaum muda yang mengalami putus asa terhadap masa depan dan keterkucilan, terlibat dalam penyalahgunaan obat terlarang, kriminalitas, kenakalan, dan putus sekolah disebabkan karena terjadi penurunan kecakapan emosi dan sosial. Kondisi ini sangat memprihatinkan, dan menunjukkan bahwa keadaan emosional sangat berpengaruh dalam kehidupan. Penurunan kecakapan emosi menunjukkan kurangnya kemampuan untuk mengatur keadaan emosi. Menurut Gottman & De Claire (1998) adanya kemampuan tersebut akan menjadikan seseorang lebih terampil dalam menenangkan diri ketika marah, lebih terampil memusatkan perhatian, dan lebih mudah dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Kemampuan mengatur keadaan emosi dapat terwujud dalam kecerdasan emosional karena pada dasarnya kecerdasan emosional juga mencakup kemampuan untuk mengendalikan emosi. Hasil penelitian Djuwarijah (2002) juga menunjukkan hal yang senada, bahwa kecerdasan emosional memiliki korelasi negatif dengan agresivitas remaja. Artinya apabila remaja memiliki kecerdasan emosional yang tinggi maka agresivitasnya akan rendah.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: