HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN ISTERI ABRI YANG DITINGGAL SUAMI KE DAERAH KONFLIK

Pendahuluan

Konflik dan bencana alam yang melanda di berbagai daerah Indonesia membuat tugas ABRI menjadi semakin rumit dan kompleks. Setiap anggota ABRI di mana pun dan kapan pun harus siap menjalankan tugas untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI. Tugas yang tidak ringan ini selain harus memiliki sikap profesional juga membutuhkan dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Tugas di berbagai daerah harus diembannya, tidak jarang membuat ABRI harus pergi jauh meninggalkan keluarga. Peran sebagai isteri ABRI diharapkan mampu memberikan dorongan dan semangat moril serta isteri harus mampu mengurus suami demi kelancaran tugas suami sehingga suami dapat melaksanakan tugas dengan tanggung jawab sebagai aparat keamanan negara. Isteri harus memahami suami terutama ketika suami diharuskan bertugas keluar daerah.

Konflik yang terjadi di berbagai daerah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Secara fisik dampak konflik terhadap masyarakat adalah kehilangan tempat tinggal, harta dan pekerjaan. Sedangkan secara psikologis, konflik itu mengakibatkan kecemasan. Kecemasan ini juga terjadi pada para isteri ABRI yang suaminya ditugaskan ke daerah konflik. Kecemasan ini disebabkan kekhawatiran akan keselamatan suaminya.

Salah satu daerah konflik yang menuntut didatangkannya bantuan dari ABRI adalah konflik GAM di Aceh. Para isteri ABRI yang ditinggal suaminya
untuk bertugas ke Aceh merasa sangat cemas karena membayangkan situasi konflik yang dapat mengancam keselamatan nyawa suaminya. Kecemasan itu semakin besar ketika gelombang Tsunami yang melanda Nangroe Aceh Darussalam pada hari Minggu, 26 Desember 2004. Isteri Brimob Polda Kaltim yang para suaminya dikirm ke Aceh merasa sangat cemas mendengar adanya bencana tersebut. Perasaan cemas yang dialami isteri disebabkan karena ketidakpastian nasib suami tercinta (www.patroliNet.com 28/12/2004). Bentuk ketidakpastian tersebut berupa isteri tidak mengetahui situasi dan kondisi didaerah konflik serta tidak ada kabar dari suami setelah terjadinya bencana Tsunami.

Calhoun dan Acocella (1990) menyatakan kecemasan adalah ketakutan yang tidak nyata, suatu perasaan terancam sebagai tanggapan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak mengancam. Kejadian ini dimungkinkan dalam bentuk nyata dan kabur serta dapat bersifat realistik dan tidak realistik. Puspen TNI Kolonel CAJ Kriswasana mengharapkan bahwa dengan tidak adanya kepastian akan nasib suami di medan perang mengharapkan adanya kesiapan mental dari para isteri ABRI untuk siap dengan kenyataan yang terjadi bila terjadi sesuatu dengan suaminya dan siap berperan ganda ketika suami sedang tidak berada di sisinya. Para isteri ABRI diharapkan mampu berperan sebagai kepala rumah tangga maupun sebagai ibu dari anak-anaknya (www.tni.mil.id 24/02/2005).

Kepergian suami untuk tugas kedaerah konflik ini membawa perubahan yang besar yaitu adanya perubahan dalam pola hidup dan cara berpikir. Isteri harus bertanggung jawab terhadap anak-anak terutama isteri harus dapat menggantikan figur ayah untuk sementara waktu sehingga anak-anak tidak kekurangan kasih sayang. Keadaaan isteri yang ditinggal suami akan semakin terasa bila menghadapi masalah terutama pada anak-anak, masalah ekonomi, dan belum lagi masalah psikologis yang timbul seperti kebutuhan isteri akan perhatian, perlindungan dan kasih sayang dari suami.

Beratnya tanggung jawab yang dipikul menyebabkan timbulnya berbagai kecemasan akan kehidupan yang akan dilalui di masa yang akan datang. Tekanan-tekanan psikologis yang dimunculkan sebagai dampak dari kepergian suami tersebut akan tetap ada dengan kapasitas yang berbeda – beda pada masing-masing individu, setidaknya ada perasaan lemah dan gelisah. Hal ini bersumber dari sederetan perubahan kehidupan yang terjadi sepeninggal suami dan tuntutan kemampuan untuk tetap menjalankan tugas dan kewajiban mengasuh anak – anak tanpa didampingi suami.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: