KONSEP POLA ASUH KELUARGA MUSLIM

Pendahuluan

Pada era sekarang ini, arus informasi terbuka secara cepat yang tentunya membuat tugas orang tua menjadi semakin berat, terutama jika dikaitkan dengan tugas mendidik anak. Oleh karena itu Darajat (dalam Djuwariyah, 2002) mengatakan bahwa orang tua harus dapat berkompetensi untuk meraih peluang dengan memperhatikan kemampuan dan mengetahui ciri-ciri perkembangan yang dilalui oleh anak pada setiap umur, sehingga anak dapat dinilai dengan kepribadian yang terdapat dalam agama.

Keluarga sebagai sistem merupakan lingkungan pertama yang dikenal anak sejak lahir. Orang tua sebagai kepala keluarga mempunyai peranan yang penting dalam memberikan hidup, tanggung jawab dan berkewajiban mengusahakan perkembangan anak yang sehat, baik jasmanai maupun rohani. Proses ini dapat dilakukan melalui pola asuh orang tua terhadap anaknya. Seperti pendapat yang dikemukakan oleh Haditono (1979) bahwa peranan dan bantuan orang tua tercermin dalam pola asuhnya.

Perkembangan yang dialami oleh anak adalah perkembangan jasmani dan rohani. Oleh karena itu didalam membantu perkembangan, orang tua diharapkan mampu menerapkan pola asuh yang sesuai dengan masa perkembangan anak. Untuk menjaga keseimbangan, agar tidak terjadi kelainan pada anak.

Pada dasarnya dalam keluargalah anak berkembang, oleh karena itu keluarga menduduki tempat terpenting bagi terbentuknya pribadi anak secara keseluruhan yang akan dibawa sepanjang hidupnya, keluargalah pembentuk watak yang memberi dasar rasa keagamaan, penanaman sifat, kebiasaan, hobby, cita-cita dan sebagainya. Sedangkan lembaga-lembaga lain dimasyarakat adalah sekedar membantu, melanjutkan, memperbanyak, apa yang telah diperoleh dari keluarga.

Beberapa ahli telah membahas masalah pola asuh orang tua dan mengadakan penelitian, kemudian ada yang mencoba membagi bentuk-bentuk pola asuh dari sudut pandang masing-masing. Sepengetahuan penulis, ada beberapa ahli dari Barat yang membagi bentuk pola asuh, antara lain :
1. Marburger ( dalam Haditono, 1979) membagi pola asuh menjadi 2 tipe berdasarkan reinforcement positif dan negative
2. Hurlock (1976) mengemukakan pula tentang adanya 3 model pola asuh, yaitu ; pola asuh otoriter, demokratis dan permisif
3. Baumrind (dalam Yeniar Indriana, 1992) juga membedakan pola asuh menjadi 3 yaitu ; otoritatif, otoriter, dan permisif
4. Lafore (dalam Jersild, 1975) membedakan pola asuh orang tua menjadi 4 model yaitu ; dictators, cooperators, temporizers dan appeasers.
Ke-4 ahli diatas berasal dari Barat, mengeluarkan teori pola asuh hasil dari penelitian di luar negeri (Barat), yang kita ketahui ada banyak perbedaan-perbedaan masyarakat, budaya, latar belakang orang tua dan anak, sikap religi dan kebiasan-kebiasan lain yang mungkin dapat mempengaruhi pola asuh orang tua.

Menurut Hoffman dan Lippit (dalam Mussen, 1970) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pola asuh yaitu ; latar belakang orang tua dan anak, semisal tentang sikap religi (keberagamaan), di Indonesia sangat mengutamakan sikap ini. Sehingga dalam menjalani kehidupan sehari-hari bisa dipastikan terdapat pertimbangan agama, termasuk dalam hal ini dalam mengasuh anak.

Bangsa Indonesia sejak dahulu telah dikenal sebagai bangsa yang religius. Agama telah memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, baik secara formal kenegaraan maupun kehidupan pribadi (Subandi).

Berbeda dengan kondisi masyarakat luar negeri (Barat). Masalah agama bukan merupakan pertimbangan penting yang mendasari kehidupan. Sehingga, kemungkinan ada perbedaan penerapan teori pola asuh yang ada dengan realita penerapan teori pola asuh di masyarakat Indonesia.

Bangsa Indonesia merupakan Negara yang mayoritas beragama Islam. Sehingga teori pola asuh yang ada dalam penerapannya berbeda dengan teorinya. Ada kemungkinan terjadi teori baru dalam pola asuh yang sangat dipengaruhi oleh agama Islam.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: