PERBEDAAN TINGKAT KEBERMAKNAAN HIDUP DITINJAU DARI AKTIVITAS DUGEM DI YOGYAKARTA

Pendahuluan

Era globalisasi memberikan perubahan besar pada tatanan dunia secara menyeluruh dan perubahan itu dihadapi bersama sebagai suatu perubahan yang wajar. Sebab mau tidak mau, siap tidak siap perubahan itu diperkirakan bakal terjadi. Di kala itu manusia dihadapkan pada peradaban umat manusia. Sedangkan disisi lain manusia, dihadapkan kepada malapetaka sebagai dampak perkembangan dan kemajuan modernisasi dan perkembangan teknologi itu sendiri (Korten, D.C. dalam Jalaluddin, 2002).

Selain itu, era global yang bertepatan dengan millenium III, ditandai juga oleh proses kehidupan mendunia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi, serta terjadinya lintas budaya. Kondisi ini mendukung akan terciptanya berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia.
Kehidupan manusia di era global mengacu ke kehidupan kosmopolitan (warga dunia). Batas geografis negara akan melebur menjadi kawasan global (dunia satu).

Di pihak lain, dampak mobilitas manusia yang semakin tinggi dan kemudahan transportasi, terjadi proses lintas budaya yang cepat. Dukungan dari kecanggihan sistem informasi, menjadikan dunia semakin transparan. Apa yang terjadi di suatu tempat, di wilayah tertentu, dengan mudah dan cepat tersebar dan diketahui masyarakat dunia, hampir tak ada yang tersembunyi. Pengaruh ini ikut melahirkan pandangan yang serba boleh (permissiveness). Apa yang sebelumnya dianggap tabu, selanjutnya dapat diterima dan dianggap biasa. Nilai sebagai sesuatu yang dianggap benar dan diyakini, serta perlu dipertahankan. Sementara itu mereka pun memerlukan produk teknologi yang menjanjikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan hidup (Jalaluddin, 2002).

Produk teknologi yang menjanjikan kemudahan, keamanan dan kenyamanan hidup, manusia dihadapkan dengan berbagai benturan yang ada, baik sosial, ekonomi, budaya, dll. Dalam kondisi seperti itu, manusia akan mengalami konflik batin secara besar-besaran. Konflik tersebut sebagai dampak dari ketidakseimbangan antara kemampuan iptek yang menghasilkan kebudayaan materi dengan kekosongan rohani. Kegoncangan batin yang diperkirakan akan melanda umat manusia, dan akan mempengaruhi kehidupan psikologis manusia. Keadaan ini dapat menimbulkan keraguan dan kecemasan kemanusiaan (human anxiety); rasa tidak berdaya, tidak berbahagia, cemas, depresi, dan kesepian. Gejala ini sebagian besar banyak diidap oleh masyarakat modern. Terutama masyarakat kontemporer perkotaan yang disebabkan ritme kehidupan yang begitu cepat serta dominannya semangat materialisme.

Modernitas telah membawa manusia ke sebuah dunia ketidakpastian; terengah payah, gagap tak siap berkejaran dengan perubahan yang membuat hari ini segera usang. Ada begitu banyak tawaran, manusia ditarik ke berbagai arah tanpa tahu sepenuhnya standar apa yang mau dipakai untuk memilih gaya hidup tanpa merasa “kuno”. Dunia dengan ketidapastian penuh jutaan tawaran yang mengejar manusia, juga penuh dengan resiko yang menggelisahkan (Rahmani, 2005). Di dalam kehidupan modernitas yang penuh dengan berbagai bentuk perasaan yang mengikuti; rasa jenuh, kehampaan, bosan, takut dan gelisa, keinginan untuk hidup bermakna banyak dipuaskan dengan berbagai bentuk kesenangan yang bersifat materialistik: gaya hidup hedonistik-konsumeristik dan keberagaman dogmatik-fundamentalistik.

Ada banyak definisi soal gaya hidup hedonisme dan salah satu contohnya adalah kebiasaan yang disebut “dugem” -“dunia gemerlap” yang memiliki makna “keluar pada jam malam yang identik dengan hiburan malam”. Di kota besar seperti halnya Yogyakarta, pergi ke tempat dugem sudah menjadi tren. Tren dugem tidak sebatas dilakukan oleh para pekerja, artis, pengusaha besar, kalangan mahasiswa bahkan pelajar pun ikut ke dalamnya. Peminat dugem mempunyai beragam alasan untuk menjadi dugem sebagai salah satu kehidupan mereka. Ada yang sekedar mencari hiburan setelah penat bekerja atau melakukan aktivitas seharian, ada juga yang menjadikan dugem sebagai komunitas kedua sebagai tempat mencari penghidupan.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: