HUBUNGAN ORIENTASI RELIGI INTRINSIK, EMPATI DAN INTENSI AKSI SOLIDARITAS PADA ANGGOTA KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA (KAMMI) – DIY KOMISARIA

Pendahuluan

Kurun waktu satu tahun terakhir ini banyak di jumpai peristiwa-peristiwa menggemparkan yang terjadi pada bangsa Indonesia. Peristiwa-peristiwa tersebut meninggalkan sebuah persoalan sosial yang menuntut perhatian dan solusi dari semua elemen bangsa. Misalnya; peristiwa gempa bumi dan badai tsunami yang terjadi di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan pulau Nias (Republika, 2005). Bencana alam ini menyebabkan banyaknya anak-anak NAD dan pulau Nias terpaksa sekolah di tenda-tenda darurat karena gedung sekolah mereka runtuh dan terpaksa diajar oleh guru-guru bantuan karena para guru mereka banyak yang meninggal dunia. Tidak hanya itu mereka juga terpaksa tinggal di barak-barak pengungsian dan bercampur baur dengan ratusan orang dengan kondisi yang cukup menyedihkan, seperti kurangnya persediaan air bersih. Musibah ini selain meninggalkan luka-luka fisik bagi para korbannya juga meninggalkan luka secara psikis. Tidak sedikit para orang tua, remaja bahkan anak-anak mengalami trauma akibat bencana alam tersebut. Trauma tersebut patut mendapatkan penanganan serius agar para korban bencana alam tersebut dapat kembali hidup normal.

Selain bencana gempa bumi, terdapat pula bencana tanah longsor, banjir, polio, kasus korupsi di KPU, penyimpangan dana BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan busung lapar yang banyak melanda daerah-daerah di Republik Indonesia ini. Menurut seorang dosen IPB kasus busung lapar merupakan fenomena gunung es untuk memberikan gambaran besaran masalah yang tersembunyi jika kasus gizi buruk muncul. Bila ratusan balita menderita gizi buruk dapat diduga ribuan anak lain mengalami gizi kurang dan tidak tampak di mata masyarakat (Kompas, 2005). Kondisi sulit yang dirasakan masyarakat terasa semakin bertambah dengan kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM pada akhir tahun 2005 yang secara otomatis memicu kenaikan harga-harga bahan pokok.

Begitu kompleksnya permasalahan yang melanda bangsa Indonesia ini, menuntut keperdulian dan solusi dari berbagai elemen bangsa, baik itu dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi massa (ormas), termasuk juga perhatian dari gerakan mahasiswa.

Menurut Ishak (1991) mahasiswa pada esensinya adalah lapisan sosial sementara, atau kelompok manusia muda yang dilihat dari segi upaya adaptasi sosial secara total masih dalam kerangka proses. Dalam kaitan dengan pendidikan tinggi, mahasiswa adalah seorang individu yang sedang menjalani kurun waktu tertentu dalam dunia pendidikan, dimana terjembataninya / dikomunikasikannya antara masa pendidikan teoritis introvert dengan masa pendidikan teoritis ekstrovert yang mulai mencocok-cocokan realitas di luar lingkungan kampus dengan kaidah-kaidah teoritis yang mereka pelajari. Dan disinilah bermula wawasan idealismenya sebagai akibat hasil refleksinya antara kenyataan sosial yang ada dengan kaidah-kaidah universal yang mereka pelajari atau yakini.

Dalam diri mahasiswa itu sesungguhnya terdapat dilema. Jika dihadapkan pada kenyataan yang pada satu sisi mereka menggunakan perguruan tinggi sebagai sarana mobilitas vertikalnya atau sarana yang dapat mengantarkan mereka pada lapisan sosial yang lebih tinggi dan bersifat elite baik dari segi ekonomi maupun kekuasaan sebab dengan selesainya menjalani pendidikan tinggi tersebut, mereka dapat memasuki mekanisme birokrasi atau kelompok-kelompok fungsional dalam organisasi negara. Dengan demikian mereka lebih bermartabat dan mendapat “kedudukan” ditengah masyarakat. Tetapi pada sisi lain, mahasiswa tetap secara nyata memiliki keterpanggilan yang kuat pula pada idealismenya dan semangat keperduliannya yang tinggi pada berbagai kenyataan sosial yang tidak menguntungkan bagi rakyat banyak, karenanya semangat tersebut dapat disalurkan dengan berbagai kegiatan yang mendukung pada kearah perbaikan sosial, baik melalui organisasi intra kampus maupun ekstra kampus (Ishak, 1991).

Bagi sebagian mahasiswa yang perduli dengan kondisi sulit yang menimpa masyarakat, organisasi dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengkritisi dan mengajukan solusi terhadap permasalahan yang timbul akibat kebijakan dari pemerintah. Negara Indonesia sendiri pernah mencatat peranan penting mahasiswa dalam mengubah sejarah kebangsaan dan perjalanan demokrasi. Misalnya; Gerakan Mahasiswa Tahun 1966 yang mengangkat isu komunis sebagai bahaya laten. Dari gerakan angkatan ’66 ini kemudian dikeluarkannya SUPERSEMAR (surat perintah sebelas maret) dari Presiden Sukarno kepada penerima mandat Suharto. Peralihan ini menandai berakhirnya ORLA (orde lama) dan berpindah kepada ORBA (orde baru), gerakan mahasiswa tahun 1972. Gerakan ini dikenal dengan terjadinya peristiwa MALARI (Malapetaka Lima Belas Januari) dan gerakan mahasiswa tahun 1998.

Gerakan mahasiswa tahun 1998 ini mengusung agenda reformasi dengan menggulingan rezim orde baru (Sudarma, 2005). Kesuksesan dari aksi-aksi solidaritas yang pernah dilakukan itu tentu saja tidak lepas dari partisipasi para anggota gerakan mahasiswa tersebut. Partisipasi dari masing-masing anggota sangat diperlukan karena apa yang menjadi tuntutan gerakan mahasiswa tidak akan mempunyai daya tekan yang kuat bagi pihak yang dituntut apabila aksi solidaritas dilakukan hanya segelintir anggota. Akibatnya, apa yang menjadi tuntutan gerakan mahasiswa itu akan sulit tercapai. Tetapi, fenomena yang penulis amati saat ini justru menunjukkan kuantitas anggota yang berpartisipasi dalam aksi solidaritas yang diselenggarakan relatif sedikit. Fenomena ini penulis amati terjadi pada gerakan mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) DIY khususnya komisariat Universitas Islam Indonesia. Tetapi sayangnya, sampai saat penelitian ini berlangsung memang belum ada data pasti seberapa besar jumlah penurunan partisipasi para anggota KAMMI dalam aksi solidaritas yang diselenggarakan.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: