EFEKTIVITAS PELATIHAN PENINGKATAN PERAN GURU DALAM MEMBERIKAN BIMBINGAN KEPADA SISWA

Pendahuluan

Pendidikan di jaman sekarang merupakan kebutuhan bagi setiap orang, baik pendidikan yang dimulai dari tingkat yang paling rendah seperti sekolah dasar (SD) hingga ke jenjang yang paling tinggi yaitu perguruan tinggi. Setiap jenjang pendidikan tersebut ditunjang oleh tenaga-tenaga pengajar dengan kualitas akademis yang baik, juga staf pembimbing untuk melaksanakan bimbingan dan konseling untuk siswa (Shetzer dan Stone, 1951). Fungsi bimbingan yaitu untuk memahami individu, untuk hal preventif dan pengembangan individu dan tentunya membantu individu untuk menyempurnakan cara-cara penyelesaian masalahnya (Gunawan, 2001).

Melaksanakan fungsi dari bimbingan konseling ini bukan hanya sebagai tugas dari konselor saja tetapi adanya kerjasama dari wali kelas, guru-guru mata pelajaran dan pastinya pihak komite sekolah seperti kepala sekolah yang di sini sebagai koordinator guru-guru tersebut (Rao, 1981).

Peran guru dalam sekolah adalah sebagai orang yang mampu untuk mengarahkan dan membimbing siswanya menjadi orang yang kreatif dan mandiri juga berprestasi. Peran utama guru sebagai pengajar dan pendidik adalah membantu anak untuk mengajarkan dan membantu mendewasakan anak muridnya. Peran guru sebagai pengajar adalah membantu perkembangan intelektual, afektif, dan psikomotor, melalui menyampaikan pengetahuan, pemecahan masalah, latihan-latihan aktif dan keterampilan. Saat guru menyampaikan pengetahuan, tidak terlepas dari upaya mendewasakan anak, guru berperan dalam menanamkan nilai-nilai yang menjadi nilai ideal dan standar di masyarakat. Bukan hanya sebagai orang yang mengajarkan nilai-nilai tetapi sebagai model memberi contoh untuk anak didiknya.

Peraturan pemerintah yang mengatur tentang kependidikan bahwa untuk membantu siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dan bimbingan konseling, maka diperlukan adanya guru pembimbing khusus (Republika 2003). Perundang-undangan tentang Sistem Pendidikan Nasional nomor 29 pasal 27 tahun 1999 diungkapkan bahwa semua yang termasuk dalam guru pembimbing dikatakan sebagai tenaga kependidikan, dan orang-orang yang bergerak di dalamnya yaitu orang-orang yang menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, membimbing, mengembangkan, mengelola, dan atau memberikan pelayanan teknis dalam pendidikan. Berdasarkan UU pemerintah tersebut, dapat dilihat bahwa guru wajib memberikan pengajaran dan bimbingan guna kelancaran kegiatan belajar mengajar dan untuk membantu karir. Membantu karir untuk siswa bukan hanya tugas konselor sekolah, tetapi adanya bantuan dari guru wali kelas dan seluruh tenaga kependidikan di sekolah.

Guru adalah salah satu komponen dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Oleh karena itu guru, yang merupakan salah satu unsur dibidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedududukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.

Seorang guru memiliki peran yang dianggap ideal bagi siswanya, bila mereka mampu untuk memberikan berbagai pengajaran dan pembelajaran yang dapat diserap oleh setiap siswanya. Peran guru tidaklah hanya pada peningkatan prestasi, dan perhatian akademis untuk siswanya saja, tetapi juga pengembangan moral untuk siswa, mampu memberikan motivasi yang positif agar siswa dapat meningkatkan kualitas belajar, dan menjadi seseorang yang mampu mendisiplinkan siswanya, agar mampu lebih bertanggung jawab kepada perilakunya di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Sekolah yang baik seyogyanya memiliki guru yang bisa memberikan arahan atau bimbingan kepada siswanya, terutama untuk bimbingan karier dan akademis. Menurut Natawijaya (1999) bimbingan harus diberikan kepada peserta didik secara berkesinambungan agar individu tersebut dapat memahami dirinya sehingga ia sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntunan dan keadaan keluarga serta masyarakat. Oleh karena itu di zaman yang penuh kompetensi ini, peran guru dalam memberikan bimbingan kepada siswanya di sekolah menjadi sangat penting. Rao (1981) menyatakan bahwa peran bimbingan dalam meningkatkan motivasi siswa untuk belajar sangatlah besar, karena terkadang mereka mengalami tekanan dalam proses belajar mereka baik itu saat mereka berada di sekolah maupun saat mereka mengerjakan tugas-tugas di rumah.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: