EFIKASI DIRI DAN INTENSI MENYONTEK SISWA SMA MUHAMMADIYAH I PRAMBANAN JOGJAKARTA

Pendahuluan

Pada era globalisasi seperti sekarang ini kebutuhan akan ilmu semakin dirasakan. Perubahan jaman yang semakin maju dengan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, maka berkembangpulalah teknologi modern dengan peralatan yang makin canggih sehingga menuntut terpenuhinya sumber daya manusia yang berkualitas.
Saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami perkembangan yang sangat kompleks akibat derasnya arus informasi, baik melalui media elektronik maupun media cetak dalam kondisi demikian masyarakat Indonesia akan selalu berubah, baik yang berada di pedesaan maupun yang berada di perkotaan. Mempertimbangkan kondisi seperti itu, idealnya pendidikan tidak lagi hanya berorientasi pada masa lalu dan masa kini saja, tetapi sudah seharusnya bisa mengantisipasi dan membahas pembicaraan masa depan. Pendidikan hendaknya dapat melihat jauh ke depan, memikirkan apa saja yang akan dihadapi peserta didik kelak, serta hambatan-hambatan yang dialami.

Unsur yang penting dalam menghadapi era globalisasi dan pasar bebas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan. Padahal anggaran pendidikan di Indonesia hanya satu koma empat persen dari APBN, jauh di bawah negara-negara ASEAN lainnya sehingga proses pendidikan belum berjalan secara optimal baik dari segi sistem pendidikan, lingkungan, fasilitas maupun pada diri individu sendiri. Salah satu bukti adalah adanya pemberitaan di sejumlah surat kabar mengenai bocornya soal-soal Ebtanas di masyarakat. Demikian pula halnya sumber daya manusia kita yang secara umum masih sangat rendah. Menurut catatan badan PBB, sumber daya manusia Indonesia berada pada urutan ke-105 dari 174 negara di seluruh dunia (Kompas, 2000).

Selain itu dari hasil survei World Competitiveness Yearbook menempatkan peringkat daya saing sumber daya manusia Indonesia pada posisi ke-39 pada tahun 1997 dan menurun ke posisi 46 dari 47 negara-negara Asia pada tahun 1999. Penelitian yang terdapat dalam Indeks Pembangunan Manusia, peringkat Indonesia berada pada posisi 109 dari 174 negara di seluruh dunia. Indonesia menduduki rangking ke 109 di bawah Vietnam (Bisik. Com 2001).

Penurunan kualitas SDM akan berpengaruh pada penurunan di berbagai aspek kehidupan di Indonesia, mulai dari kesehatan, kesejahteraan, pertanian, teknologi, perekonomian dan sebagainya. Kualitas pendidikan seseorang sangat menentukan dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia. Bagaimana SDM Indonesia mampu bersaing, kalau kualitas pendidikan yang dimiliki jauh dari yang diharapkan. Hasil penelitian terhadap siswa SD, SLTP dan SLTA hanya menguasai materi pendidikan sekitar 30% (Azahari, 2000).

Kualitas SDM Indonesia sangat tergantung pada proses pendidikan yang telah dilakukan. Proses pendidikan yang dilakukan sudah berjalan sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan atau belum. Seorang peneliti tenaga kerja Amerika Serikat, Marshal (Anwar, 1999) mengungkapkan bahwa, tidak mungkin suatu bangsa memiliki tenaga kerja kelas dunia bila seperempat dari pelajarnya gagal menyelesaikan pendidikan menengahnya.

Persaingan dunia kerja yang semakin ketat dikarenakan semakin tidak seimbangnya jumlah pencari kerja dengan lowongan kerja yang tersedia sehingga menyebabkan semakin banyak dan tinggi persyaratan yang diajukan dalam membuka suatu lowongan kerja, seperti jenjang pendidikan minimal, pengalaman kerja, dan biasanya persyaratan berupa Indeks Prestasi (IP) minimal. Seseorang menempuh pendidikan, yang menjadi target utama bukan hanya ilmu tetapi juga nilai, karena hal itu sering menjadi pertimbangan dan ikut menentukan seberapa kualitas orang itu. Situasi seperti itu membuat para siswa berusaha meningkatkan dirinya dengan berbagai macam cara. Cara yang pertama adalah cara yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan misalnya dengan belajar giat atau mengikuti kegiatan lain yang meningkatkan kemampuannya. Sedangkan cara lainnya adalah mencari jalan alternatif yang dianggap cepat dan mudah untuk meningkatkan nilai dengan cara yang cepat dan dianggap mudah serta kurang disertai dengan usaha seperti tindakan curang diantaranya adalah menyontek.

Konteks pendidikan ataupun sekolah, beberapa perbuatan yang termasuk dalam kategori menyontek antara lain adalah meniru pekerjaan teman, bertanya langsung pada teman ketika sedang mengerjakan tes atau ujian, melihat catatan pada kertas, pada anggota badan atau pada pakaian ketika mengerjakan soal ujian, menerima dropping jawaban dari berbagai pihak luar, mencari bocoran soal, arisan (saling tukar) mengerjakan tugas dengan teman, menyuruh atau meminta bantuan orang lain dalam menyelesaikan tugas ujian di kelas atau tugas penulisan paper dan take home tes.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: