FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI ORANGTUA MELAKUKAN HOMESCHOOLING STUDI KASUS TERHADAP ORANGTUA YANG MELAKUKAN HOMESCHOOLING

Pendahuluan
Setiap orangtua pasti ingin untuk selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan masing-masing orangtua pun pasti mempunyai harapan yang besar terhadap buah hati mereka. Salah satu bentuk usaha dalam memenuhi harapan orangtua tersebut adalah dengan memenuhi kebutuhan pendidikan anak melalui pendidikan formal dengan harapan anak-anak akan tumbuh menjadi anak yang cerdas dan membanggakan.

Sekolah dan universitas adalah suatu institusi yang keberadaannya merupakan suatu respon atas kebutuhan pendidikan masyarakat. Sekolah dan universitas hingga kini dianggap orangtua sebagai tumpuan utama bagi seorang anak dalam meraih masa depan gemilang.

Pentingnya dunia pendidikan juga mendapat tanggapan dari pemerintah dengan mencanangkan program wajib belajar 9 tahun yang merupakan salah satu program yang gencar digalakkan pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Program ini mewajibkan setiap warga negara Indonesia untuk bersekolah selama sembilan tahun, yaitu lebih jelasnya adalah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga (SLTP) kelas 3. Aturan mengenai wajib belajar tersebut diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003; Nomor 78 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301).

Dikala sekolah dianggap suatu institusi yang penting, wajib dan sakral tersebut, kini terdapat banyak orangtua yang beralih untuk tidak menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah formal melainkan mereka menyekolahkan anak-anaknya di rumah melalui suatu program yang dikenal dengan nama homeschooling.

Model sekolah yang dilaksanakan dalam ruang lingkup keluarga atau rumah ini sangat berbeda dengan sekolah seperti yang dikenal selama ini. Perbedaan yang sangat mendasar terdapat pada tempat belajar yang digunakan adalah rumah atau tempat lain yang dapat digunakan untuk belajar. Selain itu anak juga tidak mendapatkan legalitas dalam dunia pendidikan melalui institusi-institusi pendidikan formal melainkan melalui ujian kesetaraan paket A (setara SD) , paket B (setara SMP), dan paket C (setara SMU) (www.sampoernafoundation.org).

Awal kemunculan homeschooling itu sendiri adalah di Amerika Serikat (U.S) (www.kompas.com/kesehatan/news/0503/13/090851.htm). Menurut hasil survey dari National Center of Education Statistics terhadap beberapa orangtua di Amerika Serikat yang melakukan homeschooling didapatkan hasil bahwa alasan yang paling banyak dikemukakan orangtua adalah dapat memberikan pendidikan yang lebih baik kepada anak melalui program homeschooling yaitu 48,9 % orangtua dari 415.000 anak di Amerika Serikat menyatakan alasan tersebut, 38,4 % orangtua dari 327.000 anak menyatakan alasan agama sebagai faktor dalam memutuskan melakukan homeschooling, 25,6 % orangtua dari 218.000 anak menyatakan alasan lingkungan sekolah, 16,8 % orangtua dari 143.000 anak menyatakan alasan keluarga, 15.1 % orangtua dari 128.000 anak menyatakan alasan moral, 12,1 % orangtua dari 103.000 anak menyatakan alasan keberatan dengan apa yang diajarkan kepada anak disekolah, 11,6 % orangtua dari 98.000 anak mengatakan bahwa sekolah tidak menantang bagi anak, 9 % orangtua dari 76.000 anak menyatakan bahwa anak memiliki masalah dengan sekolah, 8,2 % orangtua dari 69.000 anak menyatakan alasan bahwa anak memiliki kelainan khusus, 2,7 % orangtua dari 23.000 anak menyatakan alasan transportasi, 1,8 % orangtua dari 15.000 anak menyatakan alasan anak tidak cukup umur untuk masuk sekolah, 1,7 % orangtua dari 15.000 anak menyatakan alasan bahwa mereka menginginkan anak belajar secara private tetapi tidak mampu, 1,5 % orangtua dari 12.000 anak menyatakan alasan karir orang tua yang tidak hanya menetap di satu kota, 1,5 % orangtua dari 12.000 anak menyatakan alasan bahwa anak tidak dapat masuk ke sekolah yang diinginkan. Berikut disajikan deskripsi dalam bentuk tabel mengenai alasan orangtua di Amerika Serikat melakukan homeschooling

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: