HUBUNGAN ANTARA COMPUTER SELF-EFFICACY DENGAN COMPUTER STRESS

Pendahuluan

Pesatnya perkembangan teknologi komputer dalam dua dasawarsa ini telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kegiatan manusia, mulai dari pekerjaan yang sederhana hingga proyek–proyek besar yang lebih kompleks. Pekerjaan yang dulu dilakukan manusia secara manual telah diganti dengan teknologi komputer yang lebih efisien (Suheimi, 1991). Bahkan pada saat ini satu komputer dengan komputer lainnya sudah dapat dihubungkan melalui jaringan Lan dan Wan sehingga komunikasi antar ruangan, antar kantor maupun antar negara menjadi lebih cepat dan efisien berkat adanya e-mail dan program messenger yang dapat diakses melalui jaringan internet (Majalah Chip, 2003). Komputer dapat dengan cepat menciptakan, mengirim dan memperoleh informasi terbaru dari dan ke seluruh belahan dunia. Hal ini membawa dampak positif bagi seseorang yang ingin mendapatkan informasi secara cepat.

Salah satu dampak positif adalah pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Fasilitas yang berbasis teknologi informasi digunakan untuk memberi kemudahan bagi mahasiswa yang membutuhkan informasi secara cepat tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak hal lainnya. Selain itu, bagi mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan penelitian juga dapat memanfaatkan internet guna mencari bahan atau data yang dibutuhkan untuk penelitian tersebut.

Pada umumnya komputer diciptakan dengan tujuan untuk memudahkan pekerjaan serta memberikan kenyamanan dalam bekerja. Permasalahannya adalah, di samping segala kemudahan yang telah dihasilkan dari penggunaan komputer, ternyata ada juga ekses yang timbul yang berkaitan dengan komputer, yakni stress yang dialami oleh pengguna komputer yang diakibatkan oleh masalah yang muncul pada sistem komputer.

Stress sendiri dapat mempengaruhi performa kerja dalam arti yang positif maupun negatif. Tidak adanya stress akan membuat individu memberikan hasil yang tidak maksimal, sementara individu yang terlalu banyak mengalami stress cenderung tidak dapat berkonsentrasi atau menghasilkan performa kerja yang efisien dan efektif. Jadi dalam batas tertentu, orang memerlukan stress sebagai energi tambahan untuk meningkatkan motivasi kerja (eustress), dan harus menjaganya agar tidak muncul secara berlebihan (Berry, 1998).

Nilai plus dan minus dari semakin canggihnya desain program juga dirasakan oleh pengguna komputer. Pada satu sisi hal tersebut membantu meningkatkan hasil kerja sementara di sisi lain mereka juga mengalami tekanan yang berlebihan karena harus terus menerus belajar desain suatu program (software). Tekanan yang dialami dengan semakin canggihnya program personal computer (PC) adalah kurang “harmonisnya” interaksi antara manusia dengan komputer (human-computer interface) di mana pola interaksi yang terbentuk masih banyak yang menghasilkan ketegangan pikiran dan kelelahan fisik pada pengguna komputer. Seorang staff senior pada sebuah perusahaan multinasional di Jakarta mengatakan bahwa ketegangan terjadi karena merekaharus terus menerus mempelajari program perangkat lunak karena perkembangan teknologi informasi tersebut terjadi dalam rentang waktu yang sangat singkat,

Perubahan yang sangat cepat pada teknologi menyebabkan para pekerja, industri, pemerintahan atau lingkungan pendidikan harus memperbaharui pengetahuan tentang teknologi dan program komputernya tiap tahun supaya dapat menggunakannya secara efisien. Akibatnya, seseorang akan mengalami kelelahan dalam usahanya untuk mengadaptasi teknologi baru (Sanderlin, 1999).

Banyak orang yang telah meningkatkan penggunaan komputer dan merasa nyaman dalam menggunakannya, namun banyak pula orang yang masih tidak mau menggunakan komputer, dan tidak merasa nyaman ketika orang tersebut terpaksa harus menggunakannya. Bagi orang yang tidak suka dengan perubahan dan sulit untuk mengadaptasi teknologi komputer yang baru, sering memunculkan bermacam-macam respon. Misalnya jika frekuensi munculnya problem pada komputer tinggi maka respon yang muncul adalah meningkatnya perasaan jemu, ketidakpuasan, tekanan atau kecemasan, amarah, dan kelelahan (Carayon-Sainfort, 1992). Studi yang dilakukan oleh Eden (1990) bahkan menunjukkan bahwa komputer yang secara tiba-tiba tidak berfungsi bisa memunculkan respon lain yaitu meningkatnya kecemasan, depresi, keluhan-keluhan fisik yang bersumber dari ketegangan psikologis (psychosomatic complaints), tekanan darah meningkat serta detak jantung meningkat.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: