HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN ISTRI DENGAN KETERLIBATAN SUAMI DALAM PENGASUHAN

Pendahuluan

Keluarga adalah lingkungan terdekat yang mempengaruhi perkembangan anak. Baik perkembangan emosi, sosial dan intelektual. Selama ini hanya tokoh ibu yang dipandang mempunyai peran membentuk seorang anak melalui pengasuhan, karena seperti sudah menjadi pengetahuan umum, tugas seorang ayah adalah mencari nafkah, sedangkan ibu mengurus rumah dan anak. Sosok ayah seperti sudah terkondisi bukan sebagai pengasuh anak, dan lebih sibuk sebagai pencari nafkah. Ayah memiliki citra keperkasaan dan kekokohan, namun jauh dari anak – anaknya dan seakan melepas tanggung jawab membina kehidupan anak secara langsung. Keadaan ini dikukuhkan dalam kehidupan masyarakat, dan diterima begitu saja seolah sesuatu yang sudah semestinya (Dagun, 2002). Seiring dengan kemajuan zaman, kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak mulai timbul, sehingga mendorong munculnya tuntutan terhadap para pria untuk terlibat dalam mengasuh anaknya.

Penelitian Blanchard dan Biller (Dagun, 2002) membuktikan bahwa keterlibatan seorang ayah dalam perkembangan anak penting adanya. Blanchard dan Biller membandingkan prestasi akademik empat kelompok anak. Latar belakang anak – anak ini memiliki IQ yang sama, dari keluarga pekerja, kalangan menengah dan mempunyai struktur saudara yang sama. Data diambil dari hasil ujian yang diberikan oleh gurunya di sekolah. Kelompok pertama adalah anak yang ditinggalkan sang ayah sebelum usia lima tahun, kelompok kedua adalah anak yang ditinggalkan sang ayah setelah usia lima tahun, kelompok ketiga, anak yang tidak dekat dengan ayah, berkomunikasi kurang dari enam jam per minggu, dan kelompok keempat adalah kelompok anak dimana sang ayah terlibat penuh. Hasilnya, anak yang ditinggalkan sang ayah sebelum usia lima tahun terbukti memiliki kemampuan akademik lebih rendah dibandingkan anak yang memiliki ayah yang terlibat penuh dalam pembinaan perkembangannya. Sedangkan anak yang tinggal dengan sang ayah namun kurang terlibat dalam pembinaan anak, maka kehadirannya hampir tidak ada dampaknya, bahkan nasib anaknya boleh dikatakan sama dengan anak yang ditinggalkan ayahnya. Anak yang ayahnya terlibat penuh memiliki kemampuan akademik tertinggi. Pengertian absennya seorang ayah pada diri anak bisa karena meninggal, perceraian, atau juga karena tidak terlibat dalam proses pembinaan langsung perkembangan anaknya.

Menurut Bloir (Julita, 2005) ayah dapat berperan penting bagi perkembangan pribadi anak, baik sosial, emosional maupun intelektualnya. Pada diri anak akan tumbuh motivasi, kesadaran dirinya dan identity skill serta kemampuan-kemampuannya, sehingga memberi peluang untuk kesuksesan belajarnya, identitas gender yang sehat serta perkembangan moral dengan nilainya. Mosley & Thomson (West, 2001) menilai ada hubungan antara prestasi akademik dan penyesuaian diri dalam bertingkah laku dari sampel anak usia lima sampai dengan 18 tahun dengan keterlibatan ayah mereka dalam aktivitas, seperti makan bersama, bermain atau mengerjakan sesuatu, membaca dan membantu mengerjakan PR, mengobrol dengan akrab dan pergi bersama. Sejalan dengan itu, Biller, Solomon & Phares (www.vifamily.ca/library/ cft/fathers.html) menyatakan bahwa anak yang ayahnya terlibat dalam pengasuhan menunjukkan kemampuan sosial yang lebih baik dan penyesuaian secara kejiwaan yang lebih baik.

Penelitian di atas menunjukkan pentingnya keterlibatan seorang ayah dalam kehidupan anak, namun, kenyataannya tidak semua ayah terlibat dalam aktivitas dengan anaknya. Penelitian Andayani (Andayani & Koentjoro, 2004) membuktikan kurangnya keterlibatan suami dalam pengasuhan. Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap beberapa ibu dan pengamatan terhadap beberapa ayah di daerah Yogyakarta dan Tegal, membuktikan bahwa terdapat keterlibatan suami dalam pengasuhan, namun tidak sebesar keterlibatan istri. Hal ini didukung pendapat Belsky (Simons dkk, 1990) yang menyatakan bahwa keterlibatan pria dibandingkan wanita dalam pengasuhan sehari – hari dan pengawasan terhadap anak lebih kecil.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: