HUBUNGAN ANTARA EFIKASI AKADEMIK DENGAN INTENSI UNTUK MEDAFTAR PROGRAM MAGISTER PROFESI PSIKOLOGI

Pendahuluan

Setiap perilaku yang dilakukan oleh manusia didahului oleh intensi berperilaku. Intensi merupakan komponen konatif perilaku Intensi merupakan proses mental perilaku sebelum perilaku benar-benar terjadi. Intensi memiliki nilai subyektif; semakin berminat individu terhadap obyek perilaku, intensi berperilakunya juga semakin tinggi sehingga membuat individu tersebut semakin mungkin untuk berperilaku (Fishbein dan Ajzen, 1975). Sebagai contoh, minat individu yang tinggi dalam ilmu pengetahuan akan mendorong individu untuk melakukan ‘perilaku’ terhadap ilmu tersebut, misalnya dengan cara mendaftar pada lembaga pendidikan.

Sebenarnya intensi mendaftar masyarakat pada institusi-institusi pendidikan telah didorong oleh pemerintah. Upaya pemerintah ini misalnya dapat dilihat dari dikeluarkannya peraturan pemerintah tentang pendidikan seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Implementasi dari undang-undang ini adalah diadakannya pendidikan dasar 9 tahun gratis bagi warga negara Indonesia usia 7-15 tahun (www.kcm.co.id, 7 Juni 2005). Selain itu pemerintah juga telah menyediakan program beasiswa di tingkat pendidikan tinggi seperti beasiswa pendidikan dasar yang dikeluarkan Dirjen Dikti (no. 2041/D4/2006, http://www.dikti.go.id).

Meskipun demikian, intensi masyarakat untuk mendaftar pada institusi pendidikan tidak serta merta menjadi tinggi. Permasalahan ini terjadi pada berbagai tingkatan pendidikan mulai dari pendidikan dasar (SD, dan SMP) SMU, tingkat S1, dan magister. Beberapa data yang berkaitan dengan masalah tersebut antara lain 7 sekolah SMP dan SMU di Semarang kekurangan murid sehingga harus membuka pendaftaran gelombang kedua (www.kcm.co.id, 17 Juli 2003). Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, rendahnya intensi siswa untuk mendaftar di SMP dan SMU tersebut bukan dikarenakan rendahnya kualitas yang dimiliki oleh sekolah, akan tetapi dikarenakan lokasi sekolah yang jauh dan sulitnya akses transportasi. Kasus mengenai rendahnya intensi mendaftar juga terjadi di daerah Kediri. Hanya 26% di antara lulusan SMU di Kediri yang berminat untuk melanjutkan pendidikannya ke universitas negeri maupun swasta (www.kcm.co.id, 7 Juni 2003). Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, rendahnya intensi siswa SMU untuk mendaftar ke perguruan tinggi dikarenakan para siswa SMU di Kabupaten Kediri lebih memilih untuk bekerja. Rendahnya intensi untuk mendaftar di perguruan tinggi juga terjadi di daerah Yogyakarta. Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Susamto Somowiyarjo mengakui bahwa intensi mendaftar siswa ke Fakultas Pertanian terbilang rendah jika dibandingkan dengan fakultas lainnya (www.suaramerdeka.com, 20 September 2006). Intensi mendaftar yang rendah ini disebabkan rendahnya kepedulian dunia pada pertanian.

Menurut Fishbein dan Ajzen (Hedeker, 1996), intensi berfungsi sebagai indikator dari perilaku manusia. Misalnya, rendahnya perilaku mendaftar magister Profesi Psikologi di beberapa universitas swasta di Yogyakarta menunjukkan intensi mendaftar yang rendah pula. Di Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, pengelola magister Profesi Psikologi menargetkan 30 orang mahasiswa per semester, akan tetapi jumlah mahasiswa S2 yang mendaftar di semester 1 hanya berjumlah 7 orang, dan di semester 2 berjumlah 14 orang (Tim Penyusun, 2005). Berdasarkan informasi dari sumber yang sama diketahui bahwa dari 710 orang alumni psikologi UII, hanya 10 % yang telah mengikuti jenjang magister dan profesi. Selain di UII, sedikitnya jumlah pendaftar juga telihat di program magister psikologi di universitas swasta lain di Yogyakarta. Jumlah mahasiswa yang mendaftar program Magister Psikologi UAD hanya sebanyak 8 orang pada angkatan pertama, dan 4 orang di angkatan kedua, UNWAMA sebanyak 12 orang pada angkatan pertama, 13 orang di angkatan kedua, dan 6 orang di angkatan ketiga, menunjukkan bahwa intensi mendaftar program magister psikologi masih terhitung rendah. Bahkan jumlah pendaftar pada program magister psikologi UGM sempat turun dari 103 pendaftar pada tahun 2002 menjadi 78 pendaftar pada tahun 2003 (bagian akademik UAD, UNWAMA, UGM).

Sekilas, rendahnya minat mendaftar magister profesi psikologi ini disebabkan karena mahalnya biaya yang dibutuhkan. Misalkan saja, berdasarkan informasi dari website UNAIR (www.unair.co.id) dibutuhkan biaya sebesar Rp. 500.000,00 untuk pendaftaran dan Rp. 1.000.000,00 untuk tes matrikulasi. Jumlah ini akan masih terus bertambah sesuai dengan biaya akademis yang harus dibayarkan tiap semesternya. Sementara itu, berdasarkan leaflet yang dikeluarkan Magister Psikologi UII, biaya pendaftaran Magister Profesi Psikologi UII yang harus dibayarkan sebesar Rp. 250.000,00 dan biaya pendidikan sebesar Rp. 6.500.000,00 tiap semesternya. Jumlah biaya yang tidak sedikit ini mungkin saja berpengaruh pada rendahnya intensi mendaftar magister. Akan tetapi, hasil survey yang dilakukan oleh Pengelola Magister Profesi Psikologi UII menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Prodi Psikologi UII tidak mempermasalahkan biaya untuk mendaftar di Magister Profesi Psikologi.

Survey dengan subyek mahasiswa S-1 Prodi Psikologi UII ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang berguna bagi pengembangan Program Studi S-1 Psikologi dan Magister Profesi Psikologi UII. Hasil survey ini menunjukkan dari 133 responden yang didata, hanya 43 responden yang menyatakan bahwa faktor biaya yang terjangkau merupakan alasan untuk mendaftar magister psikologi. Demikian juga ketika responden diminta memberi saran untuk pengembangan Magister Profesi Psikologi UII, hanya 17 responden dari 133 responden yang menyarankan agar biaya pendidikannya dibuat terjangkau.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: