HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI AKADEMIK PADA REMAJA DI MADRASAH TSANAWIYAH YOGYAKARTA

Pendahuluan

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, sumber daya manusia memegang peranan penting dalam kehidupan suatu bangsa di masa depan. Sebagai contoh bangsa Jepang saat ini diakui oleh bangsa lain di dunia sebagai negara yang memimpin di bidang teknologi mengalahkan Amerika Serikat karena Jepang mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan sumber daya yang berkualitas tersebut sebab melalui pendidikan individu dididik dan dilatih kemampuan kognitif, bakat dan ketrampilannya untuk produktif.

Pendidikan di Indonesia belum mendapat perhatian serius dari pemerintah terbukti dalam rencana anggaran APBN tahun 2001 anggaran pendidikan masih jauh dari harapan, apabila hal ini tidak mendapat perhatian serius maka dikhawatirkan kualitas pendidikan di Indonesia tidak berkembang dan menurun karena sekolah-sekolah terutama didaerah pelosok mengalami kesulitan untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik sarana maupun prasarana pendidikan.

Penurunan kualitas pendidikan baik sarana maupun prasarana pendidikan dapat berakibat buruk bagi peserta didik atau pelajar sebab pelajar merupakan salah satu sumber daya manusia yang potensial. Mereka merupakan generasi penerus dan calon pemimpin bangsa di masa depan. Produktivitas mereka pun masih dalam taraf perkembangan dan pertumbuhan sehingga dapat ditingkatkan lebih optimal lagi, masa perkembangan dan pertumbuhan remaja merupakan suatu periode kehidupan dimana kapasitas untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan secara efisien.

Remaja adalah pengemban masa depan bangsa dan negara mereka dituntut untuk memenuhi standar dan harapan masyarakat. Remaja diharapkan mampu bertahan dan mempunyai daya tahan mental untuk mengatasi semua persoalan kehidupan. Pada kenyataannya prilaku remaja belum sesuai dengan harapan yang ada, tidak sedikit remaja dalam menghadapi permasalahan cepat menyerah dan mengambil jalan pintas terutama dalam menghadapi tugas-tugas sekolah. Remaja pada umumnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga seringkali ingin mencoba-coba, menghayal dan merasa gelisah untuk itu mereka sangat memerlukan keteladanan, konsistensi serta komunikasi (Ali dan Asrori, 2004).

Dunia pendidikan tentunya akan mengalami suatu perkembangan dalam keadaan yang seperti ini remaja akan banyak menghadapi tuntutan dan tantangan, untuk mencapai tuntutan tersebut diharapkan manusia Indonesia mempunyai motivasi berprestasi dan disiplin yang tinggi di segala bidang. Kedua indikator tersebut diperlukan manusia Indonesia agar dapat menguasai teknologi canggih, seperti negara-negara maju lainnya, dimana negara-negara tersebut menekankan motivasi berprestasi. Senada dengan hal tersebut Irfan (2000) menungkapkan bahwa motivasi berprestasi mempunyai peranan penting dalam proses pendidikan karena tanpa adanya motivasi sulitlah rasanya untuk mengharapkan sesuatu yang presentatif. Diakui saat ini penanaman motivasi berprestasi di lingkungan sekolah tidaklah mudah, kebanyakan sekolah kurang memicu munculnya motivasi berprestasi kepada siswanya padahal apa yang disebut dengan motivasi berprestasi sangat diperlukan guna menghasilkan siswa yang inovatif dan produktif .

Suyatno dalam harian ibukota mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami Lost generation. Kekhawatiran ini mungkin terjadi karena pelajar di Indonesia nantinya akan sulit untuk bersaing dengan bangsa lain dan survey yang dilakukan oleh The Trends in International Mathematic and Science Study-Repeat (TIMSS) tahun 2003 yang dikoordinir oleh The International for Evaluation of Education Achievement (IEA) menyebutkan Indonesia berada pada urutan ke 36 untuk penguasaaan sains dan ke 34 untuk matematika dari 50 peserta (www.google.com). Selain itu hasil survei The Third International Mathematic and Science Study-Repeat tahun 2000 yang meliputi performance, expectation and perspectiv on both math-science untuk sekolah menengah, Indonesia berada di posisi 6 terbawah dari 38 negara. Temuan penelitian Programme for International Student Asessment (PISA, 2003) menunjukkan dalam hal literasi membaca, matematika dan sains, siswa yang berusia 15 tahun sangat rendah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa dalam literasi membaca 69% siswa Indonesia berada pada tingkat kecapan satu dan di bawah satu yakni hanya mampu mengenali tema bacaan tapi tidak mampu menentukan keterkaitan antara tema bacaan dan pengetahuan yang dimiliki (www.google.com).

Hal lain disebutkan pada harian Pikiran Rakyat, sikap diskriminatif menimpa para alumni Madrasah dimana para alumni tersebut sulit diterima di sekolah atau di instansi luar Departemen Agama. Seolah-olah ijazah yang dikeluarkan Departemen Agama tidak berharga sama sekali. Lebih tragis lagi angka DO paling tinggi terjadi di Madrasah-madrasah. Pada tahun 2003-2004 hanya 259 siswa, sedangkan tahun berikutnya mencapai 2.831 siswa. Ini menunjukkan betapa rendahnya motivasi berprestasi siswa Madrasah (www.google.com) .

Hal serupa terjadi di Madrasah Tsanawiyah berdasarkan hasil wawancara yang sudah dilakukan kepada dua orang guru bahwa siswa di Madrasah tersebut dalam berprestasi kurang begitu memuaskan diakibatkan rendahnya minat baca siswa, kurangnya semangat untuk mengerjakan tugas di kelas yang diberikan guru, ketika proses belajar mengajar, kurangnya perhatian siswa terhadap mata pelajaran, menerima apa adanya hasil tugas yang diperoleh siswa tanpa menanyakan kembali pada guru atau dengan kata lain tidak berusaha lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Selain itu juga dilihat dari absensi siswa dari 300 terdapat kurang lebih 30% siswa sering absen dan membolos, sering terjadi perkelahian antar siswa, tetapi hanya segelintir siswa yang berprestasi di bidang fisika yang telah ikut lomba antar Madrasah sekecamatan pada tahun 2004 dan mendapatkan peringkat kedua.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: