HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI INTERPERSONAL DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SISWA SMU NEGERI 9 YOGYAKARTA

Pendahuluan

Masa remaja adalah suatu masa yang penuh dengan transisi dan perubahan. Di masa perkembangan inilah seorang individu mengalami masa transisi atau peralihan . Ia tidak lagi disebut sebagai seorang kanak–kanak tetapi juga belum menjadi seorang individu dewasa. Pada masa remaja, seorang individu mulai mencoba menemukan jawaban dari pertanyaan–pertanyaan yang muncul di dalam dirinya, seperti : “ Who am I ?” , “What am I ?” dan “Where I belong to ?“.

Pertanyaan–pertanyaan tersebut adalah ungkapan dari sebuah proses pencarian identitas diri seorang remaja. Identitas remaja sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Lingkungan sosial adalah lingkungan berikutnya yang dikenal oleh seorang remaja setelah lingkungan keluarga, di lingkungan sosial seorang remaja mulai mengenal individu lain dan muncullah kebutuhan untuk menyesuaikan diri dan melakukan relasi interpersonal dengan teman sebaya dan juga orang dewasa di lingkungan sosialnya.

Relasi interpersonal yang dilakukan oleh remaja baik dengan teman sebaya maupun dengan orang dewasa yang ada di lingkungannya, remaja membutuhkan kemampuan mengembangkan sikap inisiatif, empati, sikap asertif, membuka diri dan juga mampu mengatasi konflik sehingga remaja dapat berperilaku sesuai dengan tuntutan teman sebaya dan juga orang dewasa di lingkungan sosialnya.

Tetapi pada kenyataan yang terjadi adalah para remaja sering mengalami hambatan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Akibatnya relasi interpersonal menjadi tidak harmonis, adanya penolakan dari teman sebaya dan orang dewasa. Remaja yang mengalami hambatan dalam proses sosialisasinya akan mengakibatkan timbulnya frustrasi sosial (Hurlock,1994). Frustrasi, konflik dan juga tekanan-tekanan lainnya selalu dihubungkan dengan adanya keadaan emosional yang tidak menyenangkan pada remaja (Davidoff,1991).

Agar mendapatkan kondisi emosional yang menyenangkan dan meraih harapannya , remaja kemudian melarikan diri dari masalah , menyalahkan orang lain , memilih menyelesaikan masalah dengan cara yang paling cepat bahkan akibat terburuknya adalah remaja akan mengembangkan perilaku agresif seperti memfitnah, memukul, merampok, mencorat-coret dinding, bolos sekolah bahkan membunuh (Tambunan,1998). Hal ini terjadi pada remaja karena remaja sangat berpotensi untuk bertindak agresif . Masa remaja adalah suatu masa transisi dimana pada masa – masa ini banyak timbul konflik, frustrasi dan tekanan-tekanan (Budiyani.K, 2003).

Perilaku agresif adalah segala bentuk perilaku yang sengaja terhadap orang lain dan bertujuan untuk melukai orang lain sedangkan perilaku tersebut tidak diharapkan oleh orang lain (Baron dan Byrne, 1997). Definisi perilaku agresif juga diberikan oleh Berkowitz (1993), yaitu segala bentuk perilaku yang dimaksudkan untuk melukai seseorang baik secara fisik maupun secara verbal. Dollard menyatakan bahwa perilaku agresif adalah dorongan yang dibentuk oleh faktor eksternal dan faktor eksternal yang sering berperan adalah adanya frustrasi (Berkowitz,1993).

Frustrasi merupakan salah satu penyebab yang mendorong munculnya perilaku agresif. Jika seseorang merasa terhalang dalam mencapai tujuannya, maka salah satu kecenderungan yang muncul adalah ia akan mengalami frustrasi dan frustrasi akan mendorong individu untuk berperilaku agresif.

Kasus yang sering terjadi yang menunjukkan perilaku agresif pada remaja adalah tawuran antar pelajar. Tawuran antar pelajar sering sekali terjadi, baik di kota besar maupun di pedesaan, mulai dari beradu mulut tanpa menggunakan senjata sampai yang menggunakan senjata tajam dan tidak jarang perkelahian tersebut mengakibatkan adanya korban meninggal dunia. Di Makasar, Sulawesi Selatan, seorang siswa tewas karena tawuran antarkelas (www.liputan6.com, 13 September 2004). Demikian juga di Jakarta, seorang pelajar SMU mengalami luka–luka akibat disabet celurit saat tawuran (www.liputan6.com, 24 April 2004). Bahkan di akhir tahun 2004 puluhan pelajar di Semarang terlibat sebuah tawuran dengan saling melempar batu, saling pukul dan mencaci maki (www.liputan6.com, 30 Desember 2004 ).

Peristiwa yang paling mengenaskan terjadi di Yogyakarta pada pertengahan tahun 2002 lalu . Akibat dari sebuah tawuran dengan pelajar SMU lain mengakibatkan salah satu siswa SMU Negeri 9 Yogyakarta yaitu Andika, meninggal dunia karena tertusuk sebuah paser yang tepat menembus dadanya. (Kedaulatan Rakyat, 22 September 2002).

Selain itu di sekolah-sekolah juga terjadi beberapa kasus nyata, salah satunya SMU Negeri 9 Yogyakarta, di SMU ini ditemukan beberapa kasus pelanggaran terhadap peraturan sekolah , seperti meninggalkan jam pelajaran tanpa ijin, membawa petasan, perusakan fasilitas sekolah, siswa yang melawan guru, perkelahian dengan sesama siswa dan lain–lain. Berdasarkan data pelanggaran siswa yang diperoleh dapat diketahui bahwa banyak sekali siswa yang melakukan pelanggaran pada semester pertama tahun pelajaran 2003–2004. Pelanggaran yang paling sering terjadi adalah meninggalkan sekolah pada jam pelajaran yaitu sebanyak 120 kasus, 2 orang siswa dirumahkan karena melakukan perusakan fasilitas sekolah dan juga pelanggaran-pelanggaran lain serta 8 kasus perkelahian dengan siswa sekolah lain (Data absensi dan pelanggaran siswa, 2004).

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang guru, juga diketahui bahwa pernah ditemukan adanya seorang siswa yang membawa petasan ke sekolah. Beberapa bulan yang lalu seorang siswa dikeluarkan dari sekolah karena sudah melakukan banyak pelanggaran, antara lain melakukan perusakan fasilitas sekolah, berkelahi dengan sesama siswa dan juga sering melakukan perlawanan terhadap guru.Sedangkan untuk kasus perkelahian dengan pelajar sekolah lain, menurut guru tersebut, kebanyakan kasus perkelahian antar siswa SMU terjadi setelah jam sekolah selesai.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: