HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KEMAMPUAN DOSEN DALAM MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR

Pendahuluan

Sumber daya manusia merupakan kunci sukses kehidupan sebuah bangsa. Sumber daya manusia yang baik adalah sumber daya manusia yang terdidik dan mempunyai ketrampilan yang baik. Pendidikan memegang peranan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kualitas tersebut. Seperti yang dikatakan Dosen fakultas ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Drs.John Ritonga, M.Ec mengatakan, kemiskinan cenderung membuat masyarakat terperangkap dalam kebodohan yang akhirnya menyebabkan kualitas SDM menjadi rendah, karenanya pemerintah harus lebih memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan (kompas, 5 Mei 2001). Dari cuplikan tulisan dari salah satu media masa ibukota tersebut dapat kita ketahui bahwa kesuksesan dalam mencipatakan pendidikan yang baik akan berpengaruh terhadap kemampuan menciptakan sumber daya manusia yang handal. Kesuksesan ini tidak terlepas dari proses belajar mengajar yang baik di dalam lingkungan pendidikan yang ada baik itu di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi.

Dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara mengenai bidang pemerataan pembangunan pendidikan disebutkan bahwa pada jenjang pendidikan tinggi, kualitas pendidikan dapat diukur dari kinerja penyelenggaraan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dicapai oleh masing-masing institusi yang dinyatakan dalam relevansi, efisiensi, efektivitas, produktivitas dan akuntabilitas. Dibanding dengan negara-negara Asia lainnya, kualitas pendidikan tinggi Indonesia masih jauh tertinggal dan bahkan mengalami penurunan keunggulan kompetitif dari tahun ke tahun. Rendahnya kualitas pendidikan tinggi disebabkan terutama oleh rendahnya kualitas staf akademik serta belum adanya relevansi aktivitas pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Beberapa penyebab lain rendahnya kualitas pendidikan tinggi tersebut antara lain disebabkan oleh menurunnya motivasi belajar mahasiswa dan kualitas belajar mengajar yang menurun.

Melihat adanya beberapa fakta mengenai rendahnya mutu pendidikan tinggi yang dikarenakan oleh kualitas belajar mengajar yang menurun tersebut diatas maka perguruan tinggi sebagai jenjang paling tinggi dalam pendidikan di Indonesia sangat disyaratkan untuk memiliki proses belajar mengajar yang baik, dimana salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam proses belajar mengajar tersebut adalah adanya hubungan interaksi antara mahasiswa sebagai peserta didik dan staff pengajar yang ada. Interaksi antara mahasiswa dan dosen tersebut memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar yang akan mempengaruhi kesuksesan dalam proses pendidikan dan penciptaan sumber daya manusia di jenjang perguruan tinggi. Kesuksesan dalam menciptakan sumber daya manusia tidak terlepas dari proses belajar mengajar yang dilakukan oleh peserta didik atau mahasiswa dengan para pengajar yang ada di perguruan tinggi. Keberadaan seorang dosen dalam suatu perguruan tinggi tidaklah dapat disangkal lagi, karena tanpa dosen, perguruan tinggi tidak akan dapat berjalan.

Namun peran dosen tidaklah hanya berhenti sebagai pengajar yang melakukan transfer ilmu saja, karena tanpa adanya peran sebagai motivator maka sia-sialah peran dosen sebagai sosok yang melakukan transfer ilmu. Seorang motivator adalah seseorang yang mampu membangkitkan motif atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Berdasarkan kedudukannya sebagai seorang dosen tentu memiliki sasaran yang pasti yaitu mahasiswa yang dihadapinya sehari-hari. Bangkitnya motivasi mereka untuk meraih suatu prestasi merupakan bagian dari keberhasilannya sebagai seorang motivator dan merupakan suatu kebanggaan melihat mahasiswa yang dibimbingnya memiliki suatu prestasi yang optimal.

Tampilnya seorang dosen sebagai motivator bagi mahasiswa yang dihadapinya sehari-hari bukanlah hal yang mudah. Untuk menjadi seorang motivator bagi siswa siswinya, seorang dosen juga harus dapat memberi motivasi bagi dirinya sendiri yang otomatis menjadi motivator bagi dirinya sendiri. Tanpa hal ini rasanya akan sulit bagi seorang guru untuk menjadi motivator bagi siswa-siswinya. Saat ini yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara yang terbaik yang harus dilakukan oleh seorang dosen agar ia dapat melaksanakan fungsinya sebagai seorang motivator.

Secara psikologis, keberadaan seorang dosen bisa mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam belajar. Dosen yang disenangi bisa meningkatkan motivasi mahasiswa. Sebaliknya, kehadiran ‘dosen killer’ yang dihindari mahasiswa bisa menurunkan motivasi mereka dalam belajar. Kuat dan lemahnya motivasi belajar seseorang sangat besar pengaruhnya terhadap pencapaian prestasi belajar seseorang (Indomedia.2004). Di sisi lain keaktifan mahasiswa sangat memegang peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar, peserta didik akan aktif dalam kegiatan belajarnya bila ada motivasi, baik itu motivasi ekstrinsik maupun instrinsik. Hal itu didukung oleh pendapat Sardiman (1986), didalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik instrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Motivasi bagi pelajar dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Sardiman (1986) juga menyebutkan bahwa untuk belajar sangat diperlukan adanya motivasi.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: