NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA PERMAINAN ANAK YANG MENDIDIK (EDUKATIF) DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH

Pendahuluan

Setiap kemajuan yang diraih manusia selalu melibatkan kreativitas. Ketika manusia mendambakan produktivitas, efektifitas dan efisiensi yang lebih baik dan atau lebih tinggi dari apa yang sebelumnya dicapai, maka kreativitas dijadikan dasar untuk menggapainya. Mengingat pentingnya kreativitas dalam kehidupan, maka usaha-usaha yang dilakukan manusia dalam berbagai konteksnya selalu melibatkan kreativitas. Lampu pijar yang ditemukan Thomas Alva Edison merupakan contoh kreativitas yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Di era pembangunan seperti saat ini, kreativitas merupakan salah satu kualitas individu yang sangat penting, kualitas semacam ini sangat bermanfaat untuk membantu memecahkan persoalan-persoalan yang setiap saat menghadang proses pembangunan sebagaimana yang dihadapi bangsa Indonesia (Diana, 1998).

Maju tidaknya suatu negara akan sangat tergantung kepada sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas utama jikalau suatu negara ingin maju dan dapat bersaing antar bangsa. Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia. Semakin baik dunia pendidikan suatu negara maka semakin baik pula sumber daya manusianya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam dunia yang makin penuh dengan keserbaanekaan ini peran kreativitas menempati kedudukan yang amat penting. Dengan demikian berbagai upaya guna meningkatkan serta mengembangkan kreativitas sudah sepatutnya mewarnai dunia pendidikan kita terutama dalam rangka mengejawantahkan langkah kita mengantisipasi masa depan.

Sementara itu patut disimak apa yang dikemukakan oleh Lawenfeld (1987), bahwa saat paling penting dan menentukan dalam upaya pengembangan kreativitas adalah bila seseorang masih berada dalam usia balita, karena pada usia prasekolah tersebut seorang anak memiliki daya khayal yang tinggi dan berbeda serta merupakan masa perkembangan dengan daya kreativitas yang pesat. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan sumber daya manusia yang berkualitas perlu dikembangkan adanya suatu keberbakatan (giftedness) dan keunggulan dalam kinerja. Keunggulan dalam kinerja sendiri memiliki tiga ciri-ciri yang kait-mengait, yaitu kemampuan umum atau kecerdasan di atas rata-rata, kreativitas, dan pengikatan diri terhadap tugas sebagai motivasi internal yang cukup tinggi. Ketiga karakteristik tersebut perlu ditumbuhkembangkan dalam tiga lingkungan pendidikan antara lain: keluarga, sekolah dan masyarakat (Munandar, 1997).

Masa yang paling penting dalam perkembangan anak adalah masa sekolah dasar. Pada masa ini anak diharapkan dapat melakukan tugas-tugas tertentu sesuai dengan tingkat perkembangannya. Oleh para pendidik, masa perkembangan ini disebut dengan masa sekolah dasar. Disebut demikian, karena pada masa ini anak diharapkan memperoleh pengetahuan dasar yang dipandang sangat penting (esensial) bagi persiapan dan penyesuaian diri terhadap kehidupan di masa dewasa (Munandar, 1985).

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: