HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER ORANGTUA DENGAN EFEKTIFITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Pendahuluan

Manusia mempunyai berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidupnya. Pada proses pemenuhan kebutuhan, komunikasi sebagai cara untuk melakukan hubungan dengan orang lain memegang peran yang sangat penting. Bahkan Montagu (Rakhmat, 2003), seorang antropolog terkenal, menyatakan dengan tegas bahwa agen yang paling penting bagi anak untuk belajar menjadi manusia adalah komunikasi, baik verbal maupun non verbal.

Menurut Tien (Laily dan Matulessy, 2004), komunikasi verbal sering dikatakan merupakan sarana untuk mengekspresikan ide–ide, sedangkan komunikasi non verbal dapat diartikan sebagai komunikasi yang menggunakan isyarat–isyarat tertentu tanpa menggunakan kata – kata yang dapat menyangkut hal – hal seperti intonasi dan tekanan suara, gerakan wajah, gerakan tubuh, tatapan maupun jarak antar individu

Manusia berhubungan dengan sesamanya karena mereka saling membutuhkan dan dengan komunikasi, manusia dapat berkembang dan dapat melangsungkan kehidupan bermasyarakat (Walgito, 1991). Menurut Cangara (1998) tidak ada data otentik yang menerangkan kapan manusia mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya. Hanya saja diperkirakan bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan adalah suatu peristiwa yang berlangsung secara mendadak. Kecakapan manusia berkomunikasi secara lisan menurut perkiraan berlangsung sekitar 50 juta tahun, kemudian memasuki generasi kedua di mana manusia mulai memiliki kecakapan berkomunikasi melalui tulisan. Mulyana (2001) juga menambahkan bahwa manusia telah berkomunikasi selama puluhan ribu tahun.

Komunikasi berfungsi sebagai jembatan yang dapat menghubungkan seseorang dengan orang lain. Pada proses interaksi sosial, komunikasi memegang peranan yang sangat penting karena selalu digunakan dalam kehidupan sehari – hari, bahkan menurut Rakhmat (2003) manusia menggunakan 70% waktu bangunnya untuk berkomunikasi karena dengan berkomunikasi seseorang dapat menyampaikan informasi, ide ataupun pemikiran, pengetahuan, konsep dan lain – lain kepada orang lain secara timbal balik, baik sebagai penyampai maupun sebagai penerima komunikasi (Walgito, 1991).

Menurut Onong (1986), komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang paling efektif. Komunikasi jenis ini dianggap efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang karena sifatnya dialogis, berupa percakapan. Efektifnya komunikasi antar pribadi itu ialah karena adanya arus balik langsung dimana komunikator dapat melihat seketika tanggapan komunikan, baik secara verbal dalam bentuk jawaban dengan kata, maupun secara non-verbal dalam bentuk gerak – gerik, sehingga komunikator dapat mengulangi atau menyakinkan pesannya kepada komunikan.

Menurut Sinambela (2004) bila dilihat dari grafik industri, sering ada keluhan mengenai kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi. Mahasiswa sering terbawa arus teoritis sehingga mahasiswa kesulitan ketika harus berhadapan dengan publik. Mahasiswa tidak jarang terjebak dalam tuntutan tugas sehingga mengesampingkan kemampuan dalam berkomunikasi. Semua gagasan serta ide – ide yang cemerlang akan tidak ada artinya jika tidak diiringi kemampuan untuk menyampaikannya kepada publik. Hantoro (2004) juga menambahkan bahwa ternyata besarnya indeks prestasi seseorang bukanlah jaminan bahwa mahasiswa akan mudah memenangkan persaingan tenaga kerja.

Hal ini juga dibuktikan bahwa mereka yang memiliki indeks prestasi tinggi ternyata tidak cukup mampu untuk bisa berkerja sebaik nilai yang didapatkannya selama kuliah karena ada beberapa kelemahan lulusan perguruan tinggi di Indonesia, yaitu: pemahaman terhadap tanggung jawab dan etika profesional, pengetahuan terhadap pemahaman terkini (mutakhir), kemampuan berkomunikasi dengan efektif, kemampuan untuk berperan dalam tim multidisiplin, kesadaran akan kebutuhan untuk memenuhi proses belajar sepanjang hayat.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: