HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DENGAN PENALARAN MORAL REMAJA

Pendahuluan

Sebuah kehidupan yang damai dan harmonis adalah cita-cita setiap umat manusia. Untuk mencapai hal tersebut, ternyata kepandaian saja tidak cukup. Tanpa diimbangi dengan kesadaran moral, kepandaian bisa membawa manusia pada hal-hal yang menguntungkan diri pribadinya saja. Hal ini memberi akibat yang tidak baik terhadap lingkungannya dan juga dirinya sendiri.

Salah satu contoh akibat penyimpangan tingkah laku moral remaja adalah berupa penyalahgunaan narkoba terutama di DI Yogyakarta paling banyak dilakukan oleh masyarakat berusia 19-24 tahun atau masuk kategori usia pelajar-mahasiswa (SKH Kedaulatan Rakyat, 6 November 2002).

Presiden RI, Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa sekarang sudah terjadi dekadensi tingkah laku moral, dimana remaja kita kurang memahami pengertian moral itu sendiri dalam berpikir, bertindak dan menerapkannya secara benar sebagai penalaran dan tingkah laku moral yang sesuai dengan lingkungannya (SKH Kedaulatan Rakyat, 28 Agustus 2001).

Masalah dekadensi moral pada remaja akhir-akhir ini semakin banyak mendapat perhatian dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Kasus-kasus yang menunjukkan adanya kemerosotan nilai moral pada remaja telah sering diberitakan dalam berbagai media massa seperti perkelahian massal antar remaja, penganiayaan, pembunuhan, pemerkosaan, dan penggunaan narkotika adalah contoh kasus penyimpangan moral yang banyak terjadi pada remaja. Bahkan pernah pula diberitakan tentang kehidupan pergaulan seks bebas yang juga telah mulai masuk dalam lingkungan sekolah (Republika, 30 April 1995).

Menjadi pertanyaan adalah bagaimana remaja dapat melakukan tindakan yang dianggap sangat buruk oleh lingkungan dan dinilai tidak sesuai dengan norma masyarakat, serta dimanakah kemampuan berpikir atau daya nalar remaja saat akan melakukan tingkah laku tidak bermoral tersebut dan batas-batas yang menentukan bahwa tindakan itu baik ataupun buruk.

Sebelum orang mencapai dan menyadari adanya suatu tindakan moral, maka seseorang itu melakukan penalaran yang mempertanyakan bahwa dia telah sadar akan melakukan suatu tingkah laku yang sesuai dengan anggapan masyarakat bila tindakannya bermoral baik ataupun buruk. Penalaran moral amat diperlukan setiap orang di tengah galaunya perkembangan sosial dewasa ini.

Pada masa remaja, penalaran moral mendapat banyak dukungan untuk dikembangkan dan sekaligus menghadapi banyak tantangan atau pengujian. Dukungan dan tantangan diperoleh dari berkembangnya kemampuan intelektual anak disertai dengan adanya pengalaman interaksi sosial yang semakin luas dan beragam, serta adanya proses belajar.

Pengujian terjadi di dalam lingkungan sosial (masyarakat) yang pada saat ini begitu kompleks. Seiring dengan perkembangan jaman, kemajuan teknologi, lalu lintas dan jaringan komunikasi, terjadi kecepatan perubahan pola hidup masyarakat. Di dalam perubahan pola hidup ini nilai-nilai lama dipertanyakan sementara nilai-nilai baru menuntut berbagai penyesuaian. Situasi ini tidak jarang menimbulkan berbagai konflik dan nilai-nilai dalam masyarakat menjadi kabur, sehingga dapat mempengaruhi setiap orang yang menjadi anggota masyarakat, terutama remaja yang dapat berpengaruh buruk karena remaja merupakan individu yang masih labil.

Hurlock (1972) menyatakan bahwa penalaran moral dapat tumbuh dan berkembang dalam diri seseorang merupakan hasil dari proses belajar, ketika lahir anak tidak (belum) mempunyai pemahaman moral, setelah ia memasuki masa remaja dan mengadakan berbagai interaksi sosial, barulah ia dapat memiliki pemahaman moral.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: