MEMAHAMI MOTIVASI DAN STRATEGI COPING MAHASISWI YANG BERKELUARGA : STUDI KUALITATIF

Pendahuluan

Manusia dalam kehidupannya senantiasa membutuhkan kehadiran orang lain untuk memenuhi kebutuhannya baik secara fisik maupun psikis. Hal itu dikarenakan oleh rasa aman yang akan dirasakan oleh individu dalam menghadapi ketidakpastian dan ancaman dari luar dirinya. Untuk tetap membuat rasa aman ini menetap dalam dirinya, individu akan mengadakan kontak dengan lingkungannya serta mengikatkan diri dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Adapun jenis-jenis ikatan yang ada dalam masyarakat sangat beragam baik untuk tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satunya adalah perkawinan yang merupakan awal dari terbentuknya sebuah keluarga sebagai unit terkecil dan terpenting dalam masyarakat.

Perkawinan, yang merupakan pintu gerbang kehidupan berkeluarga merupakan hal yang sangat diharapkan oleh setiap individu, sebab banyak manfaat yang bisa diperoleh dari perkawinan seperti umur lebih panjang. Waite dan Gallagher (2003) mengutip tulisan Catherine Ross dalam Journal of Married and The Family (1990) mengemukakan:
“Dibanding dengan orang yang menikah, orang yang tidak menikah memiliki angka kematian yang lebih tinggi, perempuan sekitar 50%, sedangkan laki-laki sekitar 250%. Perkawinan juga melindungi kesehatan, menurut Waite istri 30% lebih, cenderung digambarkan mendapat kesehatan luar biasa (sangat baik) dibanding dengan perempuan pada usia yang sama tapi tidak menikah”

Selain itu Harahap (1993) mengatakan bahwa dengan perkawinan atau suatu keluarga yang bahagia, sejahtera lahir dan batin serta memperoleh keselamatan hidup di dunia dan akhirat dapat memberi sumbangan terhadap kehidupan bernegara yang sehat.
Ketika dua individu dengan segala keunikannya melakukan perkawinan, mereka akan membentuk sebuah sistem interaksi dengan orang lain yang dilandasi bagaimana mereka berkomunikasi, pengharapan mereka, dan bagaimana menjalin hubungan dengan orang lain (Aldous, 1977 ; Lasswell, 1987).

Apa yang disebutkan di atas adalah gambaran dari sebuah perkawinan yang harmonis, sejahtera dan bahagia. Namun pada kenyataannya banyak pasangan perkawinan atau keluarga yang mengalami gangguan atau hambatan dari yang teringan misalnya pertengkaran, terjadinya salah paham, ketidaksamaan pendapat dan sebagainya, sampai pada yang paling berat yaitu terjadinya perceraian. Kejadian-kejadian itu dapat dilihat pada pasangan perkawinan para artis yang hampir setiap hari ditayangkan di televisi dan ditulis dalam media cetak sehingga dapat diikuti perjalanan perkawinannya, walaupun sebenarnya pada pasangan bukan orang-orang terkenalpun hal itu sering terjadi, tapi karena tidak diberitakan maka tidak diketahui oleh masyarakat secara umum.

Pasangan yang menikah pada rentang usia 20 hingga 25 tahun seringkali mengalami perubahan peran karena mereka sedang berada pada masa “mid-life crisis”. Ini adalah masa dimana ego mungkin menderita dan tanda-tanda fisik usia akan terlihat. Untuk mengembalikan perasaan kembali menjadi layak, beberapa pria dan wanita memiliki hubungan di luar perkawinannya (DeFrank-Lynch, 1982 ; Lasswell, 1987)

Pada sebuah keluarga posisi wanita sebagai istri, ibu dan kadang juga bekerja di sektor publik sering memunculkan permasalahan bagi perempuan itu sendiri, seperti penelitian Suryadi dkk (2004) yang menyimpulkan bahwa wanita (subyek penelitian) mengalami konflik emosional dalam menjalani peran ganda dan dalam menentukan prioritas peran gandanya. Kehidupan perkawinan atau berkeluarga juga sering terjadi kekerasan perempuan dalam rumah tangga. Data kasus Lentera Perempuan Woman Crisis Center Kabupaten Banyumas menyebutkan bahwa sampai bulan Juli 2005 terjadi 98 kasus kekerasan terhadap istri (Kumalawati, 2005).

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: