METODE KONSENTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DALAM HATI

Pendahuluan

Perkembangan ilmu dan teknologi yang serba cepat menuntut untuk menyerap informasi-informasi baru, informasi di zaman modern ini bukan lagi bersumber dari lisan tetapi terutama bersumber dari tulisan sehingga membaca mutlak diperlukan untuk memperoleh informasi tersebut.

Membaca sebagai salah satu cara untuk menambah dan meningkatkan ilmu pengetahuan, memperluas pandangan, memperkaya informasi dan merangsang munculnya ide-ide baru. Seperti yang dikemukakan oleh Gray dan Rogers (Mudjito,2001) bahwa dengan membaca seseorang dapat mengetahui hal – hal aktual yang terjadi di lingkungannya, memuaskan rasa ingin tahu dan meningkatkan minat pada sesuatu dengan lebih intensif. Beberapa penelitian lain berhasil menemukan mengenai manfaat lain dari membaca, yaitu bisa terhindar dari penyakit demensia, penyakit yang merusak jaringan otak yang menyebabkan kepikunan (Hernowo,2003)

Membaca adalah proses menginterpretasikan terhadap simbol-simbol verbal tertulis untuk memahami pesan yang dimaksud penulis. Broughton (dalam Tarigan, 1985) menyatakan, ada dua aspek yang terkait dalam kegiatan membaca yaitu, aspek keterampilan mekanis, dimana keterampilan ini mencakup pengenalan bentuk huruf, kata, kecepatan membaca yang relatif lambat, dan aspek kedua yaitu keterampilan pemahaman ( comprehension skills ) yang mencakup pemahaman signifikansi atau makna , pengertian sederhana, evaluasi isi cerita, dan kecepatan membaca yang fleksibel mudah disesuaikan dengan keadaan.

Tarigan (1985) berpendapat bahwa pada keterampilan mekanis (mechanical skills) maka kegiatan membaca yang paling sesuai adalah membaca nyaring (oral reading,aloud reading), sedangkan pada keterampilan pemahaman (comprehension skills) kegiatan membaca yang sesuai adalah membaca dalam hati (silent reading). Membaca dalam hati adalah membaca tanpa mengeluarkan suara dengan tujuan utama adalah untuk memperoleh informasi, sedangkan manfaat lainnya adalah untuk mengungkap kemampuan memahami isi bacaaan, dan meningkatkan kecepatan membaca.

Carbo and Chomsky (Taylor,2002) menunjukkan hasil dari risetnya, dalam pengalaman membaca menemukan penggunaan membaca dalam hati tingkat pemahaman naratif pada siswa meningkat dibandingkan dengan penggunaan membaca dalam hati. Jika dilihat dari hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan jika anak kurang dapat menggunakan membaca dalam hati maka pemahaman akan suatu informasi ( membaca ) kurang dapat dikuasai. Manfaat lain membaca dalam hati yaitu kecepatan membaca. Menurut Idrus (1993) membaca adalah proses berpikir, sedangkan kemampuan berpikir seseorang lebih cepat daripada kecepatan berbicara, maka jika membaca dengan menyuarakan (aloud reading) mengakibatkan kecepatan membaca menjadi lambat.

Mengingat manfaat membaca dengan membaca dalam hati cukup banyak, maka penting untuk diketahui faktor apa yang bisa mendukung efektivitas membaca dalam hati. Salah satu syarat yang dibutuhkan dalam membaca dalam hati adalah konsentrasi, dengan konsentrasi seseorang mampu dan mudah memfokuskan perhatian pada satu kegiatan saja.

Membaca sendiri dalam dunia pendidikan merupakan salah satu kemampuan dasar akademik dasar ( academic basic competence ) disamping menulis dan berhitung yang harus dikuasai oleh setiap anak usia sekolah dasar. Umumnya anak yang belajar di tingkat pendidikan sekolah dasar berusia 6 – 12 tahun, yang menurut Langeveld (Zulkifli,2001), masa ini disebut masa anak sekolah. Pada masa sekolah ini, kebutuhan intelektual anak berkembang dengan cepat. Mereka ingin memenuhi kebutuhan tersebut sehingga bantuan guru dan orang tua sangat diharapkan. Sabri (1993) menyatakan masa ini disebut juga periode kritis dalam dorongan berprestasi, karena pada masa inilah kebiasaan untuk mencapai sukses, tidak sukses atau sangat sukses dibentuk.

Melihat banyaknya manfaat yang akan didapat jika anak memiliki kemampuan membaca, khususnya membaca dalam hati. Maka penting bagi anak untuk menguasai membaca dalam hati, tetapi tidak semua anak mempunyai kemampuan membaca dalam hati. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa kemampuan membaca dalam hati tidak berjalan baik dikarenakan siswa tidak mampu terfokus pada bahan bacaan. Hal ini juga diperkuat dengan keluhan seorang guru sekolah dasar bahwa anak-anak dalam membaca selalu terburu-buru untuk menyelesaikan bacaan dan hasilnya mereka tidak mampu menjawab pertanyaan bacaan yang diberikan.

Pengalaman peneliti sebelumnya yakni keberadaan program membaca dalam hati tidak berjalan dengan baik dikarenakan peserta kurang atau tidak disertai konsentrasi dalam membaca dalam hati. Dengan prinsip membaca merupakan kemampuan maka dapat diasumsikan bahwa membaca dalam hati dapat dilatihkan, dan akan lebih baik jika dilatih terus menerus. Konsentrasi bukan merupakan bawaan, yang dapat diturunkan secara genetika. Menurut Idrus (1993), konsentrasi merupakan kemampuan yang dapat dilatih atau ditingkatkan, jadi jika seseorang sukar berkonsentrasi atau tidak dapat berkonsentrasi dengan waktu yang cukup lama, maka dapat dilatih sehingga kemampuan berkonsentrasi menjadi kebiasaan.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: