PENGARUH PELATIHAN SEMPOA TERHADAP MINAT BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR

Pendahuluan

Perkembangan kehidupan masyarakat modern sekarang ini ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat. Penemuan-penemuan baru secara kontinyu datang silih berganti. Setiap orang dituntut untuk selalu melengkapi dirinya dengan ketrampilan yang diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan di era globalisasi ini. Persaingan yang timbul oleh tuntutan perkembangan tersebut semakin kompetitif. Hal ini menuntut bangsa Indonesia untuk sesegera mungkin mempersiapkan diri terutama dari segi sumber daya manusia.

Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh warga negara, karena suatu kenyataan menunjukkan bahwa pembangunan pada bidang pendidikan merupakan sarana yang penting untuk meningkatkan kehidupan suatu bangsa. Selain sebagai tolok ukur maju dan berkembangnya suatu negara, pendidikan juga dapat menjadi penentu masa depan seseorang.

Menurut UNDP, data kualitas pendidikan pada tahun 2000, dari 174 negara di dunia yang diurut dari peringkat 1 (satu) sebagai yang terbaik sampai peringkat 174 (seratus tujuh puluh empat) sebagai yang terburuk, Indonesia berada pada urutan ke-109. Peringkat Indonesia tersebut merupakan yang terendah di negara ASEAN setelah Myanmar (urutan 125), sementara negara ASEAN lainnya, berada jauh di atas Indonesia, antara lain Singapore (24), Malaysia (61), Thailand (76) dan Philipina (77). Padahal sumber daya alam negara Indonesia jauh lebih kaya dari negara-negara ASEAN lainnya, tetapi karena tingkat pendidikan penduduk negara kita masih tertinggal, maka kualitas sumber daya alamnya juga masih rendah. Inilah yang menjadi salah satu penyebab peningkatan kesejahteraan di negara Indonesia masih sulit diwujudkan (Rusfidra, 2001).

Pendidikan formal merupakan salah satu upaya meningkatkan sumber daya manusia, dan salah satu bentuk pendidikan formal adalah pendidikan Sekolah Dasar. Secara hirarkis Sekolah Dasar mempunyai peran penting, mendasar, strategis dan vital. Hasil pendidikan di sekolah dasar akan menjadi dasar bagi kelanjutan pendidikan di tingkat berikutnya. Salah satu mata pelajaran yang dipelajari di Sekolah Dasar adalah mata pelajaran matematika.

Menurut Soedjadi (1994), mempelajari mata pelajaran matematika di Sekolah Dasar merupakan sesuatu yang sangat penting yaitu agar siswa mengenal, memahami, serta mahir dalam menggunakan bilangan dalam kaitannya dengan praktek kehidupan sehari-hari. Penguasaan materi dijenjang Sekolah Dasar berpengaruh ke jenjang selanjutnya dan juga berfungsi terhadap pembentukan kemampuan melakukan analisis.
Kenyataannya menunjukkan bahwa sampai saat ini pelajaran matematika masih dianggap momok atau sesuatu yang menakutkan bagi sebagian besar siswa. Meski tidak semua banyak diantara murid sekolah, terutama Sekolah Dasar yang merupakan tingkat dasar dari seluruh pendidikan yang akan dijalani anak, mengeluhkan tentang pelajaran matematika. Mereka menganggap matematika sebagai pelajaran sulit. Terlebih lagi bila mendapat nilai dibawah rata-rata. Anak yang mempunyai niat untuk lebih tekun mempelajari, kembali hilang semangatnya (Intisari, Agustus 2000).

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, rekapitulasi nilai rata-rata ujian sekolah Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) tahun pelajaran 2004/2005 di Kabupaten Sleman adalah agama nilai rata-ratanya 7.36, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) nilai rata-ratanya 7.76, bahasa Indonesia nilai rata-ratanya 7.11, Matematika nilai rata-ratanya 6.86, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) nilai rata-ratanya 7.14, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) nilai rata-ratanya 6.98, kerajinan tangan dan ketrampilan nilai rata-ratanya 7.4, pendidikan jasmani nilai rata-ratanya 7.32, dan muatan lokal nilai rata-ratanya 7.24. Dari data tersebut menunjukkan bahwa mata pelajaran yang memiliki nilai rata-rata terendah adalah mata pelajaran matematika. Padahal matematika merupakan dasar berpikir rasional. Sementara rasionalisme merupakan pintu untuk menuju globalisasi.

Selain itu, data di lapangan menunjukkan banyak orangtua yang mengungkapkan putra-putrinya menjadi tegang dan cemas bahkan tidak mau sekolah apabila hari itu ada pelajaran matematika. Guru juga mendapati siswanya tidak memperhatikan materi yang sedang disampaikannya dalam kelas atau bahkan bersikap pasif dan menarik diri saat pelajaran matematika (Nawangsari, 2001).

Fenomena di atas menunjukkan bahwa prestasi siswa terhadap pelajaran matematika termasuk rendah. Padahal matematika dianggap penting bagi dunia pendidikan, karena perkembangan pengetahuan dan teknologi yang menopang perkembangan budaya dan kehidupan manusia di berbagai belahan dunia sejak masa lalu, kini, dan masa yang akan datang dipengaruhi oleh kemajuan dalam bidang matematika (Ridha, 2003).

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: