PENGARUH PERMAINAN PURA-PURA TERHADAP PERKEMBANGAN BERBAHASA ANAK PRASEKOLAH (Studi Eksperimental di TK ROUDLOTUL ATHFAL IAIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKART

Pendahuluan

Sekarang ini perkembangan berbahasa anak kurang mendapatkan perhatian, baik itu dikarenakan kesibukan atau ketidak tahuan orang tua. Ketika anak memasuki sekolah dasar akan terlihat kemampuan bahasanya apakah baik atau tidak, dan ini dapat menghambat perkembangan bahasa anak selanjutnya di dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Anak yang memiliki kemampuan berbahasa yang kurang baik akan mengalami kesulitan untuk mengungkapkan maksud yang ingin dikatakan, contoh pada kasus salah satu murid TK Roudlotul Athfal anak susah untuk mengungkapkan maksud yang ada dipikirannya sehingga orang lain tidak mengerti apa yang dibicarakan anak tersebut. Anak juga akan mengalami kesulitan dalam pergaulan dengan teman sepermainannya dan kegiatan belajar di sekolah, karena anak cenderung pendiam dan kurang aktif dalam menanggapi pelajaran.

Perkembangan berbahasa sangat penting dalam kehidupan sosial anak karena berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Anak yang memiliki kemampuan berkomunikasi baik dapat berpartisipasi dalam percakapan sehari-hari dan anak dapat memahami apa yang dikatakan atau yang dimaksudkan orang lain serta dapat mengutarakan keinginannya terhadap orang lain. Bagian yang penting dalam komunikasi adalah belajar mengenali dan mampu mengungkapkan emosinya.

Pengenalan dan pengungkapan emosi merupakan salah satu keterampilan dari kecerdasan emosional. Apabila anak memiliki kecerdasan emosional yang tinggi maka ia dapat mengetahui dan memahami perasaan mereka sendiri serta mampu membaca perasaan orang lain dengan baik. Sebaliknya, anak yang memiliki kecerdasan emosional yang rendah maka akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan karena ia tidak dapat mengatur perasaan mereka sendiri serta mengenali perasaan orang lain (Saphiro,1999). Emotional quotient sangat mempengaruhi keberhasilan anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Anak yang mengenal sendiri dan lingkungannya akan mengetahui cara berinteraksi dengan lingkungannya agar kehidupan berjalan serasi.

Perkembangan berbahasa berkembang pesat pada umumnya awal masa kanak-kanak. Anak harus mengerti apa yang dikatakan orang lain dan orang lain juga mengerti apa yang dikatakan anak tersebut. Kalau pembicaraan tidak dapat dimengerti orang lain ini akan merusak kontak sosialnya.

Orang tua sekarang menganggap bermain sebagai kegiatan yang tidak bermanfaat dan membuang waktu saja dan lebih senang melihat anaknya mengisi waktu dengan melakukan kegiatan-kegiatan serius yang sarat dengan tugas dan tanggung jawab, seperti les, kursus. Orang tua juga tidak pernah memasukkan kegiatan bermain kedalam jadwal sehari-hari anak (Sobur, 1991). Menurut Widianto (Familia, 2000) kebutuhan anak usia taman kanak-kanak adalah bermain dan bukan mengikuti les, karena pada saat bermain anak juga sekaligus belajar untuk mendapatkan kemampuan dan kecakapan baru yang dapat mengembangkan aspek fisik, kognisi, afeksi, sosial.

Pada saat bermain anak dapat mempelajari beberapa kemampuan baru seperti belajar bahasa yaitu bereksperimen dengan kata-kata baru untuk memperkaya perbedaharaan kata serta keterampilan pemahamannya. Bermain dapat membangun kemampuan kognitif sehingga anak dapat memecahkan masalah yang dihadapi, melatih kepekaan emosi, mematangkan kecakapan motorik kasar dan memperhalus keterampilan jari-jemari serta koordinasi mata dan tangan. Aktivitas bermain juga berperan dalam meningkatkan kecakapan sosial anak dalam melakukan interaksi dengan orang lain. Kegiatan bermain dapat juga merangsang kreativitas dan imajinasi anak, karena anak bebas dalam mengekspresikan diri menurut alam pikirannya sendiri dan mengoperasikan proses berpikir kreatif. Permainan pura-pura memberikan kesempatan pada anak untuk mengekspresikan fantasi melalui bahasa dan tingkah laku sehingga dapat meningkatkan perkembangan berbahasa.

Hampir semua kegiatan bermain membutuhkan alat permainan (Hurlock,1996). Jenis alat permainan yang banyak tersedia dipasaran dan sedang digemari oleh anak adalah permainan statis. Permainan statis ini berupa permainan elektronika seperti video game, sega, nitendo, gamewatch dan play station. Masalah pemilihan alat permainan yang sesuai dengan kebutuhan anak kurang mendapatkan perhatian dari orang tua, sehingga dalam menentukan pilihan menjadi kurang hati-hati dan bijaksana. Orang tua menganggap permainan yang cocok untuk anak usia taman kanak-kanak adalah permainan yang tidak membuat kotor ruangan, tidak membuat keributan dan tidak membuat anak main di luar rumah. Jenis alat permainan yang dipilih oleh orang tua adalah permainan statis.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: