FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPUASAN KERJA DAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL

Pendahuluan

Manusia dan sisi kehidupannya merupakan fenomena yang sangat menarik untuk digali. Sejalan dengan perkembangan zaman, ternyata masalah yang dihadapi manusia dari hari kehari kian meningkat, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok, persaingan didunia pendidikan, kompetisi kerja sampai dengan bagaimana manusia dituntut untuk bisa mengatasi persoalan hidup.
Hurlock (1994) mengatakan bahwa sesuai dengan tahapan perkembangannya, manusia diusia dewasa pertengahan, mulai menikmati masa kemapanan dimana kehidupan keluarga, karir atau pekerjaan dan hubungan dengan orang lain atau relasi menempati fase yang stabil. Manusia diibaratkan sedang berada pada puncak kehidupan dengan segala kenikmatannya meskipun faktanya tetap menghadapi permasalahan yang pada dasarnya adalah permasalahan yang bersifat umum seperti masalah finansial. Masalah finansial dalam kehidupan, membuat manusia tidak bisa lepas dari pekerjaan, karena pekerjaan merupakan bentuk perwujudan aktivitas fisik dan mental yang pada dasarnya adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikologis (Rasimin,1992).
Decker (1980) menyatakan bahwa dalam masyarakat, pekerjaan seseorang merupakan sesuatu yang penting, tidak hanya karena pekerjaan memberikan pendapatan tapi juga memungkinkan bagi pengembangan konsep diri pekerja dan pandangan dunia. Disamping itu, seseorang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya yang berupa kebutuhan fisik (sandang, pangan, papan) dan kebutuhan psikologis (beraffiliasi, berprestasi, berproduksi dan kebutuhan untuk menunjukkan eksistensi) dari pekerjaannya. Pegawai Negeri Sipil adalah salah satu dari berbagai jenis pekerjaan yang ada. Seperti yang terdapat dalam undang-undang kepegawaian No 43 tahun 1999, pasal 03, PNS adalah pegawai yang bekerja untuk pemerintah, menjalankan tugas untuk melancarkan penyelenggaraan negara, serta melayani masyarakat. Kewajiban PNS menurut pasal 4 adalah wajib setia pada pancasila dan UUD ’45 serta pada pemerintah. Sementara pada pasal 32 tentang kesejahteraan PNS, mereka berhak mendapat gaji, tambahan tunjangan jabatan, dan tunjangan untuk keluarganya (pendidikan dan kesehatan) serta tunjangan kematian. (Undang-undang Kepegawaian lengkap No 43, tahun 1999).
Kenyataan mengatakan bahwa, tidak selamanya seseorang dapat bekerja. Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia, masa tua pun tidak bisa dihindari, karena ini merupakan proses alamiah. Di masa tua tiba, berarti seseorang harus siap untuk menyesuaikan diri dengan menurunnya kondisi fisik dan kesehatan. Ketika mencapai usia lanjut, seseorang akan berhenti dari pekerjaannya (pensiun) dan beristirahat untuk menikmati hasil jerih payahnya selama bekerja. Jadi, dapat disimpulkan bahwa persiapan menghadapi masa pensiun adalah sekaligus merupakan persiapan menghadapi masa usia lanjut (Rasimin, 1992).

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: