HUBUNGAN ANTARA KEWIRAUSAHAAN DENGAN PERSEPSI TERHADAP MULTI LEVEL MARKETING

Pendahuluan

Banyaknya orang kehilangan pekerjaan dan susahnya mencari pekerjaan di tengah krisis ekonomi mendorong orang mencari alternatif untuk berwirausaha sendiri (Laksono,2002). Wirausaha menurut Steinhoff dan Burges (Suryana,2003) adalah orang yang mengorganisir, mengelola, dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang usaha. Salah satunya adalah Multi Level Marketing. Multi Level Marketing adalah suatu metode melalui mana sebuah induk perusahaan mendistribusikan barang atau jasanya lewat orang-orang yang independen (Clothier,1994).

Tenaga penjual dalam Multi Level Marketing adalah wirausahawan yang mandiri, yang sudah diberi pelatihan manajemen, kewiraniagaan, pengetahuan produk dan disiplin diri; untuk kemudian diajarkan kepada distributor-distributor baru yang ia sponsori (Wiratmo,1996). Distributor ini bukan karyawan Multi Level Marketing, oleh sebab itu distributor dituntut untuk mandiri dalam menjalankan usahanya. Mereka tidak terikat akan waktu dan peraturan. Penjualan dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Namun tidak semua orang bersedia mengikuti bisnis ini. Apalagi, sebagian orang mendengar kata bisnis Multi Level Marketing biasanya ditanggapi dengan senyum kecut dan langsung mengkaitkannya dengan bisnis penipuan (Suara Karya Online,2006).

Persepsi terhadap Multi Level Marketing bagi masyarakat pada umumnya ada yang positif maupun negatif. Persepsi adalah cara pandang individu terhadap lingkungannya sehari-hari melalui proses kognitif dimulai dari seleksi, pengorganisasian sampai dengan interpretasi (Crow & Crow, dalam Wulandari 2005). Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi secara umum menurut Rakhmat (1986) antara lain; (1) Faktor fungsional atau faktor-faktor yang bersifat personal yakni; kebutuhan individu, pengalaman, usia, masa lalu, kepribadian, jenis kelamin, dan lain-lain yang bersifat subyektif. Kewirausahaan masuk ke dalam faktor ini sebab merupakan proses yang timbul dari dalam diri seseorang ataupun sekelompok orang seperti misalnya mampu mengambil resiko, mandiri, kreatif, tanggap terhadap peluang, dan lain-lain. (2) Faktor Struktural atau faktor di luar individu antara lain oleh lingkungan keluarga, hukum yang berlaku dan nilai-nilai dalam masyarakat.

Bingung, ragu-ragu, tidak percaya diri, takut, dan malu. Itulah perasaan yang muncul bagi sebagian besar orang yang baru bergabung pada bisnis Multi Level Marketing. Namun ada pula yang bergabung karena memahami betul bisnis Multi Level Marketing (Zmart bisnis. 2005). Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai kurang lebih 200 juta jiwa membuat ratusan ribu bahkan jutaan orang telah bergabung dalam bisnis Multi Level Marketing. Hal ini dikarenakan semua orang yang menggeluti bisnis ini memiliki peluang yang sama untuk menjadi sukses dan kaya. Namun tidak semua individu mempunyai kemampuan yang sama untuk dapat mengembangkan bisnis ini. Realitas di masyarakat, Multi Level Marketing masih dianggap sebagai salah satu profesi yang bisa bergengsi atau tidak. Semuanya tergantung dari orang yang menjalankannya. Banyak pula yang menjalankan bisnis ini namun tidak sesukses yang dibayangkan (www. Pembelajar.com,2005).

Dalam memulai suatu usaha tentu membutuhkan modal. Dalam bisnis Multi Level Marketing, modal yang digunakan tidak terlalu besar. Misalnya saja modal awal saat bergabung tidak memberatkan distributor, sehingga bisnis ini mampu menyerap tenaga kerja yang kini mencapai 40 juta orang. Sebagai contoh perusahaan Centra Nusa Insancemerlang (CNI) memiliki pertumbuhan jumlah distributor sekitar 40.000 orang hingga 50.000 orang per bulan (www.wartaekonomi.com, 2003). April 2002 saja mampu menaungi sekitar 700.000 orang dimana 30%-40%nya aktif mengembangkan jaringan dan 60%-70% aktif membeli produknya (www.wartaekonomi.com, 2005).

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: