HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN BANK INDONESIA CABANG YOGYAKARTA

Pendahuluan

Setiap karyawan dalam suatu perusahaan ataupun seorang pekerja, pasti akan selalu berusaha untuk mendapatkan kepuasan dalam pekerjaannya. Kepuasan dalam pekerjaan ini terkadang mengalahkan faktor-faktor lainnya, bahkan uang sekalipun. Apabila seseorang telah mendapatkan kepuasan dalam pekerjaannya sudah pasti ia akan mencintai pekerjaannya itu dan selalu total dalam melakukan pekerjaannya. Berdasarkan hal itu, maka setiap perusahaan juga berusaha agar setiap karyawannya bisa mendapatkan kepuasan dalam kerjanya. Bagi perusahaan, karyawan yang telah memperoleh kepuasan dalam pekerjaan, akan mendatangkan berbagai keuntungan, antara lain, perusahaan tidak perlu lagi meragukan hasil kerja karyawan. Karyawan yang telah mendapatkan rasa puas dalam pekerjaan akan bekerja lebih baik daripada karyawan yang belum memperoleh kepuasan pada pekerjaannya, selain itu karyawan juga akan setia kepada perusahaan, otomatis apabila karyawan telah memperoleh kepuasan dalam dunia kerjanya, maka ia juga akan mencintai pekerjaannya itu dan enggan meninggalkannya.

Kepentingan kepuasan kerja bagi karyawan diungkap oleh Tiffin dan Mc Cormick (Tandung, 2002) karena setiap karyawan yang merasa dirinya puas, diharapkan dapat bekerja pada tingkat kapasitas yang tinggi dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja. Sebaliknya karyawan tidak akan bekerja pada tingkat kapasitas tinggi apabila tidak merasa puas dalam kerja yang berarti juga menurunnya produktivitas.

Berikut ini, penulis mencoba menghubungkan rasa syukur dengan kepuasan kerja karyawan, karena rasa syukur dipandang memiliki peran penting dalam menentukan tingkat kepuasan kerja karyawan. Dimana kepuasan kerja karyawan, selain didukung oleh kondisi yang nyaman di perusahaan tempatnya bekerja, juga didukung oleh rasa syukur yang dimiliki oleh pribadi masing-masing karyawan. Rasa syukur dapat dartikan sebagai rasa terima kasih kepada Allah SWT dengan menerima dengan ikhlas segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya. Perasaan syukur ini berperan penting dalam menentukan tingkat kepuasan kerja karyawan, dimana makin tinggi rasa syukur yang dimiliki oleh seorang karyawan, maka akan semakin tinggi pula tingkat kepuasan pada pekerjaannya. Rasa syukur dapat diwujudkan dengan bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaan sebaik-baiknya, selain itu juga dengan menjaga tali silaturahmi sesama manusia, dalam hal ini terutama dengan seluruh karyawan di dalam perusahaan tempatnya bekerja, antara lain dengan melakukan hubungan interpersonal, khususnya komunikasi interpersonal.

Selain rasa syukur, terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi karyawan dalam usaha untuk mencapai kepuasan kerja menurut Gilmer (As’ad, 2003) antara lain, kesempatan untuk maju, keamanan kerja, gaji, perusahaan dan manajemen, pengawasan / supervisi, faktor intrinsik dari pekerjaan, kondisi kerja, aspek sosial dalam pekerjaan, komunikasi, dan fasilitas. Masing-masing faktor tersebut berhubungan satu sama lain dan memiliki peranan yang penting dalam kehidupan sebuah perusahaan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu faktor yang mempengaruhi kerja karyawan adalah komunikasi. Komunikasi yang lancar antar karyawan dengan pihak manajemen banyak dipakai alasan untuk menyukai jabatan maupun pekerjaannya. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak atasan untuk mau mendengar, memahami dan mengakui pendapat ataupun prestasi kerja karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap kerja. Agar pihak atasan mau mendengar, memahami dan mengakui pendapat dari karyawan, setiap karyawan hendaknya memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik. Karena, di dalam perusahaan, komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Apabila komunikasi dalam suatu organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar, maka pekerjaan maupun hasil produksi pada perusahaan tersebut juga baik, dalam hal ini khususnya adalah komunikasi interpersonal.

Komunikasi interpersonal yang efektif adalah penting bagi semua organisasi. Menurut Kohler (Muhammad, 2001) para pimpinan organisasi dan para komunikator dalam organisasi perlu memahami dan menyempurnakan kemampuan komunikasi mereka. Sedangkan efektivitas organisasi perusahaan dipengaruhi o!eh kualitas sumber daya karyawan, yang didalamnya terdapat kualitas kerja karyawan.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: