HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL

Pendahuluan

Keberadaan manusia dalam industri dan organisasi akan mendapatkan banyak perhatian apabila membicarakan mengenai persoalan perilakunya dalam bekerja. Perilaku manusia secara tidak langsung akan berhubungan dengan masalah-masalah efisiensi maupun efektifitas organisasi. Mayo dan Rothlesberger (Davis dan Newstrom, 1992) melakukan penelitian industri yang menyangkut perilaku individu dalam bekerja dan hasil penelitiannya adalah konsep yang menyatakan bahwa organisasi merupakan suatu sistem sosial dan pekerja merupakan unsur yang paling penting didalamnya.

Manusia adalah sumberdaya yang sangat penting dalam bidang industri dan organisasi berkaitan dengan keadaan manusia didalam industri dan organisasi yang sangat berpengaruh pada tujuan organisasi maka harus ada suatu cara agar manusia yang ada didalamnya dapat berperilaku dengan baik didalam industri dan organisasi, salah satu cara yang dapat ditempuh agar seorang pegawai dapat berperilaku dengan baik dalam industri dan organisasi adalah dengan menegakkan disiplin. (Iyyasi, 2003). Helmi (1996) mengemukakan pendapat bahwa “menghadapi era pasar bebas, manusia yang berkualitas dalam bekerja merupakan prasyarat yang tidak dapat di tawar-tawar kembali”, artinya yaitu tenaga kerja yang kurang terampil dan kurang berpengetahuanakan tersingkir dari pasar kerja, sehingga tenaga kenaga yang berkualitaslah yang dapat merebut pasar kerja. Tenaga kerja yang berkualitas tidak terbentuk begitu saja, tetapi ada faktor-faktor yang berperan didalamnya. Schultz (Helmi,1996) menyatakan ada beberapa faktor yang menentukan apakah seorang tenaga kerja berkualitas atau kurang berkualitas, yaitu tingkat kecerdasan, bakat, sifat kepribadian, tingkat pendidikan, kualitas fisik, semangat kerja dan disiplin kerja.

Bangsa Indonesia pada saat ini sedang melaksanakan pembangunan disegala bidang baik bidang fisik maupun no-fisik. Bangsa Indonesia harus dapat melaksanakanpembangunan disegala bidang sesuai dengan tujuan Nasional yang hendak dicapainya. Ada tiga hal pokok yang harus dilakukan oleh bangsa yang ingin maju yaitu bekerja keras, banyak bekerja dan disiplin. (Priyodarminto, 1993). Berhasil atau tidaknya tugas-tugas pemerintah dan pembangunan ditentukan oleh para pegawainya oleh sebab itu kualitas prifesional, pengabdian dan sikap disiplin pegawai sangat dibutuhkan. Peningkatan produksi tidak hanya tergantung pada mesin yang serba modern. Modal yang cukup, dan bahan baku yang banyak tetapi tergantung pula pada orang yang melakukan kerja. (As’ad, 1987)

Setiap kelompok memiliki norma-norma yaitu pola atau patokan perilaku yang diterima oleh para anggota kelompok. Norma-norma mengatakan kepada anggota kelompok apa yang harus mereka lakukan dan apa yang tidak boleh mereka lakukan dalam keadaan tertentu. Maka dalam hal ini apabila norma yang berlaku dalam sebuah kelompok adalah negatif atau salah maka akan timbul pula pola perilaku yang salah dalam angggota kelompok tersebut.

Tidak berbeda dengan pegawai negeri mereka juga memiliki norma-norma yang mereka anut dalam bekerja namun norma yang mereka anut cenderung mengarah pada norma yang negatif sehingga mereka kurang bisa melakukan pekerjaaan dan kewajibannya secara baik, sebagai contoh mereka sering menunda pekerjaan yang merupakan kewajibannya dengan alasan masih bisa dikerjakan besok atau ada undangan pernikah dan sebagainya. Disiplin kerja merupakan syarat dan tututan utama kemajuan bangsa sehingga pemerintah harus memperhatikan kedisiplianan.Akhir-akhir ini sering terjadi bentuk-bentuk ketidakdisiplinan dari pegawi negeri. Bentuk ketidakdisiplinan yang sering dilakukan oleh pegawai adalah banyaknya absensi dan melanggar tertib jam kerja.

Permasalah yang sering timbul dalam pegawai negeri adalah kebiasan mangkir dari kewajiban yang telah ditetapkan pada peraturan hal ini sedikit banyak juga dipengaruhi oleh persepsi dari para pegawai tentang pemberian sanksi dari kemangkiran tersebut, mereka selalu beranggapan bahwa apabila mereka datang dan absen mereka dapat meninggalkan kewajibannya tanpa mendapatkan sanksi dari atasan.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: