HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP PRAMUNIAGA DENGAN MOTIVASI MEMBELI PRODUK KECANTIKAN

Pendahuluan

Manusia sebagai mahluk sosial juga dikenal sebagai mahluk individu. Untuk dapat melangsungkan kehidupannya setiap individu harus memenuhi kebutuhannya masing-masing. Kebutuhan setiap individu sangatlah berbeda antara satu dan lainnya. Terutama seorang wanita. Wanita yang dikodratkan sebagai mahluk yang cantik dan indah, selalu ingin tampil cantik di depan masyarakat pada umumnya. Hal ini dapat dibuktikan lewat pemberian harga yang murah, pemberian potongan harga dan hadiah serta iklan-iklan produk kecantikan atau kosmetik di berbagai media massa seperti koran, majalah ataupun televisi yang seakan ikut mendukung seorang wanita untuk tampil lebih sempurna. Masing-masing produsen produk kecantikan tersebut berusaha melalui berbagai cara untuk memotivasi konsumennya agar mau membeli produk yang dihasilkan.

Melalui cara-cara tersebut, konsumen produk kecantikan yang sebagian besar adalah wanita diharapkan termotivasi untuk membeli produk kecantikan tersebut guna memenuhi kebutuhannya untuk tampil sempurna. Motivasi membeli produk kecantikan adalah sesuatu yang berada dalam diri individu yang menjadi latar belakang individu untuk melakukan pembelian sehingga individu tersebut dapat memenuhi tujuan atau kebutuhannya atau merupakan akibat dari interaksi seseorang dengan situasi yang dihadapinya. Seperti telah diketahui bahwa seorang konsumen produk kecantikan pasti memiliki motivasi tersendiri dalam melakukan suatu proses pembelian produk kecantikan tersebut. Beberapa di antaranya mungkin disebabkan oleh adanya keinginan untuk tampil cantik seperti artis dalam iklan tersebut, adanya keinginan untuk terlihat seperti pramuniaga yang memakai produk tersebut (dengan pemikiran bahwa “orang biasa seperti pramuniaga ini saja bisa cantik apalagi saya”). Namun terkadang ada juga konsumen yang termotivasi untuk membeli karena pelayanan pramuniaganya yang ramah, baik dan hangat, ataupun hanya karena ingin mencoba saja.

Namun dalam keadaan riilnya hasil penjualan beberapa produk kecantikan tersebut memang berbeda antara satu dan lainnya. Dari data hasil penjualan terdapat perbedaan yang signifikan antara merek “X” dan merek “Y”. Produk kecantikan merek “X” memiliki pendapatan 194,28 miliar pada tahun 2000 (Kompas.com, 2002) sedangkan produk kecantikan merek “Y” memiliki pendapatan 423 miliar pada tahun yang sama (Sinar Harapan. Com, 2003). Data tentang peringkat dari beberapa perusahaan juga menunjukkan perusahaan Daeyu Orchid Indonesia yang memproduksi pakaian jadi antara lain sweater, peringkatnya berada jauh diatas produk kosmetik “X” yang hanya menempati urutan ke 35 (Markplusnco.com, 2003).

Wawancara bebas yang dilakukan terhadap beberapa konsumen produk kecantikan juga menunjukkan rendahnya motivasi konsumen untuk membeli produk kecantikan. Mereka mengatakan hal sebagai berikut :
“ Waktu saya mau beli lipstick seperti yang biasa saya pakai, mbak pramuniaganya bilang habis. Tapi dia menawarkan lipstick dengan bentuk dan kemasan yang berbeda tapi dia bilang sama saja dengan lipstick yang biasa saya pakai. Saya jadi bingung. Mbak itu kesannya ngeyel atau maksain saya banget untuk beli lipsticknya itu. Karena saya buru-buru, saya tinggal aja mbak yang jaga itu.” (X2, 11 – 16)

Yang menjadi pertanyaan mengapa motivasi membeli produk kecantikan tergolong rendah bila dibandingkan dengan produk lainnya ? Faktor-faktor yang memungkinkan rendahnya motivasi membeli produk kecantikan tersebut antara lain karena kurangnya publisitas, iklan yang dipasang tidak sesuai dengan selera konsumen, harga yang dipasang untuk produk tersebut terlalu mahal bila dibandingkan dengan produk lain yang sekelas (Kotler,1988) serta pelayanan pramuniaga yang tidak memuaskan (Kotler, 1991) atau pramuniaga dipersepsi secara negatif oleh konsumen seperti yang diutarakan konsumen diatas tadi.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: