HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP BUDAYA PERUSAHAAN DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN

Pendahuluan

Dunia usaha dewasa ini mengalami persaingan yang semakin ketat, hal ini menyebabkan suasana yang kompetitif diantara berbagai perusahaan. Perusahaan perlu meningkatkan kualitas manusia sebagai penentu keberhasilan suatu perusahaan, karena secanggih apapun sarana kerja, tanpa adanya fungsi tenaga kerja manusia maka tidak akan berarti keberadaan perusahaan tersebut. Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor dominan bagi keberhasilan pembangunan dan kemajuan suatu bangsa. Suatu perusahaan yang bersumber pada kualitas sumber daya manusia bermutu tinggi dapat dipastikan akan dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan produk berkualitas tinggi, karena semua orang yang terlibat dalam proses kerja akan menjalankan tugasnya dengan baik.

Perusahaan akan dapat berkembang dengan pesat apabila karyawan mempunyai etos dan motivasi kerja yang tinggi, tanpa adanya motivasi kerja yang tinggi tentu saja akan berpengaruh langsung pada hasil produksi, hal ini akan menghambat perkembangan perusahaan yang bersangkutan. Hasibuan (2003) menyatakan bahwa motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Motivasi kerja karyawan bagi perusahaan sangatlah penting, seorang karyawan dengan potensi yang hebat tanpa motivasi kerja akan menjadi beban bagi perusahaan (Riyono, 2001). Maka dari itu perusahaan tentu saja akan berusaha menimbulkan motivasi kerja tersebut dengan berbagai kebijaksanaan yang berkaitan dengan karyawan, misalnya perusahaan memberikan upah lembur apabila karyawan bekerja di luar jam kerja, memberikan bonus jika karyawan dapat mencapai target yang telah ditentukan dan lain sebagainya.

Anoraga & Suyati (1991) menyatakan bahwa motivasi kerja adalah keinginan yang terdapat pada individu untuk melakukan suatu pekerjaan dengan memberikan yang terbaik dari dirinya demi tercapainya tujuan yang diinginkan. Salah satu faktor penting yang diperlukan guna pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia demi mencapai tujuan perusahaan adalah dengan menumbuhkan motivasi kerja karyawan. Dengan kata lain, suatu perusahaan agar dapat memiliki karyawan dengan perfomansi kerja bagus harus memiliki motivasi kerja yang tinggi. Hal ini penting dilakukan agar perusahaan tetap survive dalam merebut pasar dunia. Semua perusahaan tentu akan berusaha untuk meningkatkan motivasi kerja karyawannya, seperti yang dilakukan oleh PT. Unilever sehingga perusahaan ini tetap menjadi pemimpin pasar. PT. Unilever memfokuskan pada manajemen orang yang bertujuan mewujudkan pekerja yang kreatif, produktif dan loyal. Dalam mencapai tujuan tersebut maka PT. Unilever berusaha untuk memberi tempat berkarya yang terbaik, menciptakan suasana kerja yang menantang dan mengembangkan pekerja yang berprestasi (SWA, 2003).

Hal ini juga dilakukan oleh PT. Kusumahadi Santosa, perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil. Bambang selaku Manager Umum dalam wawancara, 16 Januari 2004 menjelaskan bahwa PT. Kusumahadi Santosa menerapkan beberapa mekanisme untuk mempertahankan motivasi karyawan agar tetap tinggi. PT. Kusumahadi Santosa selalu memperhatikan masalah tenaga kerja dengan baik, misalnya dengan memberikan penghargaan terhadap prestasi kerja karyawan, pemberian jaminan sosial, pemberian kompensasi yang sesuai dan selalu meningkatkan kesejahteraan karyawan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan rangsangan kepada karyawan agar bekerja lebih baik lagi. Pengaturan tenaga kerja di PT. Kusumahadi Santosa telah memenuhi ketentuan ketenagakerjaan yang diatur oleh Departemen Tenaga Kerja RI, hal ini dibuktikan dengan diberikannya penghargaan oleh Menteri Tenaga Kerja RI pada tanggal 21 September 1997.

Namun untuk menciptakan karyawan dengan motivasi kerja yang tinggi bukanlah pekerjaan yang mudah, sebab saat ini sering dijumpai karyawan yang bermalas-malasan dalam bekerja dan tidak profesional dalam melaksanakan pekerjaannya, akibatnya produksi di perusahaan mengalami penurunan. Seperti yang terjadi pada PT. Perhutani yang mengalami penurunan produksi kayu hutan hingga ratusan kubik. Pada tahun 2002 kayu yang dihasilkan 1.450 juta meter kubik dan pada tahun 2003 telah turun menjadi 931.000 meter kubik (Suara Merdeka, 2004). Penurunan hasil pruduksi juga terjadi pada PT.Kusumahadi Santosa, pada tahun 2001 jumlah kain yang dihasilkan adalah 102.240.000 meter dan pada tahun 2002 mengalami penurunan produksi menjadi 83.400.000 meter. Pada tahun 2003 turun menjadi 81.600.000 meter

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: