HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KETERAMPILAN MANAJERIAL BAGIAN SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN SEMANGAT KERJA KARYAWAN

Pendahuluan

Karyawan merupakan salah satu aset penting dari suatu perusahaan, karena tercapainya tujuan perusahaan ditentukan oleh hasil kerja terbaik dan prestasi kerja yang diperoleh karyawannya. Pada umumnya setiap karyawan bekerja untuk memperoleh imbalan baik berupa materiil maupun non-materiil atas pekerjaan yang telah dilakukannya, tetapi seringkali karyawan memperoleh imbalan yang belum sesuai dengan yang diinginkan. (Schuler dan Jackson,1999)

Permasalahan yang diungkapkan diatas terjadi pada sejumlah karyawan yang tergabung dalam group CJ Indonesia yaitu PT. Super Unggas Jaya Jakarta yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pakan ternak. Berdasarkan wawancara awal dengan tiga orang karyawan perusahaan tersebut, salah seorang karyawati A mengatakan bahwa perhatian dari manajemen sumber daya manusia terhadap kesejahteraan karyawan dirasakan kurang. Hal ini ditunjukkan dengan belum adanya realisasi dari keinginan-keinginan karyawan yang telah diajukan pada manajemen sumber daya manusia hingga saat ini, seperti kenaikan tunjangan kesejahteraan, serta penghargaan pada karyawan yang telah berprestasi. A juga mengatakan bahwa bagian sumber daya manusia kurang memperhatikan pengembangan karier setiap karyawan, serta tidak mempunyai konsep pengembangan karyawan yang jelas. Oleh karena itu A merasa bahwa dirinya menjadi malas untuk datang ke kantor tepat waktu dan terkadang merasa bosan dengan pekerjaannya. Meskipun demikian A mengatakan bahwa dirinya berusaha untuk tidak menunda- nunda menyelesaikan pekerjaan.

Karyawan kedua (B) mengatakan bahwa dirinya masih memiliki semangat kerja dengan berusaha untuk datang ke kantor tepat waktu serta bekerja dengan sepenuh hati. Hal ini karena B merasa dirinya hanya sebagai bawahan dan memiliki pendidikan yang tidak terlalu tinggi (D1), sehingga tidak dapat mengharapkan sesuatu yang lebih. Karyawan ketiga (C) mengatakan bahwa dirinya hanya sebagai bawahan dan sudah berusia tua (45 tahun), sehingga tidak ada yang dapat dilakukannya selain bekerja dengan baik, meskipun imbalan yang diperolehnya kurang sesuai dengan apa yang diinginkannya.

Berdasarkan wawancara kedua yang dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2005 kepada tiga orang karyawan, salah seorang karyawan (D) mengatakan bahwa dirinya melihat banyak karyawan yang semangat kerjanya turun. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku kerja karyawan yang tidak efektif, seperti adanya karyawan yang sering tidak masuk kantor dengan alasan yang tidak jelas. Sebagian besar karyawan datang ke kantor tidak tepat waktu. Banyak juga karyawan yang tidak bersedia menyelesaikan tugas yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan. Menurut D kejadian seperti ini sudah berlangsung cukup lama dan dibiarkan saja oleh bagian sumber daya manusia. D juga mengatakan bahwa dirinya sering merasa malas untuk datang ke kantor tepat waktu dan sering menunda menyelesaikan pekerjaan, karena tuntutan yang diajukan karyawan tidak dapat direalisasikan, sementara itu karyawan dituntut untuk dapat bekerja lebih giat lagi.

Karyawan lainnya (E) mengatakan bahwa semangat kerjanya berkurang karena kurang adanya perhatian dari manajemen sumber daya manusia terhadap hasil kerjanya, sehingga apa yang dibutuhkannya tidak dapat dipenuhi. Meskipun demikian E mengakui bahwa dirinya tetap berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik- baiknya, karena pada saat ini sulit mencari pekerjaan baru. Sama halnya dengan karyawan yang telah diwawancarai sebelumnya, F juga mengatakan bahwa semangat kerjanya menurun karena terlalu banyak tuntutan perusahaan pada karyawannya, tetapi kebutuhan karyawan kurang diperhatikan. Meskipun demikian F mengatakan bahwa dirinya terus berusaha untuk memberikan yang terbaik pada perusahaan karena dirinya telah lama bekerja pada perusahaan tersebut.

Handoko (1985) mengungkapkan bahwa bila para karyawan telah melakukan pekerjaannya dengan baik maka karyawan harus menerima kompensasi yang adil dan layak. Bentuk penghargaan ini berupa pengupahan dan penggajian serta berbagai bentuk kompensasi pelengkap (fringe benefit) seperti asuransi dan rekreasi, serta kondisi kerja yang aman dan nyaman.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: