HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KONDISI FISIK LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PERAWAT

Pendahuluan

Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Kebutuhan itu bisa bermacam- macam, berkembang dan berubah, bahkan seringkali tidak disadari oleh pelakunya. Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapainya, dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukan akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan daripada keadaan sebelumnya.

Suatu organisasi kerja yang bergerak di bidang jasa, kualitas produk merupakan faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen untuk membeli berbagai produk jasa yang dihasilkannya. Kualitas produk yang dimaksudkan pada organisasi seperti ini adalah kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Pada organisasi ini produk yang dihasilkan bukanlah dalam bentuk barang melainkan jasa atau pelayanan.

Salah satu organisasi yang bergerak di bidang jasa adalah rumah sakit. Sebagai organisasi yang bergerak di bidang jasa, khususnya bidang jasa kesehatan, rumah sakit tidak hanya berorientasi komersil atau profit semata, namun juga berorientasi sosial. Mengingat sedemikian ketatnya persaingan di bidang jasa kesehatan, merupakan hal yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian yang serius berkaitan dengan sumber daya manusia di rumah sakit. Perawat merupakan sumber daya manusia yang paling banyak berinteraksi dengan pasien. Hal ini bisa dilihat dari jam kerja perawat yang 24 jam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.

Dalam Klasifikasi Jabatan Indonesia (1982) diuraikan beberapa tugas dari perawat, yaitu: memberikan pelayanan perawatan secara sederhana kepada pasien di bawah petunjuk dokter; memberikan pelayanan perawatan dan nasehat di rumah sakit, klinik, dan tempat lain yang berhubungan dengan perawatan orang-orang sakit; memberikan perawatan profesional khusus di suatu lembaga kesehatan atau tempat lain; melakukan pekerjaan perawatan, namun mengkhususkan diri dalam suatu cabang perawatan tertentu, seperti perawat obstetrik, ortopedik, pediatrik atau psikiatrik.

Perawat merupakan profesi yang bersifat kemanusiaan yang dilandasi rasa tanggung jawab dan pengabdian, sehingga layanan perawatan menyangkut upaya kemanusiaan yang pelaksanaannya membutuhkan ketulusan, saling menghargai dan kebijaksanaan terhadap sesama manusia. Gunarsa (dalam Andriani & Subekti, 2004) menjelaskan tugas perawat harus memfokuskan diri pada kesejahteraan pasien. Perawat harus berinteraksi dengan pasien dalam berbagai situasi, seperti di ruang gawat darurat, di unit pengobatan dan pembedahan, unit bersalin dan pediatrik, di klinik, di sekolah, dan bahkan di rumah klien.

Dikaitkan dengan perawat yang merupakan karyawan dari rumah sakit, maka perawat yang merasa puas dengan pekerjaannya akan mampu memberikan pelayanan terbaik yang dimiliki kepada pasien-pasien di rumah sakit. Agar setiap perawat mampu memberikan kualitas terbaik yang dimilikinya, maka sangatlah perlu untuk memperhatikan kepuasan kerja dari perawat.

Kepuasan kerja merupakan reaksi afektif individu terhadap pekerjaan dan lingkungan kerja, yang juga meliputi sikap dan penilaian terhadap pekerjaan (Rambo, dalam Zamralita, 2001). Setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya (individual differences). Semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan aspek-aspek diri individu, maka ada kecenderungan semakin tinggi tingkat kepuasan kerjanya.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: