HUBUNGAN ASPEK-ASPEK MANAJEMEN INTERPERSONAL KELOMPOK EFEKTIF OBJEKTIF (MIKEO) DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BANK NIAGA YOGYAKARTA

Pendahulan

Manusia adalah salah satu unsur yang terpenting di dalam suatu organisasi. Di era globalisasi, peran SDM dalam menentukan keberhasilan perusahaan tidak dapat diabaikan begitu saja. Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan (Nurmianto dalam Prohida, 2004). Kedudukan istimewa sumber daya manusia adalah kemampuannya untuk bertahan dan berkembang secara dinamis dibandingkan dengan sumber-sumber daya lain yang kini semakin berkurang keampuhannya, seperti tehnologi produk dan proses produksi.

Produktivitas karyawan merupakan suatu yang sangat diharapkan dalam kerangka organisasi. Ini dapat dimengerti, karena orgnisasi yang mampu menumbuh kembangkan kinerja SDM-nya melalui partisipasi kerja dan pelatihan kerja (training) akan mampu pula mendayagunakan potensi kerja mereka secara maksimal. Sumber daya manusia yang berkinerja tinggi akan mampu melakukan pekerjaan yang terkait dengan tujuan orgnisasi, seperti kualitas dan hasil kerja yang efisien.

Perubahan pada satu perusahaan tidak hanya pada sektor produksi, pemasaran, keuangan dan pelayanannya namun perlu juga melakukan perubahan organisasional dan sumber daya manusia. Perkembangan tehnologi dan informasi yang cepat mensyaratkan sumber daya manusia yang ulet, mampu berpikir cepat dan menunjukkan kinerja yang tinggi (Nawawi, 2005). Pada era globalisasi dan pasar bebas hanya perusahaan yang mampu melakukan perbaikan terus-menerus (continuous improvement) dalam pembentukan keunggulan kompetitif yang mampu untuk berkembang. Organisasi sekarang harus dilandasi oleh keluwesan, team kerja yang baik, kepercayaan, dan penyebaran informasi yang memadai.

Tantangan yang dihadapi oleh perusahaan/organisasi pada era perdagangan bebas adalah menumbuhkan karyawan dengan produktivitas yang tinggi. Proses manajemen sumber daya manusia menjadi hal yang begitu penting dalam mencapai peningkatan kinerja karyawan yang ditunjukan dengan keterlibatan kerja karyawan atau partisipasi dari karyawan melalui kerjasama dalam kelompok kerja (Nawawi, 2005).

Hansen & Mowen (Prohida, 2004) mengemukakan produktivitas berkaitan dengan memproduksi output secara efisien dan khususnya tercermin dari hubungan antara output dengan input yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut. Menurut , Nurdin Kaimuddin (Prohida, 2004) dikatakan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas, yaitu faktor supra sarana yang meliputi kemampuan manajemen, hubungan industrial dan kebijaksanaan pemerintah. Selain itu, juga ada faktor manusia yang menjadi sangat penting. Produktivitas tenaga kerja manusia tergantung pada kemampuan dan kemauan setiap orang. Dalam hal ini, kemampuan mengacu pada kemampuan fisik serta tingkat pendidikan, pelatihan, dan pengalaman, sedangkan faktor kemauan mengacu pada ethos kerja, mentalitas, dan motivasi.

Dalam kerangka organisasi, produktivitas karyawan merupakan suatu yang sangat diharapkan. Ini dapat dimengerti, karena orgnisasi yang mampu menumbuh kembangkan produktivitas SDM-nya melalui kerjasama dalam kelompok kerja akan mampu pula mendayagunakan potensi kerja mereka secara maksimal. Sumber daya manusia yang berkinerja tinggi akan mampu melakukan pekerjaan yang terkait dengan tujuan orgnisasi, seperti kualitas dan hasil kerja yang efisien. Produktivitas kerja mencakup sikap mental yang memandang hari depan secara optimis yang berakar pada keyakinan diri bahwa kehidupan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini (Sinungan, 2003). Masalah yang banyak dihadapi oleh banyak perusahaan/organisasi pada umumnya adalah kurang optimalnya produktivitas karyawan, yang mengakibatkan produktivitas perusahaan secara umum juga ikut menurun. Kondisi ini tentu saja membuat daya saing perusahaan menjadi lemah. Kurang optimalnya kinerja karyawan dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satu faktor yang cukup penting adalah partisipasi karyawan dalam kerjasama (Muafi, 2000).

Intervensi dari berbagai bidang, termasuk bidang manajemen dan perilaku diperlukan untuk menjawab masalah produktivitas. Salah satu intervensi yang telah dirumuskan untuk peningkatan produktivitas kerja karyawan adalah dengan perlakuan Manajemen Interpersonal Kelompok Efektif Objektif (MIKEO) yang sudah pernah diujicobakan dalam sekala terbatas dengan rancangan yang belum mantap, namun memberikan hasil yang cukup meyakinkan (Hadipranata, 1987a; 1987b; 1989;1992;1993).

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: