HUBUNGAN AFEK POSITIF DENGAN KONTROL DIRI DALAM MENJALANKAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II

Pendahuluan

Pola prevalensi diabetes telah mengalami pergeseran. Pada awal tahun 1990-an masyarakat memiliki keyakinan bahwa diabetes hanya menyerang mereka yang berusia lanjut dan merupakan “penyakit orang kaya”. Pada kenyataannya Sekarang ini, diabetes sudah tidak mengenal perbedaan kelas. Di Asia, penderita diabetes mellitus berkembang secara merata, baik di lingkungan orang kaya ataupun di daerah kumuh. Diabetes mellitus ini bisa menyerang siapa saja dan tidak pandang bulu karena anak usia 6 tahun pun bisa menderita diabetes.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 177 juta penduduk dunia mengidap diabetes. Jumlah ini akan meningkat hingga melebihi 300 juta pada tahun 2025. Dr Paul Zimmet, direktur dari International Diabetes Institute (IDI), meramalkan bahwa diabetes akan menjadi penyakit yang paling dasyat dalam sejarah manusia. Diabetes telah masuk dalam daftar “Penyakit Asia”. Tahun 2003 diperkirakan 89 juta penduduk Asia menderita diabetes. Tercatat 4 dari 5 negara di dunia dengan jumlah terbesar ada di Asia, yaitu: India (32,7 juta), RRC (22,6 juta), Pakistan (8,8 juta), dan Jepang (7,1 juta). Di Jepang, 80% dari kasus baru penderita diabetes golongan anak-anak adalah diabetes mellitus tipe II.

Diabetes menyebar lebih cepat di Asia dibandingkan jazirah mana pun di seluruh dunia. Tahun 2005, penderita di Asia akan mencapai 170 juta, dimana 100 juta akan berasal dari India dan RRC. (Vitahealth, 2004).

Menurut penelitian yang pernah dilakukan di daerah pedesaan maupun perkotaan, jumlah diabetes hampir sama prosentase. Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat. Saat ini diperkirakan sekitar lima juta lebih penduduk di Indonesia, yang berarti satu dari 40 penduduk Indonesia menderita diabetes. Diabetes merupakan penyakit yang menyebabkan kematian kedua setelah jantung. Secara menyeluruh memang tidak ada data yang pasti tentang jumlah penderita diabetes di Indonesia. Namun, dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan, sekitar 2,5 persen penduduk Indonesia menderita diabetesir. (Mangoenprasodjo, 2005)

Laporan terakhir WHO, di dunia kini terdapat sekitar 120 juta penderita Diabetes Mellitus dan diperkirakan akan naik menjadi 250 pada tahun 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh usia harapan hidup meningkat, diet yang kurang sehat, kegemukaan, serta gaya hidup modern. WHO yang berafilisai dengan IDF, mengatakan penderita dibetes militus kebanyakan yang berusia di atas 40 atau 30 tahun.(Vitahealth, 2004)

Tjokroprawiro (2001) mengatakan bahwa data epidemiologi menunjukkan, bahwa jumlah penderita diabetes mellitus di dunia dari 110,4 juta pada tahun 1994 akan melonjak 1,5 kali lipat (175,4 juta) pada tahun 2000, dan akan melonjak dua kali lipat (239,3 juta) pada tahun 2010. Di Indonesia, dari jumlah 2,5 juta pada tahun 1994 akan menjadi lima juta pada tahun 2001. Hal ini disebabkan oleh perkembangan pola makan yang salah arah.

Di Amerika penderita diabetes mellitus sekitar 13 juta orang atau sekitar 5,2% dari masyarakat Amerika. Di tahun berikutnya, sekitar 120 ribu penderita diabetes mellitus adalah anak-anak kemudian 160 ribu orang meninggal karena menderita diabetes mellitus dan komplikasinya (Taylor, 1995).

Sebelum melakukan penelitian dilakukan observasi terlebih dahulu dan ternyata penderita diabetes yang kurang bisa mengontrol dirinya untuk berdiet karena kebiasaan atau gaya hidup. Mereka merasa keadaan jasmani tidak mengalami gangguan yang berarti karena masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan mereka memiliki pandangan bahwa diet tidaklah penting untuk dilakukan. Ada juga sebagian dari mereka malas untuk berdiet sedangkan penderita yang kontrol dirinya baik maka akan menjalankan diet dikarenakan mereka menyadari tentang bahaya dari penyakit yang diderita.

Diabetes mellitus ada 2 tipe yaitu diabetes mellitus tipe I dan diabetes mellitus tipe II. Peneliti akan membahas diabetes melitus tipe II karena tipe II iini yang paling sering dijumpai kemudian penderita mengetahui menderita penyakit diabetes setelah dewasa dan penyakit diabetes ini tidak tergantung dengan insulin. Kebanyakan penderita diabetes tipe II ini berusia 40 tahun ke atas akan tetapi tidak menutup kemungkinan anak-anak menderita diabetes mellitus tipe II.

Diabetes adalah jaringan tubuh yang mengalami kekurangan glukosa karena terhambatnya pembuluh darah. Kemudian muncul gejala kelelahan, lapar gula, dan perasaan mudah tersinggung. Gula yang menumpuk terlalu banyak di dalam pembuluh darah mengakibatkan melambatnya aliran darah dan darah menjadi kental sehingga mengakibatkan gangguan pada pasokan oksigen yang dibawa oleh darah. Padahal untuk dapat bekerja secara optimal, tubuh memerlukan oksigen yang cukup untuk membakar gula menjadi energi. Akibat kekurangan oksigen, tubuh kehilangan tenaga dengan munculnya gejala kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kepala, dan jantung bekerja lebih keras. (Mangoenprasodjo,2005)

Download Selengkapnya
Bab I
Bab II -1
Bab II -2

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: