HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI SUAMI ISTRI DENGAN KECEMASAN SUAMI YANG ISTRINYA BERPENGHASILAN LEBIH TINGGI

Pendahuluan

Dewasa ini wanita dihadapkan pada banyak pilihan yang ditimbulkan oleh perubahan peran di dalam masyarakat. Perubahan tersebut menyebabkan peran wanita di dalam keluarga juga mengalami perubahan. Munandar (1985) menyebutkan bahwa peran wanita adalah sebagai istri, sebagai ibu dan sebagai pengurus rumah tangga, akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan sosial ekonomi, banyak wanita yang turut bekerja dengan ruang lingkup di dalam maupun di luar rumah dan berbagai faktor yang melatarbelakanginya. Peran wanita tidak lagi hanya sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya tetapi juga sebagai wanita yang ingin mengembangkan kemampuan dan ketrampilannya dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya.

Fauziah, dkk (1999); Kumolohadi (2001) menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah wanita yang bekerja, di antaranya adalah banyaknya kursus dan pendidikan tinggi, keinginan dari dalam diri seperti mengembangkan ilmu yang didapat, keinginan untuk dapat mengaktualisasikan diri ataupun disebabkan oleh faktor eksternal seperti tuntutan ekonomi sehingga harus turut bekerja membantu suami untuk mendapatkan tambahan penghasilan dan lain sebagainya. Berbagai faktor yang ada dan alasan yang mereka kemukakan, banyak wanita yang kemudian mengambil keputusan untuk bekerja, bekerja di luar tanggung jawabnya sebagai istri maupun ibu di dalam keluarga.

Salah satu alasan istri turut bekerja adalah untuk memenuhi tuntutan ekonomi keluarga yaitu membantu suami mendapatkan tambahan penghasilan bagi keluarga (Kumolohadi, 2001). Menurut Blumstein dan Schwart (DeFrain dan Olson, 2003) faktor penghasilan atau uang dianggap sebagai sumber yang sangat penting bagi keseimbangan suatu hubungan. Oleh sebab itu ketika seseorang memiliki penghasilan, pekerjaan maupun jabatan yang tinggi, kelangsungan hidup, keutuhan dan kestabilan keluarga dapat terwujud. Berarti dengan penghasilan yang dimiliki oleh istri seharusnya dapat turut menunjang kelangsungan hidup, keutuhan dan kestabilan keluarga sehingga suami akan merasa senang bahkan karirnya dapat berkembang lebih baik karena suami tidak terbebani dan terbantu oleh istri dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Perasaan yang senang karena tidak terbebani dan terbantu akan menimbulkan perasaan aman. Perasaan tersebut akan menghindarkan seseorang dari kecemasan dan dari lingkaran kegagalan (a cycle of failure) (Feldman, 1998)

Pada kenyataannya, bekerja dan berpenghasilan lebih tinggi pada wanita dapat memunculkan kekhawatiran pada pihak suami. Kekhawatiran pada sesuatu yang belum terjadi disebut dengan kecemasan (Mahmud, 1990). Pengertian kecemasan menurut Atkinson, dkk (1983) adalah segala bentuk situasi yang mengancam kesejahteraan organisme. Bentuk situasi yang mengancam kesejahteraan suami sehingga menimbulkan kecemasan bahwa dengan istri yang bekerja dan mempunyai penghasilan yang tinggi, istri menjadi kurang memberikan perhatian kepada dirinya dan keluarga, urusan rumah tangga akan terbengkelai sehingga tanggung jawab atau kewajiban sebagai istri dan ibu tidak dapat dijalankan secara maksimal. Ada pula anggapan jika istri berpenghasilan lebih besar maka kekuasaan suami atas keluarga akan menjadi terganggu karena istri tidak lagi selalu patuh dengan apa yang dikatakannya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan istri dalam pembuatan keputusan akan semakin besar dengan semakin besarnya peranan istri dalam menopang ekonomi sehingga suami merasa kekuasaan atau superioritasnya menjadi terganggu (Astuti, 2002; Ancok, 2004).

Tarigan, dkk (Sulastri dan Retnowati, 2003) mengemukakan bahwa suami akan merasa cemburu, khawatir apabila istrinya bekerja, mempunyai penghasilan yang lebih tinggi dan hal tersebut menjadikan suami merasa rendah diri. Perasaan rendah diri dapat mengarah kepada perilaku yang tidak menyenangkan bahkan sampai dapat menimbulkan kekerasan.

Download Selengkapnya
Bab I
Bab II -1
Bab II -2

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: