HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN KEPRIBADIAN INTROVERT DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II

Pendahuluan

Pada dasarnya manusia terdiri dari tiga aspek yaitu aspek fisik, aspek psikologis dan aspek sosial. Hal-hal yang berkaitan dengan aspek fisik adalah kondisi ragawi yang dimiliki oleh manusia. Keadaan fisik yang dimiliki oleh manusia jauh lebih baik daripada keadaan fisik makhluk hidup ciptaan Tuhan lainnya. Manusia dikaruniai keadaan fisik yang lengkap dan disertai sistem yang kompleks. Pada diri manusia terdapat beribu-ribu bahkan berjuta-juta sel, jaringan dan organ. Keseluruhan sel, jaringan dan organ tersebut membentuk sistem fisik pada manusia. Jika ada salah satu bagian dari organ manusia yang tidak dapat berfungsi dengan baik, maka manusia akan mengalami hambatan dalam memanfaatkan seluruh potensi yang dimilikinya.

Aspek psikologis membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi mental atau jiwa manusia yaitu potensi akal dan rasa. Aspek psikologis inilah yang membuat manusia mempunyai keunggulan daripada makhluk hidup ciptaan Tuhan lainnya. Melalui potensi akal dan rasanya, manusia dapat mengetahui hal-hal yang baik dan buruk serta dapat merasakan segala peristiwa di dunia ini. Selain kedua aspek tersebut, manusia juga mempunyai aspek lainnya yaitu aspek sosial. Aspek ini berkaitan dengan hubungan antara satu manusia dengan manusia yang lain. Dalam kehidupannya, manusia harus mampu menjalin hubungan dengan manusia lainnya karena
manusia tidak dapat hidup seorang diri. Manusia adalah makhluk sosial. Manusia selalu membutuhkan pertolongan dari manusia lainnya untuk menjalankan roda kehidupannya.

Jika ketiga aspek tersebut berfungsi secara adekuat, maka manusia dapat mencapai kehidupan yang memuaskan. Manusia dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan menjalankan peran sosial dengan baik. Akan tetapi, ketika salah satu dari ketiga aspek tersebut mengalami hambatan, maka manusia akan mengalami kesulitan-kesulitan dalam menjalankan kehidupannya. Hambatan tersebut dapat berupa hambatan fisik, hambatan psikologis maupun hambatan sosial.

Hambatan yang dapat ditimbulkan oleh keadaan fisik yang tidak sempurna misalnya menderita suatu penyakit atau mengalami kecacatan. Ada banyak penyakit yang mengancam manusia apabila manusia tidak memperhatikan keadaan fisiknya. Misalnya saja penyakit jantung koroner, stroke, asam urat, diabetes mellitus dan lain-lain. Penyakit-penyakit tersebut dapat mengakibatkan kecacatan, bahkan kematian pada penderitanya.

Menurut Kaplan (1993), ketika manusia menderita hambatan fisik, misalnya penyakit yang serius atau kronis, maka kehidupan dan aktivitasnya menjadi terganggu. Bagi penderita penyakit kronis, hal ini biasanya menjadi suatu masalah yang menjadikan pasien dan keluarganya harus membentuk suatu kebiasaan baru dan membutuhkan penyesuaian diri secara sosial ataupun emosional. (dalam Sukmaningrum,1998).

Salah satu penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan adalah penyakit Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus, sebagai salah satu penyakit kronis mulai menonjol sebagai morbiditas dan mortalitas di negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia. Diabetes Tipe II telah menjadi epidemi global. Saat ini ada 120-140 juta penderita di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan angka kejadian akan menjadi 300 juta pada tahun 2025. Kecenderungan urbanisasi juga diperkirakan dapat meningkatkan prevalensi Diabetes Mellitus..Menurut WHO, jumlah penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Indonesia akan meningkat 250 %, dari lima juta penderita pada tahun 1995 menjadi dua puluh lima juta penderita pada tahun 2025. Hal ini karena diperkirakan 52% penduduk akan hidup di perkotaan. (www.kompas.com). Menurut Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) yang juga Presiden AFES, dr. Sidartawan Soegondo SpPD-KE, peningkatan angka kejadian diabetes tipe II di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, gaya hidup yang salah dan pertambahan usia harapan hidup. (www.kompas.com).

Perubahan pola makan individu, seperti disebutkan di atas, sering terjadi di kota-kota besar. Banyak diantara mereka mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi. Tanpa disadari, kelebihan kadar gula tersebut memicu munculnya penyakit Diabetes Mellitus. Penyakit Diabetes Mellitus adalah salah satu penyakit degeneratif yang terus meningkat jumlah penderitanya di masa datang.

Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang tidak begitu banyak diketahui dan disadari keberadaannya. Diabetes Mellitus juga merupakan penyakit yang tidak ada obatnya dan tidak dapat disembuhkan. Artinya, penderita harus hidup berdampingan dengan penyakit Diabetes Mellitus seumur hidupnya. Penyakit Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang menjadikan badan seseorang tidak memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi dengan baik. Penyakit ini dapat memberikan komplikasi yang mematikan, seperti serangan jantung, stroke, kegagalan ginjal, impotensi (lemah syahwat) dan kebutaan. Tidak ada obat bagi penyakit Diabetes Mellitus, akan tetapi penyakit ini dapat dikendalikan. Dewasa ini penyakit tersebut semakin berkembang karena dipicu oleh peningkatan konsumerisme masyarakat dan pola hidup yang lebih banyak duduk daripada bergerak. (Johnson, 1998)

Ada dua jenis utama penyakit Diabetes Mellitus, yaitu tipe I dan tipe II. Tipe I Diabetes Mellitus disebut juga Insulin-Dependent Diabetes Mellitus atau IDDM. Diabetes Mellitus Tipe I ini terjadi apabila sel-sel yang meproduksi insulin dalam tubuh tidak berfungsi, dan membuat hanya sedikit atau tidak ada insulin. Jika tubuh tidak memproduksi insulin, maka glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel-sel. Untuk tetap hidup, penderita Diabetes Mellitus tipe ini kebanyakan harus bergantung pada suntikan insulin selama hidupnya. Tipe ini tidak begitu umum, dan biasanya bermula pada kanak-kanak atau remaja. Sedangkan Diabetes Mellitus tipe II disebut sebagai Non-Insulin-Dependent Diabetes Mellitus atau NIDDM. Data tahun 1999 menyebutkan, penderita tipe 2 lebih banyak daripada tipe I dengan perbandingan 9:1. (www.kompas.com).

Download Selengkapnya
Bab I
Bab II -1
Bab II -2

Download Versi Lengkap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: