HUBUNGAN ANTARA KONDISI STRESS DENGAN PERSEPSI KESULITAN TIDUR PADA MAHASISWA

Pendahuluan

Sebagian orang bisa tidur dengan nyenyak merupakan anugerah, tetapi bagi orang yang mengalami gangguan tidur akan sulit untuk mendapatkan anugrah untuk tidur nyenyak, karena mengidap gangguan yang biasa disebut sulit tidur. Seseorang dianggap memiliki gangguan tidur apabila seseorang mengalami kesulitan tidur dalam beberapa hari. Apabila gangguan tidur tersebut terjadi dalam kurun waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan akan mengakibatkan kekebalan tubuh menurun akibat kekurangan tidur atau jadwal yang terganggu akibat gangguan tidur insomnia yang menyerang. Kesulitan tidur merupakan salah satu keluhan yang paling sering ditemukan pada penderita yang berkunjung ke praktek dokter psikiater. Kesulitan tidur dapat dialami oleh semua lapisan masyarakat baik kaya, miskin, berpendidikan tinggi dan rendah, gangguan tidur juga dialami oleh anak-anak, orang tua, orang dewasa, maupun para lanjut usia. (Japardi, 2004)

Tuntutan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen bagi seorang mahasiswa memang dibutuhkan. Tidak sedikit mahasiswa yang terganggu pola tidurnya karena untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen menuntut mahasiswa menyelesaikan dengan waktu yang ditentukan bahkan tidak jarang membuat mahasiswa merubah pola tidurnya yang sebelumnya termasuk normal yaitu enam sampai delapan jam sehari dan dapat memulai tidur dengan mudah. Hal tersebut seperti dialami oleh W yang mengalami kesulitan tidur setelah ia mengambil matakuliah skripsi, menurut keterangan yang diberikan ia menjadi sering cemas dan takut bila hasil skripsinya tidak memuaskan sehingga hal itu berpengaruh pada pola tidurnya yang sebelumnya mudah untuk tidur menjadi sulit untuk memulai tidur. Ia berpendapat bahwa gangguan tidur itu datang setelah banyaknya tekanan yang ia hadapi beberapa tahun ini. (wawancara pada 15/04/06). Pada mahasiswa tingkat semester awal mahasiswa biasanya tugas-tugas serta kegiatan yang di berikan oleh dosen belum begitu banyak, beda halnya dengan mahasiswa yang mulai memasuki semester empat atau lima, pada semester ini mahasiswa sudah mulai mendapatkan matakuliah praktikum untuk jurusan tekhnik atau kedokteran.

Seperti yang dirasakan oleh A salah satu mahasiswa kedokteran Universitas Gajah Mada, sebelumnya ia mempunyai pola tidur yang normal namun setelah semester tiga dimana ia merasakan bahwa tugas-tugas kampus seperti praktikum yang menuntut selesai dengan waktu yang kadang sangat singkat menurutnya, belum lagi masalah-masalah di luar akademik yang membutuhkan tenaga dan pikiran yang cukup. Hal tersebut tidak jarang memembuatnya menjadi merubah pola tidur yang normal delapan jam pada umumnya menjadi terputus-putus yaitu tiga jam di malam hari dan sisanya tidur di siang hari, itu pun jika ada waktu luang.

Seorang mahasiswa lain, N, menyatakan ketika dirinya mulai memasuki semester tengah atau tiga, ia mulai mengalami gangguan pada pola tidur yang pada awalnya terbiasa tidur pukul 21.00 WIB namun kini hanya bisa memejamkan mata ketika pukul 02.00 dini hari. Ia merasakan hal tersebut awalnya tidak terlalu ia fikirkan, namun pada akhirnya ia merasa bahwa kesehatannya mulai menurun dan keluhan disiang hari seperti rasa mengantuk yang teramat sangat sehingga mengganggu aktivitasnya barulah ia sadar bahwa ada yang tidak wajar. Ia merasa tuntutan tugas yang di berikan dosen membuat ia harus menyelesaikan tugasnya tepat waktu, belum lagi matakulaiah skripsi yang membuatnya ekstra berfikir agar mendapat nilai yang memuaskan karena matakuliah ini yang menjadi penentu apakah ia dapat lulus atau tidak.

Japardi (2004) menurut beberapa penelitian, gangguan tidur berkepanjangan didapatkan 2,5 kali lebih sering mengalami kecelakaan berkendara dibandingkan orang yang cukup tidur. Lumbantobing (2004) mengatakan bahwa, kebutuhan manusia untuk tidur pada bayi 13-16 jam berfungsi untuk pertumbuhan bayi, anak 8-12 jam berfungsi untuk perkembangan otak anak-anak untuk ketahanan memori, dewasa 6-9 jam untuk menjaga kesehatan, usia lanjut 5-8 jam untuk menjaga kondisi fisik karena usia yang semakin senja mengakibatkan sebagian anggota tubuh tidak dapat berfungsi optimal, maka untuk mencegah adanya penurunan kesehatan dibutuhkan energi yang cukup dengan pola tidur yang sesuai.

Sebuah kasus di bahwa ini adalah berkaitan dengan gangguan tidur yang di akses dalam situs http//www.alaydrusbgr.com (di akses 14/11/05) menyatakan bahwa orang yang mengalami kanker hati di sebabkan oleh beberapa faktor yang diantaranya adalah tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang. Dalam situs http\\www.e-psikologi.com (diakses 12/07/05) diceritakan banyak yang mengeluh tentang gangguan tidur sebagai contoh Titi (30 th), selama dua tahun terakhir baru bisa tidur menjelang subuh disaat menjelang ujian semester, Rudy (19) yang sempat diduga kecanduan narkotika karena selalu tertidur bahkan ketika ujian, sedangkan Rani, (25) akhir-akhir ini harus menyeret tubuhnya dari tempat tidur setiap bangun pagi. Weekend-lah yang membebaskan derita Rani karena saat libur ia bisa bangun siang sepuasnya. Dalam htt\\Hanyawanita.com (diakses 12/07/05)

Beberapa orang mengalami masalah gangguan tidur, seperti kasus yang di dapat dari hasil wawancara penulis dengan DS yang mengalami kesulitan tidur (10/05/2005) saat ia mengalami masalah yang bersifat pribadi seperti masalah keuangan, karena kiriman uang orang tua yang telat datang sehingga ia harus berfikir ekstra untuk mencari jalan keluar memenuhi kebutuhan pangannya sampai uang kiriman berikutnya datang, juga masalah pribadi lainnya seperti bertengkar dengan kekasihnya.

Sedangkan A kuliah pada fakultas kedokteran yang awalnya ia memiliki pola tidur normal namun, mengalami kesulitan tidur setelah mendapat tugas setiap harinya yang harus selesai dengan waktu yang sudah ditentukan oleh dosen, belum lagi masalah hubungan sosialnya dengan lingkungan kost yang masih baru memerlukan adaptasi yang baik untuk menciptakan susasana yang mendukung untuk belajar dan mengerjakan tugas kampusnya secara baik.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: