HUBUNGAN ANTARA NEGATIVE MOODS DENGAN INTENSI MENUNDA TUGAS-TUGAS AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Pendahuluan

Pada era globalisasi, tuntutan akan SDM yang berkualitas semakin meningkat. Orang harus mampu menguasai suatu bidang keahlian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu melaksanakan pekerjaan secara profesional, serta mampu menghasilkan karya-karya unggul yang dapat bersaing di dunia.

Penguasaan terhadap berbagai cabang keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutlak diperlukan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang diperlukan dalam menghadapi segala tuntutan globalisasi. Salah satu cara untuk memperoleh keterampilan dan keahlian tentunya dapat ditempuh melalui jalur pendidikan misalnya di meja kuliah dimana orang bisa memilih keahlian apa yang akan atau ingin dikuasai.

Berkaitan dengan manusia yang berkualitas, salah satu indikator sumber daya manusia yang berkualitas adalah disiplin, kreatif, dan memiliki etos kerja yang tinggi (Ervinawati, 1999). Seseorang dikatakan mempunyai kualitas sumber daya manusia yang tinggi jika orang tersebut dapat menunjukkan perilaku yang mencerminkan adanya kedisiplinan, kreativitas, maupun etos kerja yang tinggi dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Sikap disiplin merupakan sikap yang harus ditingkatkan karena memberi manfaat dan sumbangan yang besar apalagi pada negara yang masih berkembang seperti Indonesia.

Dalam dunia mahasiswa, sikap kedisiplinan maupun etos kerja untuk mengerjakan tugas-tugas akademiknya terkadang tidak dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa yang menunda-nunda untuk menyelesaikan tugas-tugasnya bahkan ada yang sama sekali tidak mengerjakannya.

Intensi menunda untuk mengerjakan tugas-tugas akademik merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami oleh mahasiswa. Seorang mahasiswa yang memiliki intensi melakukan penundaan terhadap suatu pekerjaan, beranggapan bahwa yang dilakukan tersebut akan memperoleh hasil yang jauh lebih baik jika dibandingkan pekerjaan tersebut dilakukan pada saat itu juga.

Niat atau intensi menunda tugas-tugas akademik banyak dilakukan oleh mahasiswa. Ini terbukti dari banyaknya mahasiswa yang pada akhirnya benar-benar menunda pekerjaannya. Keinginan mahasiswa dalam menunda-nunda tugasnya muncul diantaranya disebabkan oleh rasa lelah yang dialami. Seseorang yang merasa lelah tentunya ingin segera untuk beristirahat. Semakin lelah seseorang maka semakin ingin seseorang tersebut untuk beristirahat sehingga hal-hal lain yang dituntut untuk dikerjakan, akan ditunda dikerjakan apalagi jika menurut seseorang tersebut merasa ada waktu lain untuk melakukannya.

Sebelum melakukan pengambilan data, terlebih dahulu penulis melakukan wawancara terhadap sejumlah mahasiswa, berkaitan dengan intensi menunda tugas-tugas akademik dan dampaknya terhadap berbagai aktivitas akademik mereka. Sebelumnya perlu diketahui bahwa jumlah mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia adalah 1279 orang mahasiswa. Jumlah tersebut berdasarkan laporan mahasiswa yang melakukan herregistrasi pada semester ganjil tahun akademi 2005/2006, sedangkan jumlah mahasiswa yang sedang cuti akademik tidak diketahui berapa jumlahnya. Berdasarkan laporan tersebut ternyata masih banyak mahasiswa angkatan lama yang masih aktif. Total jumlah mahasiswa angkatan lama yang masih menempuh studi adalah sebanyak 627 mahasiswa yang terdiri dari angkatan 1996 sampai angakatan 2001. Masih banyaknya angkatan yang menempuh studi kemungkinan karena seringnya menunda mengerjakan tugas-tugas akademiknya seperti yang diungkapkan oleh beberapa responden seperti mahasiswa angkatan 2001 I (Inisial)

I (Inisial), menyatakan sampai sekarang ini belum dapat mengambil mata kuliah KKN, karena jumlah SKS dan IP kumulatifnya yang belum mencukupi. Selain itu, I menyatakan bahwa dirinya sering gagal pada beberapa mata kuliah pada suatu semester, karena malas untuk mengerjakan tugas atau mengikuti ujian sehingga setiap semester harus menyisakan beberapa mata kuliah yang harus diulang. Mahasiswa tersebut menyatakan bahwa niat untuk menunda tugas-tugas akademik terjadi saat faktor negative moods dialami. Pada kondisi ini responden tersebut menyatakan tidak bersemangat dalam mengikuti kegiatan-kegiatan akademik.

Hal serupa juga diungkapkan oleh IM (Inisial), seorang mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia. Responden tersebut menyatakan bahwa tidak mungkin untuk menyelesaikan tugas-tugas akademiknya ketika keadaan fisiknya sedang berada dalam kondisi lelah. IM menyatakan bahwa kondisi lelah yang dirasakannya terjadi bukan hanya faktor fisiknya saja, selain itu karena faktor lelah terhadap aktivitas akademiknya yang menurutnya sangat padat, oleh karena itu responden tersebut akan memilih tidur dan mengistirahatkan dirinya terlebih dahulu dibandingkan dengan langsung mengerjakan tugas-tugas akademiknya..

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: