HUBUNGAN ANTARA RESPON TERHADAP PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DENGAN PERSEPSI TERHADAP KINERJA PADA WANITA BEKERJA

Pendahuluan

Seiring dengan berkembangnya zaman, kesempatan bagi wanita untuk mengembangkan diri dengan bekerja kian terbuka, di sektor-sektor seperti sektor industri, pertanian, keuangan, dan lainnya (Achmad dalam Ihromi, 2000). Pentingnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan tidak diragukan lagi. Perempuan, sebagaimana laki-laki merupakan sumber insani (sumber daya manusia) yang harus diakui keberadaannya (Soedarno dalam Dewi, 1997). Di Indonesia, peran serta wanita dalam dunia kerja juga cukup besar. Menurut data dari BPS Sakernas Tahun 2003, jumlah pekerja wanita di Indonesia sampai dengan tahun 2003 adalah 30.876.000 orang (www.nakertrans.go.id).

Keberhasilan suatu organisasi, baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam (SDA) yang tersedia, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berperan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan organisasi yang bersangkutan (Manullang dalam Utami, 2002). Menurut Simamora (1995), pelaksanaan kerja individu selama periode waktu tertentu dapat dievaluasi dengan melakukan penilaian kinerja (performance appraisal). Kinerja sendiri merupakan hasil usaha-usaha fisik dan mental yang dilakukan seseorang (Tosi dkk., 1990). Menurut Bernardin & Russell (1993), kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seseorang sesuai dengan fungsi suatu pekerjaan atau aktivitas yang dilakukannya selama periode waktu tertentu.

Dalam pelaksanaannya, tinggi rendahnya kinerja seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Menurut Mangkuprawira (2002) faktor yang dapat mempengaruhi kinerja antara lain adalah faktor keluarga, finansial, dan kesehatan. Mathis & Jackson (2001) menambahkan bahwa kinerja seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu kemampuan untuk mengerjakan suatu pekerjaan, tingkat usaha, dan dukungan yang diberikan pada orang tersebut. Bittel & Newstrom (1996) menyebutkan bahwa rendahnya kinerja dapat disebabkan oleh ketiadaan upaya dari karyawan, kelalaian, ketidaksesuaian antara karyawan dengan jenis pekerjaannya, penyeliaan yang buruk, prosedur yang tidak jelas, dan tekanan fisik atau emosi.

Jumlah pekerja wanita yang meningkat ternyata membawa permasalahan tersendiri. Pekerja wanita, sebagaimana pekerja laki-laki, mendapat tuntutan yang sama yaitu menunjukkan kinerja yang terbaik. Padahal wanita secara khusus dan rutin dihadapkan pada satu situasi biologis yang menimbulkan ketegangan fisik dan psikologis yaitu saat mereka akan dan sedang mengalami siklus bulanan yang biasa disebut dengan menstruasi. Wanita secara umum mengalami tekanan fisik dan ketegangan emosi secara bersamaan pada saat tersebut, dan menurut Bittel & Newstorm (1996) kondisi tersebut dapat menurunkan kinerja mereka.

Menstruasi sendiri merupakan periode mengelupasnya lapisan dinding rahim yang rata-rata terjadi setiap 28 hari (Gayatri dalam Rahayu, 2002) dan beberapa hari sebelum terjadi pengelupasan wanita mengalami gejala-gejala seperti pegal pada pinggang, cepat lelah, emosi yang meningkat, dan lainnya. Gejala-gejala ini dikenal dengan istilah premenstrual syndrome (PMS).

Premenstrual syndrome (PMS) merupakan gabungan dari gejala-gejala fisik dan emosional yang dialami wanita menjelang menstruasi (www.hcd2.bupa.co.uk). Premenstrual syndrome (PMS) terjadi karena adanya perubahan hormon, yakni kurangnya asam lemak esensial (ALE) dalam tubuh, penurunan kadar progesteron dalam darah, peningkatan kadar estrogen dalam darah (Shreeve dalam Rahayu, 2002) yang muncul dalam bentuk pusing, lemas, kehabisan tenaga, kepanasan, sangat lelah, dan kehilangan kendali emosi (Carlson, 2003).

Price & Wilson (1995) mengelompokkan secara lebih khusus gejala-gejala premenstrual syndrome (PMS) menjadi dua yaitu: (1) gejala-gejala somatik yang berupa perut kembung, jerawat, intoleransi terhadap alkohol, payudara membesar dan nyeri, kikuk, konstipasi atau diare, sakit kepala, edema perifer (pembengkakan), berat badan bertambah; (2) gejala-gejala emosional dan mental yaitu kecemasan, depresi, letih, perubahan libido, permusuhan, tidak dapat berkonsentrasi, meningkatnya nafsu makan, insomnia, mudah tersinggung, lelah, perasaan berubah-ubah, serangan panik, paranoia, melakukan kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain, menarik diri dari orang lain.

Sementara penelitian lainnya menyatakan bahwa gejala premenstrual syndrome (PMS) terbagi menjadi tiga keluhan dan seorang wanita yang mengalami premenstrual syndrome (PMS) sangat mungkin mengalami lebih dari satu dari tiga keluhan berikut ini, yakni 1) keluhan fisik, meliputi gangguan sakit perut, gangguan sakit kepala; 2) keluhan psikologik, meliputi peningkatan emosi (mudah tersinggung), depresi, dan cemas; 3) perubahan perilaku, meliputi perasaan malas dan hubungan sosial menjadi renggang (Karyono & Hidayati, 2003).

Respon wanita terhadap premenstrual syndrome (PMS) tidak selalu sama. Lee (2002) berhasil mengidentifikasi sebagian wanita yang menilai secara positif tentang menstruasi dan premenstrual syndrome (PMS). Mereka menyebutkan bahwa mereka mengalami perubahan-perubahan tertentu pada masa premenstrual syndrome (PMS), namun mereka mampu menata pengalaman menstruasinya dan mengevaluasi pengalaman-pengalaman yang negatif serta sikap-sikap yang khas menjelang menstruasi sehingga mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan-perubahan tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh Jubaedah (2004) menambahkan bahwa dalam menghadapi premenstrual syndrome (PMS) wanita melakukan beberapa strategi coping, yakni rasionalisasi, relaksasi, dan dukungan dari orang lain. Dengan melakukan strategi-strategi tersebut, para wanita dapat mengurangi gejala-gejala yang mereka rasakan saat masa premenstrual berlangsung. Strategi lain yang dilakukan oleh wanita yang memandang positif dalam menghadapi premenstrual syndrome (PMS) adalah dengan sikap pasrah (Karyono & Hidayati, 2003).

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: