HUBUNGAN BURNOUT DENGAN PERSEPSI DISIPLIN KERJA KARYAWAN BALAI YASA PT KERETA API ( PERSERO ) YOGYAKARTA

Pendahuluan

Pembangunan Nasional telah menghantarkan bangsa kita ke tingkat kehidupan yang lebih baik. Dampak globalisasi mulai terasa dan akan mengakibatkan terjadinya perubahan yang fundamental dalam semua aspek kehidupan manusia baik secara sosial, budaya, politik maupun Hankam. Untuk menghadapinya, tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas (Cikusin, 1997).

Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor determinan bagi keberhasilan pembangunan dan kemajuan suatu bangsa. Manusia dipandang sebagai tumpuan dasar dalam pembangunan diera globalisasi ini. Bisa dikatakan bahwa sumber daya manusia adalah roda penggerak dalam mencapai dan mewujudkan tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Seperti yang dikatakan oleh Baswedan (1997) bahwa manusia tidak lagi dipandang sebagai sumber daya untuk membangun tetapi juga sebagai tujuan pembangunan.

Menghadapi era pasar bebas yang segera dimulai, manusia yang berkualitas dalam bekerja merupakan prasyarat yang tidak dapat ditawar-tawar kembali, hanya tenaga yang berkualitaslah yang dapat merebut pasar kerja. Helmi (1996) mengatakan bahwa kualitas etos kerja dan disiplin kerja para tenaga kerja Indonesia dipandang oleh beberapa ahli masih tergolong rendah. Oleh karena itu pemerintah mencanangkan Gerakan Disiplin Nasional (GDN) dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia. Icksan (1998) menambahkan bahwa disiplin nasional merupakan upaya bangsa kita untuk dapat memenangkan persaingan dalam kehidupan yang lebih mengglobal , terutama dalam persaingan ekonomi, industri dan IPTEK, dan melestarikan identitas nasional, ditengah-tengah kehidupan internasional yang sangat intensif saling pengaruh dan keterkaitannya, baik yang akan berdampak positif maupun negatif. Dengan Gerakan Disiplin Nasional yang dicanangkan pemerintah diharapkan dapat menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang berbudaya dan dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap bersaing dipasar internasional.

Disiplin kerja adalah salah satu perilaku karyawan di tempat kerja yang merupakan faktor utama yang mempengaruhi kesejahteraan dan pertumbuhan setiap organisasi. Disiplin kerja harus selalu ditegakkan dalam rangka membentuk sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu bersaing di era globalisasi ini.

Disiplin adalah suatu sikap, perbuatan untuk selalu mentaati tata tertib. Pada pengertian disiplin juga tersimpul dua faktor yang penting, yaitu faktor waktu dan kegiatan atau perbuatan (Anoraga, 2001). Sikap dan perilaku dalam disiplin kerja ditandai oleh berbagai inisiatif, kemauan dan kehendak untuk mentaati peraturan. Orang yang dikatakan mempunyai disiplin yang tinggi tidak semata-mata patuh dan taat terhadap peraturan secara kaku dan mati, tetapi juga mempunyai kehendak untuk menyesuaikan diri dengan peraturan-peraturan organisasi (Helmi, 1996). Walaupun seorang karyawan memiliki nilai, aturan dan norma sendiri yang terkadang bertentangan atau tidak sesuai dengan aturan-aturan yang ada dalam organisasi, karyawan harus bisa menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada dan menjunjung tinggi peraturan tersebut dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: