KOMITMEN KARYAWAN SEBELUM DAN PADA MASA KRISIS

Pendahuluan

Pada era millenium baru membawa tantangan-tantangan segar bagi banyak perusahaan di Asia dan di seluruh dunia. Dalam petualangan mereka di era baru ini, banyak diantaranya yang akan menemui kegagalan karena tidak mampu menghadapi cepatnya gerak perubahan dalam lingkungan bisnis yang bergejolak. Ketidakmampuan tersebut mungkin disebabkan oleh strategi mereka yang kuno, produk sudah usang, buruknya manajemen, kesombongan perusahaan dan berbagai faktor lainnya. Tantangan-tantangan baru muncul setiap hari, praktek-praktek bisnis yang berhasil di masa lalu mungkin tidak dapat dipakai lagi di masa yang akan datang sehingga dapat menjerumuskan perusahaan dalam kekacauan. (Teng, 2002).

Dalam menghadapi era liberalisasi perdagangan tersebut terdapat dua pendapat yang saling bertentangan di Indonesia. Di satu pihak, sebagian para pengusaha dan pakar ekonomi dengan optimis menyatakan bahwa dunia usaha Indonesia akan mampu bersaing di pasar global, sebagai konsekuensi logis dari terbukanya pasar. Di pihak lain, para pengusaha dan para pakar ekonomi lainnya menyatakan pesimis akan kemampuan dunia usaha Indonesia untuk bersaing. Terlepas dari mampu atau tidak mampu dalam persaingan, mau tidak mau para pengusaha Indonesia harus menghadapinya karena Indonesia telah ikut meratifikasi perjanjian AFTA. Keputusan pemerintah dalam pengunduran AFTA ke tahun 2005 adalah keputusan yang sangat tepat dan bijaksana (Candra dan Alsa, 1997)

Sesuai dengan kesepakatan liberalisasi perdagangan tersebut, maka pada saat sekarang ini perusahaan-perusahaan di Indonesia harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi perusahaan-perusahaan asing yang akan diijinkan untuk beroperasi di Indonesia nantinya. Hal ini tentunya menimbulkan persaingan yang semakin ketat baik berupa persaingan kualitas sumber daya manusia, manajemen, teknologi, maupun strategi perusahaan agar tetap mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing. Hal tersebut tentunya mengharuskan tiap jenis usaha berusaha mencapai sesuatu yang terbaik. Para pengusaha harus “memutar otak” mereka dan berusaha untuk siap bersaing dengan usaha lain. Sebagai upaya untuk memenangkan persaingan, maka dalam operasionalnya suatu perusahaan membutuhkan dukungan perangkat kerja yang baik, salah satunya adalah karyawan yang profesional dan loyal (Candra dan Alsa, 1997).

Jika sebuah perusahaan tidak mampu mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi era liberalisasi, maka kondisi perusahaan akan terancam yang nantinya akan mengalami krisis jika tidak mampu bertahan. Krisis perusahaan dalam hal ini mencakup perusahaan-perusahaan yang mengalami bencana atau gangguan keuangan (laba) karena kegagalan yang dapat diperkirakan di masa yang akan datang, apabila tidak dilakukan tindakan-tindakan perbaikan yang tepat baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang (Teng, 2002).

Seperti halnya pada perusahaan yang bergerak dalam bidang HPH yaitu PT. Rante Mario (Humpuss) – Makassar yang pada saat ini sedang dilanda krisis. Krisis yang melanda perusahaan tersebut terjadi sekitar dua atau tiga tahun yang lalu yaitu pada tahun 2001-2002. Perusahaan menunjukkan kemunduran yang cukup berarti, yang ditandai dengan kerugian perusahaan yang terjadi dalam tiga tahun berturut-turut. Seperti nilai penjualan yang terus menurun, serta menurunnya kemampuan melaksanakan pembayaran kewajiban perusahaan baik terhadap suplier maupun terhadap karyawan. Selain itu, beberapa fasilitas kelas satu sudah tidak dapat diberikan lagi oleh perusahaan kepada karyawannya, demi mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Pada akhirnya perusahaan harus mengambil beberapa kebijakan, salah satunya adalah dengan memutuskan hubungan kerja dengan beberapa karyawannya agar perusahaan dapat terus beroperasi.

Dessler (1994), mengungkapkan bahwa kesuksesan dalam menghadapi krisis akan tercapai bagi perusahaan yang memiliki komitmen dari para karyawannya. Oleh karena itu mengapa beberapa perusahaan terkemuka di dunia seperti Delta Airlines, Toyota Motor Manufacturing dan banyak perusahaan terkemuka dunia lainnya dapat bertahan dan seringkali dapat maju dengan pesat dengan mengetahui bahwa ketika perusahaan sedang dalam kondisi laju perubahan yang cepat, kehadiran karyawan yang mempunyai komitmen tinggi berperan penting dalam menghadapi persaingan.

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: