KONSEP DIRI DAN KEPERCAYAAN DIRI PENDERITA HIPERHIDROSIS

Pendahuluan

Masalah-masalah rumit yang dialami manusia, seringkali dan bahkan hampir semua, sebenarnya berasal dari dalam diri. Mereka tanpa sadar menciptakan mata rantai masalah yang berakar dari problem konsep diri. Manusia mampu berpikir dan menilai yang macam-macam terhadap dirinya sendiri maupun orang lain dan bahkan meyakini persepsinya yang belum tentu obyektif. Oleh sebab itu muncul problem seperti inferioritas, kurang percaya diri, dan hobi mengkritik diri sendiri (Rini, 2002).

Konsep diri merupakan kesan yang relatif stabil mengenai diri sendiri, tidak hanya mencakup persepsi mengenai karateristik fisik, melainkan juga penilaian mengenai apa yang pernah dicapai, yang sedang dijalani, dan apa yang ingin dicapai. Konsep diri tumbuh melalui umpan balik yang diterima dari orang-orang di sekitar. Konsep diri berkembang melalui hubungan dan interaksi dengan orang lain. Artinya menilai diri berdasar pada bagaimana orang mempersepsi dan menilai (Steward dan Sylvia, 1996).

Menurut Piaget, konsep diri akan berkembang sesuai karateristik individu . Artinya dengan bertambahnya usia seseorang maka akan lebih recoqnizable, berkurangnya ciri-ciri diffuse dan lebih teridiferensiasi (Tarakanita dan Widiarti, 2002). Konsep diri menurut Fitts (Tarakanita dan Widiarti, 2002) adalah bagaimana diri diamati, dipersepsi dan dialami oleh individu itu tersebut. Selain itu makna konsep diri mengandung unsur penilaian dan mempengaruhi perilaku seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain.
Pembentukan konsep diri dipengaruhi oleh orang yang ada sekitar individu. Individu mengenali dirinya melalui penilaian atau perbandingan dirinya dengan orang lain. Tetapi tidak semua orang di sekitar individu berpengaruh terhadap konsep diri individu. Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Kecenderungan untuk bertingkah laku sesuai dengan konsep diri disebut sebagai obat yang terpenuhi sendiri. Artinya, bila seseorang menganggap dirinya bodoh, maka dia akan benar-benar menjadi orang yang bodoh (Rakhmat, 1996).

Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri (Rini, 2002).

Kepercayaan diri merupakan aspek kepribadian manusia yang berfungsi penting untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya. Tanpa adanya kepercayaan diri maka banyak masalah yang akan timbul pada manusia. Menurut Koentjaraningrat (dalam Afiatin, 1998), salah satu kelemahan generasi muda Indonesia adalah kurangnya kepercayaan diri. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Afiatin, dkk (dalam Afiatin, 1998) terhadap remaja siswa SMTA di Kodya Yogyakarta menunjukkan bahwa permasalahan yang banyak dirasakan dan dialami oleh remaja pada dasarnya disebabkan oleh kurangnya kepercayaan diri.

Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dalam jiwa sebagai manusia, bahwa tantangan hidup apapun harus dihadapi dengan berbuat sesuatu. Bukan masalah berbuat sesuatu itu yang penting, namun kesediaan untuk melakukannya. Jika sebagai manusia yakin pada diri sendiri, maka apapun tantangan hidup dapat dihadapi. Jadi, bukan kepercayaan diri karena kemampuan mengerjakan sesuatu, misalnya kepiawaian sebagai pengacara atau musikus; namun percaya diri karena kemampuan menghadapi segala tantangan hidup (Angelis, 2001)

Padahal jika seseorang memiliki kepercayaan diri, bukan berarti seseorang harus menjadi pusat perhatian dan kemudian bersikap egosentris (mau menang sendiri atau keinginannya harus selalu dituruti). Percaya diri juga tidak berarti menutupi rasa rendah dirinya. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa rasa percaya diri dapat dikatakan sebagai suatu keyakinan seseorang terhadap segala kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk mencapai berbagai tujuan di dalam kehidupannya, sedangkan rasa tidak percaya diri dapat dikatakan sebagai suatu keyakinan negatif seseorang terhadap kekurangan yang dimiliki dirinya sehingga ia merasa tidak mampu untuk mencapai berbagai tujuan yang ada dalam kehidupannya (www.republika.com).

Hiperhidrosis diartikan sebagai sekresi keringat yang melebihi normal. Produksi kelenjar keringat tiap individu berbeda, sehingga sulit menentukan apakah seseorang berkeringat normal atau berlebih. Hiperhidrosis dapat terjadi bila sekresi keringat berlebihan sebagai respons terhadap panas atau rangsang emosional. Pada sebagian individu, hiperhidrosis mungkin tidak menimbulkan keluhan yang berarti, sehingga tidak diperlukan pengobatan. Namun pada individu tertentu, hiperhidrosis dapat menimbulkan masalah sosial dan mengganggu pekerjaan, terutama pada hiperhidrosis palmaris. Hiperhidrosis dapat mengenai lelaki maupun perempuan, dan lelaki lebih banyak menderita hiperhidrosis aksilaris, tetapi yang umumnya datang berobat adalah perempuan. Hiperhidrosis dapat timbul pada masa kanak-kanak, tetapi lebih menonjol pada usia pubertas yang mungkin erat hubungannya dengan faktor emosional. Remisi spontan dapat terjadi pada usia dewasa atau pada dekade ketiga kehidupan manusia (www.medicinal-jk.com).

Jumlah keringat ketiak, tangan dan kaki normal-normal saja alias tidak sampai mengganggu atau bahkan menjadikan seseorang merasa risih, tentu tidak ada hal yang patut diresahkan, sebab ini juga merupakan salah satu mekanisme tubuh dalam upaya untuk melepaskan panas tubuh. Tetapi persoalannya tentu saja akan bergeser jika produksinya berlebihan dan terus mengalir nyaris sepanjang waktu. Nah, yang satu ini barangkali baru akan menimbulkan perasaan kurang nyaman atau percaya diri pada diri seseorang (www.balipost.co.id).

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: