PERBEDAAN KECENDERUNGAN PSIKOSOMATIS ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DENGAN EKSTROVERT PADA MAHASISWA UII JOGJAKARTA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI

Pendahuluan

Variasi dan kompleksitas masalah manusia semakin bertambah, seiring dengan perkembangan zaman. Perubahan itu berlangsung semakin cepat dan merambah hampir di semua bidang kehidupan manusia, misalnya keluarga, pendidikan, pekerjaan, pergaulan dan sebagainya. Manusia, yang sejak dulu sudah mengagung-agungkan kecerdasan, sekarang berlomba-lomba dalam mewujudkan hasil pemikirannya untuk membuat sesuatu lebih modern.

Mahasiswa, sebagai penerus generasi bangsa ini, diharapkan mampu bersaing dengan segala sumber daya potensial yang dimilikinya. Karena itu, sejak sekolah dasar para siswa sudah diajarkan untuk terus menambah pengetahuannya dengan banyak membaca, sehingga ketika dewasa mahasiswa sudah banyak memiliki pengetahuan.

Banyak perguruan tinggi yang sudah berusaha keras untuk meningkatkan mutu pendidikannya, demi mendapatkan mahasiswa yang berkualitas. Universitas Islam Indonesia (UII), sebagai salah satu perguruan tinggi, dalam usahanya untuk mendapatkan mahasiswa yang berkualitas adalah dengan menghadirkan sarana pendukung seperti gedung-gedung kuliah dengan berbagai fakultas dan jurusan yang sesuai dengan minat mahasiswa, perpustakaan yang menyediakan buku-buku dan berbagai jurnal ilmiah, laboratorium agar mahasiswa dapat berlatih mengaplikasikan pengetahuannya, biro konsultasi mahasiswa, beasiswa yang berasal dari universitas dan beberapa perusahaan besar, dan juga metode-metode perkuliahan yang sesuai dengan perkembangan zaman agar mahasiswa mampu meningkatkan daya penalaran dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Salah satu metode perkuliahan yang diterapkan oleh UII adalah penulisan skripsi, yang juga merupakan syarat kelulusan pada program sarjana. Penulisan skripsi merupakan salah satu bentuk penulisan karya ilmiah dan banyak mahasiswa yang ingin sukses dalam menyelesaikan penulisan skripsinya. Kenyataannya, dalam penulisan karya ilmiah ini banyak mahasiswa yang mengalami berbagai hambatan. Misalnya, pada Fakultas Psikologi UII, mahasiswa yang terdaftar di biro skripsi pada bulan Agustus tahun 2003 dan Februari tahun 2004 sebanyak 233 orang, sedangkan mahasiswa yang lulus sampai dengan bulan Agustus 2004 hanya sebanyak 71 orang. Setiap tahunnya, mahasiswa yang terdaftar di biro skripsi sebanyak lebih dari 100 orang, sedangkan mahasiswa yang lulus tidak mencapai 75 orang. Dari keterangan ini dapat dilihat bahwa banyak sekali hambatan yang dialami oleh mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi.

Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada bulan April 2004 pada beberapa mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di lingkungan UII menunjukkan berbagai keluhan seperti keengganan mengerjakan skripsi karena dosen pembimbingnya kurang menyenangkan dan sulit ditemui, kesulitan dalam mencari dasar teori, menyusun alat ukur, aktivitas mahasiswa, atau karena ada gangguan dalam kesehatannya, seperti sakit kepala, migrain, gangguan pada perut, sulit tidur, sehingga badan menjadi lemas dan enggan untuk melakukan aktivitas. Gangguan-gangguan pada kesehatannya tersebut sudah terbukti secara klinis melalui pemeriksaan medis, sehingga dapat dikatakan bahwa beberapa mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi tersebut mengalami gangguan psikosomatis, yaitu gangguan fisik yang merupakan akibat dari stres.

Bagi mahasiswa yang tidak siap dalam menghadapi hambatan-hambatan dalam penulisan skripsinya akan merasakan situasi yang menekan (stressor) penulisan skripsi yang semakin kuat. Efek dari satu stressor tidak sama untuk individu yang satu dengan yang lain, karena itu stres hingga kini semakin sulit untuk dipahami. Ada individu yang mudah mengalami stres, namun ada pula individu yang tetap tenang dalam menghadapi stressor yang sama. Persepsi terhadap stres merupakan fungsi dari berbagai faktor yang berasal dari dalam maupun dari luar diri individu, misalnya: perbedaan kepribadian, perbedaan nilai ambang terhadap stressor, perbedaan cara menghadapi stressor dan sebagainya. Oleh sebab itu, setiap orang memiliki titik kelemahan sehingga stres menjadi berlebihan dan dapat menurunkan kesehatan dan keefektifan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam bergaul, bermasyarakat dan bekerja (Soetedjo dkk., 1993).

Stres merupakan hal yang melekat pada kehidupan. Siapa saja pasti pernah atau akan mengalaminya, walaupun dalam bentuk, kadar, maupun jangka waktu yang berbeda. Stres adalah bagian dari kehidupan dan merupakan pengalaman hidup yang bersifat pribadi dan subjektif, oleh karena itu stres harus dihadapi oleh setiap individu (Hardjana, 1994). Perbedaan diantara individu dalam menilai situasi atau masalah yang sedang dihadapi antara lain disebabkan karena perbedaan karakteristik kepribadian yang dimiliki.

Tiap individu mengadakan orientasi terhadap dunia sekitarnya, namun dalam caranya mengadakan orientasi itu individu yang satu berbeda dari yang lainnya. Jung (dalam Sujanto dkk., 1986) menekankan perbedaan cara mengadakan orientasi antara individu yang memiliki kepribadian introvert dan individu yang memiliki kepribadian ekstrovert. Individu yang memiliki tipe kepribadian introvert akan cenderung menyelesaikan semua permasalahannya sendiri, segala keputusan dan tindakannya banyak dikuasai oleh pendapat subjektifnya (Sujanto dkk., 1986), sehingga bila individu tidak dapat menyelesaikan hambatan-hambatannya dalam mengerjakan skripsi, maka individu tersebut akan menekan (repressed) hambatannya dan membiarkannya menumpuk. Hal ini yang memicu timbulnya stres pada diri individu tersebut.

Berbeda dengan individu yang memiliki kepribadian introvert, individu yang memiliki kepribadian ekstrovert cenderung untuk menceritakan segala hambatan yang dialaminya pada orang lain, sehingga individu tersebut akan sedikit merasa lega karena telah berbagi dengan orang lain, dan stres yang dihadapi akan cenderung dapat diselesaikan dengan baik, bahkan stres tersebut diperlukan karena dapat menjadi pemicu dan sarana untuk memotivasi diri mencapai prestasi dengan lebih baik (Adi, 2003).

Download Selengkapnya

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: