PERILAKU KONSUMTIF PADA REMAJA DITINJAU DARI INTENSITAS MENONTON IKLAN TELEVISI

Pendahuluan

Dewasa ini negara Indonesia sedang mengalami krisis yang berkepanjangan, yang secara keseluruhan menurunkan taraf kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai manusia tentunya memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi baik kebutuhan spiritual maupun material. Untuk memenuhi semua kebutuhan itu masyarakat memerlukan adanya suatu informasi. Berkembangnya arus informasi di berbagai media massa dapat mempengaruhi tindakan serta keputusan seseorang dalam melakukan sesuatu. Ada berbagai macam produk yang ditawarkan pada konsumen. Banyaknya produk berupa barang dan jasa di pasaran berpengaruh pada sikap seseorang terhadap pembelian dan pemakaian barang. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, secara langsung maupun tidak langsung akan membuat kebiasaan dan gaya hidup seseorang juga akan berubah dalam jangka waktu yang relatif singkat menuju ke arah yang cenderung berlebihan, yang pada akhirnya menimbulkan pola hidup konsumtif.

Membelanjakan uang hasil penghasilan berarti membeli dan menggunakan atau mengabsorpsi produk dalam bentuk barang atau jasa yang dihasilkan oleh sistem industri. Selanjutnya sistem industri tersebut, konsumen memperoleh penawaran melalui iklan, kegiatan promosi dari produk, pemberitahuan baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai barang-barang yang dapat dirasakan bermanfaat bagi konsumen itu sendiri. Perilaku konsumen dalam pembelian barang dan jasa mencerminkan tanggapan konsumen terhadap berbagai rangsangan (stimulan) pemasaran, yang terlihat dari tanggapan konsumen akan berbagai bentuk produk, harga, ataupun daya tarik iklan. Sejalan dengan itu, dalam perkembangan psikologi konsumen terjadi kecenderungan perubahan fokus yang sangat mencolok, yaitu yang semula pandangan dipusatkan kepada konsumen sebagai pembeli saja fokusnya menjadi konsumen sebagai konsumen. Ketika melakukan pembelian suatu barang atau produk, hendaknya konsumen menyesuaikan dengan kebutuhan serta manfaat dari barang atau produk tersebut, sehingga tidak menimbulkan pola konsumtif (Swastha dan Handoko, 2000).

Pemenuhan kebutuhan material yang berlebihan dapat menimbulkan perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif biasanya melekat pada seseorang apabila orang tersebut membeli sesuatu di luar kebutuhan yang rasional, sebab pembelian tidak lagi didasarkan pada faktor kebutuhan melainkan sudah pada taraf keinginan yang berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal. Selain itu, istilah konsumtif biasanya digunakan untuk menunjuk pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. Misalnya sebagai ilustrasi, seseorang memiliki uang 500 ribu rupiah, lalu ia membelanjakan 300 ribu rupiah dalam waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, sedangkan sisa 200 ribu rupiah ia belanjakan untuk membeli sesuatu yang tidak ia butuhkan. Maka ia dapat disebut berperilaku konsumtif.

Grinder (1997) mengatakan bahwa perilaku konsumtif adalah pola hidup manusia yang dikendalikan dan didorong oleh suatu keinginan untuk memenuhi hasrat kesenangan semata-mata, sedangkan Ali (1993) mengemukakan bahwa masyarakat tidak lagi mengenali kebutuhan yang sejati, melainkan selalu tergoda untuk memuaskan keinginannya yang semu agar disebut modern. Menurut Sachari (1997), konsumtif dapat terjadi karena masyarakat mempunyai kecenderungan materialistik, hasrat yang besar untuk memiliki benda-benda tanpa memperhatikan kebutuhannya.

Remaja adalah salah satu golongan dalam masyarakat yang tidak akan lepas dari pengaruh konsumtif ini. Remaja biasanya mudah terbujuk rayuan iklan, suka ikut-ikutan teman, dan cenderung boros dalam menggunakan uangnya. Sebagai bagian dari masyarakat yang orientasinya tinggi, biasanya remaja sadar akan adanya produk baru dan bermerk. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka dapat mengikuti mode yang sedang beredar. Padahal mode itu sendiri selalu berubah, sehingga para remaja tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Menurut Loudon dan Bitta (1993), remaja adalah kelompok yang berorientasi konsumtif, karena mereka suka mencoba hal-hal yang dianggap baru. Remaja cenderung meniru model terbaru dari suatu produk yang tanpa disadari hal tersebut mendorong seseorang untuk membeli dan terus membeli sehingga menyebabkan remaja semakin terjerat dalam perilaku konsumtif.

Download Selengkapnya
Bab I
Bab II -1
Bab II -2
Bab II -3

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: