PERSEPSI TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN MOTIVASI PENGGUNAAN ALAT PROTEKSI

Pendahuluan

Setiap manusia hakikatnya mempunyai sejumlah kebutuhan yang saat-saat tertentu menuntut pemuasan. Untuk mencapai tuntutan-tuntutan itu maka manusia harus bekerja. Manusia bekerja tidak saja hanya untuk mendapatkan penghasilan yang minimal layak untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarga, bahkan memuliakan pribadinya sebagai manusia. Menurut Miller & Form (Anoraga, 2001) memandang motivasi untuk bekerja tidak dapat dikaitkan hanya pada kebutuhan-kebutuhan ekonomis belaka, sebab orang tetap akan bekerja walaupun mereka sudah tidak membutuhkan hal-hal yang bersifat materiil. Dalam bekerja manusia memerlukan tuntutan “ perlakuan manusiawi “, yaitu penciptaan lingkungan kerja dan pengadaan sarana-sarana kerja yang dapat menjamin keselamatan serta kesehatan para pekerja. Tetapi tersedianya lingkungan kerja dan sarana-sarana kerja yang memadai itu mesti dibarengi pula dengan kesediaan para pekerja itu sendiri untuk mematuhi ketentuan-ketentuan kerja yang berlaku, khususnya ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan penggunaan sarana-sarana kerja.

Dalam lingkup perusahaan yang melibatkan aktivitas peran karyawan dan peran dari industri yang bersangkutan, masalah keselamatan dan penyakit akibat kerja banyak menimbulkan kerugian. Agar terhindar dari ancaman itu, setidaknya mengurangi, maka pemerintah memberikan perlindungan hukum terutama keselamatan kerja bahwa “dalam melaksanakan pekerjaan diatur hak dan kewajiban pekerja antara lain untuk memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan, serta memenuhi dan mentaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan” (Asnawi, 2000). Dilanggarnya ketentuan-ketentuan itu dapat menyebabkan pekerja terganggu kesehatannya atau dapat tertimpa kecelakaan, walaupun sarana-sarana kerja yang disediakan sebenarnya sudah memadai. Anoraga (2001) mengemukakan motivasi adalah suatu model dalam menggerakkan dan mengarahkan para karyawan agar dapat melaksanakan tugasnya masing-masing dalam mencapai sasaran dengan penuh kesadaran, kegairahan dan bertanggung jawab. Motivasi kita banyak menjelaskan perilaku-perilaku yang didorong oleh kondisi yang ada dalam diri masing-masing individu sehingga mencerminkan hasil yang diperoleh atau dikerjakan dalam melakukan suatu tugas.

Suasana lingkungan kerja yang harmonis, tidak tegang dan tidak menimbulkan rasa asing merupakan syarat timbulnya motivasi kerja. Secara umum kecelakaan selalu diartikan sebagai “kejadian yang tidak dapat diduga”. Sebenarnya setiap kecelakaan kerja itu dapat diramalkan atau diduga dari semula jika perbuatan dan kondisi tidak memenuhi persyaratan (Hariyanto, 1995). Menurut Gray (Winardi, 2001) motivasi adalah hasil proses-proses, yang bersifat internal atau eksternal bagi seseorang individu, yang menimbulkan sikap entusias dan persistensi untuk mengikuti arah tindakan-tindakan tertentu. Besarnya motivasi dalam penggunaan alat proteksi dapat menghindarkan diri dari kecelakaan sehingga dapat mencapai keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja itu sendiri.

Suma’mur (1989) dan Para ahli pada umumnya menekankan bahwa semua kecelakaan kerja, baik langsung atau tidak, terjadi karena kesalahan manusia. Oleh sebab itu, usaha-usaha keselamatan selain ditujukan kepada tekhnik mekanik juga harus memperhatikan secara khusus aspek manusiawi. Dalam hubungan ini, pendidikan dan penggairahan keselamatan kerja kepada tenaga kerja merupakan sarana penting. Sumber dari PT. CALTEX (2003) Salah satu contoh kasus yang pernah terjadi yaitu salah seorang pekerja , sedang memasang Well Head Flow Line di sumur produksi yang tingginya 4,9 kaki, kemudian dikuatkan dengan Cat Line dan pada saat yang sama sambungan Flow Line terlepas dan mengenai kepalanya yang mengakibatkan kepala bagian belakang terluka dan ia tidak memakai salah satu alat proteksi yang telah disediakan.

Kasus lain yaitu salah seorang karyawan keluar dari rest house tanpa memberitahu rekan-rekannya, lebih kurang 5 menit terdengar suara ledakan yang cukup keras, ternyata matanya kena air batteray yang meledak tersebut. Setelah diteliti penyebabnya adalah karena karyawan tidak memberitahukan ke chief mechanic dan tidak memakai alat bantu lampu senter penerangan (Data PT. CALTEX, 2003). Kecelakaan tidak terjadi, jika ada komunikasi sebelum melakukan pekerjaan dan menggunakan alat pengaman pada saat diperlukan. Jadi sebabnya dalam hal ini adalah faktor manusia. PT. CALTEX mempunyai 2 dasar prinsip dan nilai-nilai Tenents (suatu peraturan yang tidak boleh dilanggar), yaitu Do it safely or not at all & There is always time to do it right (Sumber PT. CALTEX, 2003).

Faktor manusiawi digambarkan sebagai sifat melamun, ketidak hati-hatian, tidak mengikuti ketentuan-ketentuan keselamatan dan lain-lain (Suma’mur, 1989). Faktor kecelakaan di PT. CALTEX 99% adalah kesalahan dari manusianya (Data dari PT. CALTEX, 2003), penyebabnya adalah: Miss communication; No team work; Bekerja tidak mengikuti SOP (Standar Operation Procedure); Tidak melakukan JSA (Job Safety Analisys): yaitu manganalisa bahaya yang akan ditimbulkan oleh suatu pekerjaan yang akan dilakukan, No skil; Unsave condition (kondisi yang tidak selamat); Body unfed (kesehatan yang kurang).

Disini kecelakaan kerja yang terjadi memang karena atas dasar asumsi bahwa perlengkapan-perlengkapan kerja kurang digunakan sebagaimana mestinya serta kurangnya motivasi dalam penggunaan alat proteksi tersebut sehingga pada dasarnya adalah seberapa besar persepsi mereka terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dalam melakukan aktivitas bekerja. Motivasi kerja menurut John, R. S (Winardi, 2001) adalah berguna untuk menerangkan kekuatan-kekuatan yang terdapat pada diri seseorang individu, yang menjadi penyebab timbulnya tingkat, arah, dan persistensi upaya yang dilaksanakan dalam hal bekerja. Sehingga berkaitan dengan kepuasan para pekerja dalam melakukan aktivitas maka akan tercipta hasil yang diinginkan yaitu keselamatan dan kesehatan bagi pekerja itu sendiri.

Download Selengkapnya
Bab I
Bab II -1
Bab II -2

Download Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: